alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

DPRD dan Pemkab Setujui Perubahan Perda

TUBAN – Raperda inisiatif 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Perda 10 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga tuntas dibahas. Dan akhirnya, raperda itu disetujui DPRD Tuban dan pemkab setempat untuk menjadi perda. Persetujuan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna di gedung DPRD Tuban kemarin (18/7) siang. 

Ketua DPRD Tuban M. Miyadi menyatakan, lahirnya raperda inisiatif karena sejumlah pertimbangan. Salah satunya, penggalian potensi-potensi daerah yang menjadi salah satu sumber utama peningkatan pendapatan daerah. 

Penggalian pendapatan tersebut tentunya diikuti dengan konsekuensi peningkatan pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana masyarakat. Miyadi mengatakan, DPRD melihat peluang dari sektor pariwisata. Khususnya rekreasi dan olahraga yang mempunyai potensi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). 

Baca Juga :  Nahas, Jenguk Mantu Hamil, Ibu ini Tewas Tertimpa Longsor

Salah satu faktor pendukung yang urgen adalah perangkat hukum yang sesuai dengan dinamika. Untuk itu, DPRD Tuban berinisiatif mengajukan raperda atas perda retribusi tempat rekresasi dan olahraga (Perda Nomor 10 Tahun 2011). 

Atas raperda inisiatif tersebut, bupati menyambut baik. Setelah dilakukan pembahasan bersama tim pansus DPRD dan tim raperda eksekutif,  produk hukum daerah tersebut disetujui untuk ditetapkan menjadi raperda. Dengan perubahan tersebut, maka struktur tarif, obyek, dan subyek retribusi tempat rekreasi dan olahraga dapat disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. ‘’Tentu saja pemerintah daerah juga mempunyai kewajiban dan bertanggung jawab meningkatkan kualitas pelayanan. Memberikan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai kepada masyarakat,’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Dijamin Fair, Rekrutmen Petugas HajiĀ 

Selanjutnya, raperda inisiatif tentang Perubahan atas Peraturan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga disampaikan ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan klarifikasi. Diharapkan, prosesnya tidak terlalu lama sehingga dapat segera diterapkan. 

Sementara itu, untuk tiga raperda inisiatif DPRD Tuban 2017 masih proses fasilitasi dan perlu pengkajian lebih lanjut. Yakni, raperda tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) Tuban 2017-2037 (proses fasilitasi). Raperda inisiatif tentang Rencana Umum Penanaman Modal dan Raperda tentang Pemberian Insentif dan Pemberikan Kemudahan kepada Penanaman Modal (perlu kajian lebih lanjut).

TUBAN – Raperda inisiatif 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Perda 10 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga tuntas dibahas. Dan akhirnya, raperda itu disetujui DPRD Tuban dan pemkab setempat untuk menjadi perda. Persetujuan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna di gedung DPRD Tuban kemarin (18/7) siang. 

Ketua DPRD Tuban M. Miyadi menyatakan, lahirnya raperda inisiatif karena sejumlah pertimbangan. Salah satunya, penggalian potensi-potensi daerah yang menjadi salah satu sumber utama peningkatan pendapatan daerah. 

Penggalian pendapatan tersebut tentunya diikuti dengan konsekuensi peningkatan pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana masyarakat. Miyadi mengatakan, DPRD melihat peluang dari sektor pariwisata. Khususnya rekreasi dan olahraga yang mempunyai potensi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD). 

Baca Juga :  Bacakan Hasil Pleno di Surabaya

Salah satu faktor pendukung yang urgen adalah perangkat hukum yang sesuai dengan dinamika. Untuk itu, DPRD Tuban berinisiatif mengajukan raperda atas perda retribusi tempat rekresasi dan olahraga (Perda Nomor 10 Tahun 2011). 

Atas raperda inisiatif tersebut, bupati menyambut baik. Setelah dilakukan pembahasan bersama tim pansus DPRD dan tim raperda eksekutif,  produk hukum daerah tersebut disetujui untuk ditetapkan menjadi raperda. Dengan perubahan tersebut, maka struktur tarif, obyek, dan subyek retribusi tempat rekreasi dan olahraga dapat disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. ‘’Tentu saja pemerintah daerah juga mempunyai kewajiban dan bertanggung jawab meningkatkan kualitas pelayanan. Memberikan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai kepada masyarakat,’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Pandemi Bukan Penghalang bagi SMAN 1 Singgahan untuk Berprestasi

Selanjutnya, raperda inisiatif tentang Perubahan atas Peraturan Perda Nomor 10 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga disampaikan ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan klarifikasi. Diharapkan, prosesnya tidak terlalu lama sehingga dapat segera diterapkan. 

Sementara itu, untuk tiga raperda inisiatif DPRD Tuban 2017 masih proses fasilitasi dan perlu pengkajian lebih lanjut. Yakni, raperda tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) Tuban 2017-2037 (proses fasilitasi). Raperda inisiatif tentang Rencana Umum Penanaman Modal dan Raperda tentang Pemberian Insentif dan Pemberikan Kemudahan kepada Penanaman Modal (perlu kajian lebih lanjut).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/