alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Disdukcapil Petakan Warga, Tim Gabungan Razia Tempat Kos

KOTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengumpulkan data terkait kepergian warga Lamongan ke luar negeri. Data itu bisa dijadikan penelusuran dugaan adanya jaringan jamaah anshorut daulah (JAD) di Lamongan yang diendus kepolisian. ‘’Kami siap membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan,’’ kata Kepala Disdukcapil Lamongan, Sugeng Widodo, Kamis (17/5).

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan warga Lamongan yang berangkat dan pulang dari Syria. Namun, sesuai temuannya di lapangan, tidak ada warga yang berangkat ke Syria dalam beberapa bulan terakhir. Sugeng menduga, mereka tidak menjadikan Syria sebagai negara tujuan pertama. Namun, ada negara lain yang dikunjungi sebelum ke Syria.

‘’Ada itu ke Malaysia dulu, tapi setelah itu baru gabung ke kelompok mereka,’’ ujarnya menduga.

Baca Juga :  Penyebaran Covid di Lamongan Bergeser ke Desa Lopang

Menurut Sugeng, data di kantornya sampai saat ini belum ditemukan secara detail tentang warga yang di dalam KTP menyebutkan ikut jaringan JAD. Namun, pernah ada beberapa warga pulang dari Syria yang sebelumnya diduga ikut terlibat jaringan ISIS. Namun saat ini sudah bergabung dengan masyarakat. 

Sementara itu, Polres Lamongan bersama anggota TNI merazia tempat kos kamis siang (17/5). Rinciannya, dua tempat kos di Jalan Panglima Sudirman dan satu tempat kos di Kelurahan Sukorejo, Lamongan. ‘’Semua pemilik kos sudah diberikan pengarahan terkait adanya warga yang ingin kos atau yang sudah lama tentu pemilik mengetahui asal usulnya dan lainnya,’’ ujar Kabag Ops Polres Lamongan, Kompol Slamet. 

Baca Juga :  Pilkada, Demokrat Tunggu Instruksi Pusat

‘’Sementara ini tidak ditemukan apa – apa saat dilakukan razia. Hanya ada satu orang yang memiliki KTP lama dilakukan peneguran untuk mengurus yang baru,’’ imbuh mantan Kapolsek Kota ini.

Menurut dia, untuk membantu pencegahan teroris, pemilik kos harus sigap. Jika ada yang mencurigakan, maka diminta berkoordinasi dengan polres setempat. ‘’Saya sudah berpesan kepada pemilik tempat kos agar melakukan pendataan setiap kali pengunjung baru,’’ katanya.

KOTA – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengumpulkan data terkait kepergian warga Lamongan ke luar negeri. Data itu bisa dijadikan penelusuran dugaan adanya jaringan jamaah anshorut daulah (JAD) di Lamongan yang diendus kepolisian. ‘’Kami siap membantu jika sewaktu-waktu dibutuhkan,’’ kata Kepala Disdukcapil Lamongan, Sugeng Widodo, Kamis (17/5).

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan warga Lamongan yang berangkat dan pulang dari Syria. Namun, sesuai temuannya di lapangan, tidak ada warga yang berangkat ke Syria dalam beberapa bulan terakhir. Sugeng menduga, mereka tidak menjadikan Syria sebagai negara tujuan pertama. Namun, ada negara lain yang dikunjungi sebelum ke Syria.

‘’Ada itu ke Malaysia dulu, tapi setelah itu baru gabung ke kelompok mereka,’’ ujarnya menduga.

Baca Juga :  Tambahkan Satu TPS di Lapas

Menurut Sugeng, data di kantornya sampai saat ini belum ditemukan secara detail tentang warga yang di dalam KTP menyebutkan ikut jaringan JAD. Namun, pernah ada beberapa warga pulang dari Syria yang sebelumnya diduga ikut terlibat jaringan ISIS. Namun saat ini sudah bergabung dengan masyarakat. 

Sementara itu, Polres Lamongan bersama anggota TNI merazia tempat kos kamis siang (17/5). Rinciannya, dua tempat kos di Jalan Panglima Sudirman dan satu tempat kos di Kelurahan Sukorejo, Lamongan. ‘’Semua pemilik kos sudah diberikan pengarahan terkait adanya warga yang ingin kos atau yang sudah lama tentu pemilik mengetahui asal usulnya dan lainnya,’’ ujar Kabag Ops Polres Lamongan, Kompol Slamet. 

Baca Juga :  Penyebaran Covid di Lamongan Bergeser ke Desa Lopang

‘’Sementara ini tidak ditemukan apa – apa saat dilakukan razia. Hanya ada satu orang yang memiliki KTP lama dilakukan peneguran untuk mengurus yang baru,’’ imbuh mantan Kapolsek Kota ini.

Menurut dia, untuk membantu pencegahan teroris, pemilik kos harus sigap. Jika ada yang mencurigakan, maka diminta berkoordinasi dengan polres setempat. ‘’Saya sudah berpesan kepada pemilik tempat kos agar melakukan pendataan setiap kali pengunjung baru,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/