alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Bisnis Dadakan Takjil Diarahkan Tak Musiman

KAPAS – Ramadan menjadi momentum untuk membuka peluang bisnis. Bisnis ini bisa muncul dadakan. Yakni, membuka lapak dan menjual takjil berbuka. Ternyata, bisnis dadakan tak hanya dilakukan di perkotaan saja. Namun, sudah merambah masyarakat kawasan di pedesaan. Misalnya, sekitaran Pasar Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas. Setiap sore, di sekitar pasar tersebut banyak berjajar para pedagang membuka lapak menjajakan takjil.

Para pedagang pun menempatkan barang dagangannya begitu sederhana. Cukup dengan meja mereka sudah bisa berjualan aneka kudapan dan minuman. Ternyata, terdapat daya beli konsumen. Menurut Dosen Komunikasi Bisnis Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban Seviyanti Fikroh, adanya bisnis dadakan saat Ramadan itu memang lumrah. Tak hanya di kota kecil. Melainkan, di kota besar pun banyak didapati.

Baca Juga :  Tiga Anak di Bawah Umur Terlibat Penganiayaan

“Mereka itu telah membaca peluang,” kata dia. Dia mengatakan, hasil dari penjualan itu bisa digunakan untuk Lebaran ataupun untuk persiapan sekolah. Sebab, saat ini menjelang penerimaan siswa baru atau tahun ajaran baru. “Bisa untuk tambahan kan,” terang dia. Ada saran bagi para penjaja kudapan itu, kata Sevi, jika konsumen banyak yang suka sebaiknya bisa diteruskan dan digunakan untuk bisnis lanjutan. Jika, bisa dikelola dengan baik akan bermanfaat bagi ekonomi keluarga. 

KAPAS – Ramadan menjadi momentum untuk membuka peluang bisnis. Bisnis ini bisa muncul dadakan. Yakni, membuka lapak dan menjual takjil berbuka. Ternyata, bisnis dadakan tak hanya dilakukan di perkotaan saja. Namun, sudah merambah masyarakat kawasan di pedesaan. Misalnya, sekitaran Pasar Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas. Setiap sore, di sekitar pasar tersebut banyak berjajar para pedagang membuka lapak menjajakan takjil.

Para pedagang pun menempatkan barang dagangannya begitu sederhana. Cukup dengan meja mereka sudah bisa berjualan aneka kudapan dan minuman. Ternyata, terdapat daya beli konsumen. Menurut Dosen Komunikasi Bisnis Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban Seviyanti Fikroh, adanya bisnis dadakan saat Ramadan itu memang lumrah. Tak hanya di kota kecil. Melainkan, di kota besar pun banyak didapati.

Baca Juga :  Libur Lima Hari, Pemain Wajib Jalani ''PR''

“Mereka itu telah membaca peluang,” kata dia. Dia mengatakan, hasil dari penjualan itu bisa digunakan untuk Lebaran ataupun untuk persiapan sekolah. Sebab, saat ini menjelang penerimaan siswa baru atau tahun ajaran baru. “Bisa untuk tambahan kan,” terang dia. Ada saran bagi para penjaja kudapan itu, kata Sevi, jika konsumen banyak yang suka sebaiknya bisa diteruskan dan digunakan untuk bisnis lanjutan. Jika, bisa dikelola dengan baik akan bermanfaat bagi ekonomi keluarga. 

Artikel Terkait

Most Read

Suporter Berulah Siap Bayar Denda

Berharap Lamongan Makin Maju

8 Gol Kukuhkan Puncak Klasemen

Artikel Terbaru

/