alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Program Satu Desa Dua Sarjana Diberikan Untuk Mahasiswa Tak Mampu

Radar Bojonegoro – Verifikasi berkas beasiswa kuliah dibiayai APBD Bojonegoro cukup selektif. Ini dilakukan agar beasiswa tepat sasaran. Tak semua berkas bisa lolos.

Terutama diberikan kepada mahasiswa dari keluarga tak mampu. Dan mahasiswa dari jurusan sains. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menuturkan, beasiswa pendidikan tinggi untuk warga tak mampu satu desa dua sarjana itu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Targetnya, kedepan satu desa terdapat dua sarjana dari keluarga tak mampu dengan dibiayai APBD. Kesiapan SDM ini karena sumber daya alam (SDA) Bojonegoro cukup melimpah, baik dari sektor minyak maupun pertanian.

Sehingga angka pengangguran dan kemiskinan harus ditahan dengan peningkatan SDM. ‘’Targetnya satu desa dua sarjana dari keluarga miskin,’’ katanya kemarin.

Baca Juga :  APBDes Molor Berpotensi Penyelewengan

Bua Anna menuturkan, sebelumnya banyak pemuda desa dari keluarga miskin ingin menempuh ke perguruan tinggi, namun terkendala biaya.

Padahal, banyak mahasiswa asal Bojonegoro berprestasi di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di kota besar. Namun belum mendapatkan perhatian dari pemkab.

Dengan beasiswa mahasiswa miskin ini, diharapkan membantu meningkatkan generasi penerus. Apalagi 10 hingga 20 tahun ke depan, pemegang kendali pembangunan daerah, adalah pemuda saat ini.

‘’Syaratnya sudah diatur dalam regulasi,’’ ujar bupati. Bagi warga ingin mengakses ini, teknisnya mengcu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Muh. Kuzaini mengatakan, saat ini tengah berlangsung seleksi administrasi calon penerima beasiswa. Untuk kategori beasiswa prestasi sudah masuk 174 permohonan, dan yang lolos 72 mahasiswa.

Baca Juga :  Pilih Alun-Alun atau Taman Rajekwesi? Ini kata Milenials

Sementara untuk beasiswa satu desa dua sarjana, sudah ada 76 pengajuan. ‘’Yang lolos 31 mahasiswa,’’ katanya. Dia menambahkan, bagi mahasiswa yang ingin mengakses beasiswa tersebut masih ada peluang. Teknisnya harus mengajukan melalui surat resmi, kemudian akan diseleksi dinas pendidikan. 

Radar Bojonegoro – Verifikasi berkas beasiswa kuliah dibiayai APBD Bojonegoro cukup selektif. Ini dilakukan agar beasiswa tepat sasaran. Tak semua berkas bisa lolos.

Terutama diberikan kepada mahasiswa dari keluarga tak mampu. Dan mahasiswa dari jurusan sains. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menuturkan, beasiswa pendidikan tinggi untuk warga tak mampu satu desa dua sarjana itu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Targetnya, kedepan satu desa terdapat dua sarjana dari keluarga tak mampu dengan dibiayai APBD. Kesiapan SDM ini karena sumber daya alam (SDA) Bojonegoro cukup melimpah, baik dari sektor minyak maupun pertanian.

Sehingga angka pengangguran dan kemiskinan harus ditahan dengan peningkatan SDM. ‘’Targetnya satu desa dua sarjana dari keluarga miskin,’’ katanya kemarin.

Baca Juga :  Kemenag Gelontorkan Rp 3 Triliun Untuk Bantuan Operasional Pendidikan

Bua Anna menuturkan, sebelumnya banyak pemuda desa dari keluarga miskin ingin menempuh ke perguruan tinggi, namun terkendala biaya.

Padahal, banyak mahasiswa asal Bojonegoro berprestasi di sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di kota besar. Namun belum mendapatkan perhatian dari pemkab.

Dengan beasiswa mahasiswa miskin ini, diharapkan membantu meningkatkan generasi penerus. Apalagi 10 hingga 20 tahun ke depan, pemegang kendali pembangunan daerah, adalah pemuda saat ini.

‘’Syaratnya sudah diatur dalam regulasi,’’ ujar bupati. Bagi warga ingin mengakses ini, teknisnya mengcu Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Muh. Kuzaini mengatakan, saat ini tengah berlangsung seleksi administrasi calon penerima beasiswa. Untuk kategori beasiswa prestasi sudah masuk 174 permohonan, dan yang lolos 72 mahasiswa.

Baca Juga :  Selama PPKM, Kasus Positif Tambah Naik

Sementara untuk beasiswa satu desa dua sarjana, sudah ada 76 pengajuan. ‘’Yang lolos 31 mahasiswa,’’ katanya. Dia menambahkan, bagi mahasiswa yang ingin mengakses beasiswa tersebut masih ada peluang. Teknisnya harus mengajukan melalui surat resmi, kemudian akan diseleksi dinas pendidikan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/