alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

668 Cakades Siap Wujudkan Pilkades Damai

TUBAN – Komitmen siap kalah dan siap menang ditunjukkan seluruh calon kepala desa (cakades) dalam Ikrar Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak se-Kabupaten Tuban 2019 kemarin (18/6).

Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, penandatanganan dan pembacaan ikrar damai yang diikuti 668 cakades dari 273 desa se-Kabupaten Tuban itu disaksikan langsung bupati Fathul Huda, wakil bupati Noor Nahar Hussein, dan Wakapolres Tuban Kompol Teguh Priyo.

Ikrar damai yang disepakati seluruh cakades itu terdiri dari lima poin kesepakatan. Pertama, siap mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku atau yang terkait dengan pilkades. Kedua, siap mewujudkan pemilihan kepala desa serentak tahun 2019 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ketiga, siap melaksanakan kampanye pilkades yang tertib, damai, santun, berintegritas, dan tanpa hoax.

Keempat, siap dipilih dan tidak dipilih dalam pilkades serentak 2019 melalui proses pemilihan yang demokratis dan transparan. Terakhir, siap menerima hasil pemilihan kepala desa serentak 2019 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Santri Lamongan - Bojonegoro - Tuban Kembali ke Gontor

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Keluaraga Berencana (DPMDKB) Tuban Mahmudi menyampaikan, tujuan diadakannya ikrar damai bagi seluruh cakades merupakan upaya untuk memberikan dorongan moril bagi seluruh pihak, utamanya para calon agar menaati segala peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan pilkades. Sehingga, satu dan lainnya bisa saling menghormati dan taat terhadap norma-norma masyarakat, serta siap menerima segala konsekuensi, baik terpilih maupun tidak terpilih sebagai kepala desa.

‘’Kami harapkan, dengan ikrar damai ini semua pihak, utamanya bagi para calon dan pendukung agar sama-sama menciptakan suasana yang aman, kondusif, serta saling menghormati dan menghargai antarcalon,’’ tuturnya.

Ikrar damai yang diikuti panitia pilkades ini juga menegaskan seluruh panitia harus benar-benar jujur, adil, dan tidak memihak salah satu calon. ‘’Dan, juga selalu bekerja sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tegas Mahmudi memberikan pesan ikrar kepada seluruh panitia yang bakal bertugas mengatur jalannya pilkades serentak pada 10 Juli mendatang.

Baca Juga :  Tanpa Pengajuan Keberatan

Dalam sambutannya, bupati meminta kepada seluruh peserta atau cakades untuk menata niat dengan ikhlas. Niat yang semata-mata hanya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. ‘’Jangan sampai gara-gara pilkades memutus hubungan silaturahmi antar saudara, kerabat, dan teman. Jika itu terjadi, kita akan menyesal sendiri,’’ tegas bupati menyampaikan pesan ikrar damai yang disepakati bersama.

Bupati juga menegaskan, pembacaan dan penandatanganan ikrar damai ini bukan hanya sekadar formalitas. Tapi, merupakan janji yang betul-betul harus direalisasikan dengan tindakan. ‘’Siapa pun yang terpilih menjadi kepala desa harus tetap rendah hati. Baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung harus diajak bareng-bareng dalam membangun desa secara profesional,’’ tegasnya.

TUBAN – Komitmen siap kalah dan siap menang ditunjukkan seluruh calon kepala desa (cakades) dalam Ikrar Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak se-Kabupaten Tuban 2019 kemarin (18/6).

Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, penandatanganan dan pembacaan ikrar damai yang diikuti 668 cakades dari 273 desa se-Kabupaten Tuban itu disaksikan langsung bupati Fathul Huda, wakil bupati Noor Nahar Hussein, dan Wakapolres Tuban Kompol Teguh Priyo.

Ikrar damai yang disepakati seluruh cakades itu terdiri dari lima poin kesepakatan. Pertama, siap mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku atau yang terkait dengan pilkades. Kedua, siap mewujudkan pemilihan kepala desa serentak tahun 2019 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ketiga, siap melaksanakan kampanye pilkades yang tertib, damai, santun, berintegritas, dan tanpa hoax.

Keempat, siap dipilih dan tidak dipilih dalam pilkades serentak 2019 melalui proses pemilihan yang demokratis dan transparan. Terakhir, siap menerima hasil pemilihan kepala desa serentak 2019 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Korsleting, Dua Rumah Hangus Terbakar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Keluaraga Berencana (DPMDKB) Tuban Mahmudi menyampaikan, tujuan diadakannya ikrar damai bagi seluruh cakades merupakan upaya untuk memberikan dorongan moril bagi seluruh pihak, utamanya para calon agar menaati segala peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan pilkades. Sehingga, satu dan lainnya bisa saling menghormati dan taat terhadap norma-norma masyarakat, serta siap menerima segala konsekuensi, baik terpilih maupun tidak terpilih sebagai kepala desa.

‘’Kami harapkan, dengan ikrar damai ini semua pihak, utamanya bagi para calon dan pendukung agar sama-sama menciptakan suasana yang aman, kondusif, serta saling menghormati dan menghargai antarcalon,’’ tuturnya.

Ikrar damai yang diikuti panitia pilkades ini juga menegaskan seluruh panitia harus benar-benar jujur, adil, dan tidak memihak salah satu calon. ‘’Dan, juga selalu bekerja sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tegas Mahmudi memberikan pesan ikrar kepada seluruh panitia yang bakal bertugas mengatur jalannya pilkades serentak pada 10 Juli mendatang.

Baca Juga :  Pilkades Dijatah Rp 586 Juta

Dalam sambutannya, bupati meminta kepada seluruh peserta atau cakades untuk menata niat dengan ikhlas. Niat yang semata-mata hanya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. ‘’Jangan sampai gara-gara pilkades memutus hubungan silaturahmi antar saudara, kerabat, dan teman. Jika itu terjadi, kita akan menyesal sendiri,’’ tegas bupati menyampaikan pesan ikrar damai yang disepakati bersama.

Bupati juga menegaskan, pembacaan dan penandatanganan ikrar damai ini bukan hanya sekadar formalitas. Tapi, merupakan janji yang betul-betul harus direalisasikan dengan tindakan. ‘’Siapa pun yang terpilih menjadi kepala desa harus tetap rendah hati. Baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung harus diajak bareng-bareng dalam membangun desa secara profesional,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/