alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bawaslu Sementara Klaim tanpa Kecurangan

PEMILU serentak di Tuban tahun ini diklaim paling mulus. Hingga kemarin (18/4), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban mengaku belum menemukan satu pun pelanggaran, seperti money politics (politik uang), intimidasi calon, atau kecurangan lain.

Divisi Penindakan Pelanggaraan Bawaslu Tuban Ulil Absor Almahmud mengatakan, relatif bersihnya pesta demokrasi di Bumi Wali tahun ini salah satunya mengacu dari bersihnya laporan dari masyarakat terkait pelanggaran. Juga, berdasarkan hasil pengawasan dan patroli antipolitik uang. ‘’Tidak ditemukan adanya temuan maupun laporan, meski kami yakin masih ada,’’ tegas dia.

Ulil mengatakan, secara umum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di Tuban berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Diakuinya, di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) masih ada sejumlah hambatan seperti kekurangan form C dan kesalahan penulisan nama pemilih.

Laporan dugaan kecurangan di sejumlah TPS pun diterima. Namun, setelah dicek ke lokasi, laporan tersebut ternyata palsu.

Pasca pemungutan suara, lanjut dia, Bawaslu mengimbau kepada pendukung masing-masing capres-cawapres untuk tetap bersabar menunggu hasil real count selesai. Setelah tahapan pungut hitung, kata Ulil, masih ada tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Kemudian dilanjutkan penetapan. ‘’Kami berharap semua pihak turut serta melakukan pengawasan terhadap sisa tahapan pemilu hingga penetapan KPU’’ tegas mantan aktivitas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Baca Juga :  Lihat Kolam, Ingin Berenang

Ulil mengatakan, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk terus melakukan pengawasan terhadap sisa tahapan pemilu. Sebab, masih ada potensi kecurangan. Jika masih ditemukan adanya dugaan pelanggaran, mantan ketua Panwascam Senori ini berharap masyarakat langsung melapor ke petugas. ‘’Pasca pungut hitung masih ada tahapan rekap dan penetapan. Dan, potensi pelanggaran atau keberatan serta gugatan dari beberapa pihak masih ada,’’ kata  alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu. 

Klaim pemilu di Bumi Wali yang aman dan kondusif juga disampaikan Polres Tuban. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, hingga kemarin,  belum ditemukan potensi konflik atau gangguan pada sisa tahapan pesta demokrasi. Meski kondusif, dia memastikan kepolisian tak lengah. Sebab, tahapan pemilu masih menyisakan final penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga :  Bank Mantap Sosialisasikan Ketaspenan bagi Calon Pensiun

Sesuai hasil pemetaan sebelum pemilu, terang Nanang, Tuban tak masuk zona rawan. Meski demikian, sebelum dan selama pemilu, dia rajin turun ke lapangan untuk mengecek lokasi-lokasi pencoblosan sekaligus memastikan seluruh warga mendapat haknya untuk memilih. ‘’Hasil pantauan saya, seluruh warga menikmati pesta demokrasi,’’ tutur perwira dengan pangkat melati dua di pundak itu.

Meski demikian, Nanang tetap menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tetap waspada hingga penghitungan suara selesai. Terutama dalam mengamankan pergeseran surat suara. Mulai dari balai desa, kantor kecamatan, hingga ke kabupaten. Dia memastikan seluruh proses tersebut dijaga ketat. ‘’Seluruh petugas masih mengawal hingga proses penghitungan selesai,” tutur perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini.

Perlu diketahui, sebanyak 540 personel diturunkan untuk pengamanan 3.917 TPS se-Kabupaten Tuban. Itu artinya, 1 personel polisi  ditugaskan mengamankan 7 TPS. Rasio tersebut tentu sangat berat, sebab polisi ditugaskan mengamankan TPS mulai pendistribusian kertas suara hingga penghitungan selesai. Personel yang dilibatkan dari lintas fungsi. Mulai satreskrim, binmas, dalmas, samapta, satlantas, dan satuan lain.

PEMILU serentak di Tuban tahun ini diklaim paling mulus. Hingga kemarin (18/4), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban mengaku belum menemukan satu pun pelanggaran, seperti money politics (politik uang), intimidasi calon, atau kecurangan lain.

Divisi Penindakan Pelanggaraan Bawaslu Tuban Ulil Absor Almahmud mengatakan, relatif bersihnya pesta demokrasi di Bumi Wali tahun ini salah satunya mengacu dari bersihnya laporan dari masyarakat terkait pelanggaran. Juga, berdasarkan hasil pengawasan dan patroli antipolitik uang. ‘’Tidak ditemukan adanya temuan maupun laporan, meski kami yakin masih ada,’’ tegas dia.

Ulil mengatakan, secara umum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di Tuban berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Diakuinya, di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) masih ada sejumlah hambatan seperti kekurangan form C dan kesalahan penulisan nama pemilih.

Laporan dugaan kecurangan di sejumlah TPS pun diterima. Namun, setelah dicek ke lokasi, laporan tersebut ternyata palsu.

Pasca pemungutan suara, lanjut dia, Bawaslu mengimbau kepada pendukung masing-masing capres-cawapres untuk tetap bersabar menunggu hasil real count selesai. Setelah tahapan pungut hitung, kata Ulil, masih ada tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten. Kemudian dilanjutkan penetapan. ‘’Kami berharap semua pihak turut serta melakukan pengawasan terhadap sisa tahapan pemilu hingga penetapan KPU’’ tegas mantan aktivitas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Baca Juga :  Kerukunan Pemilu Masyarakat Samin

Ulil mengatakan, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk terus melakukan pengawasan terhadap sisa tahapan pemilu. Sebab, masih ada potensi kecurangan. Jika masih ditemukan adanya dugaan pelanggaran, mantan ketua Panwascam Senori ini berharap masyarakat langsung melapor ke petugas. ‘’Pasca pungut hitung masih ada tahapan rekap dan penetapan. Dan, potensi pelanggaran atau keberatan serta gugatan dari beberapa pihak masih ada,’’ kata  alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu. 

Klaim pemilu di Bumi Wali yang aman dan kondusif juga disampaikan Polres Tuban. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono menegaskan, hingga kemarin,  belum ditemukan potensi konflik atau gangguan pada sisa tahapan pesta demokrasi. Meski kondusif, dia memastikan kepolisian tak lengah. Sebab, tahapan pemilu masih menyisakan final penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga :  Penyakit Masyarakat, Seminggu Garuk 10 Penjudi

Sesuai hasil pemetaan sebelum pemilu, terang Nanang, Tuban tak masuk zona rawan. Meski demikian, sebelum dan selama pemilu, dia rajin turun ke lapangan untuk mengecek lokasi-lokasi pencoblosan sekaligus memastikan seluruh warga mendapat haknya untuk memilih. ‘’Hasil pantauan saya, seluruh warga menikmati pesta demokrasi,’’ tutur perwira dengan pangkat melati dua di pundak itu.

Meski demikian, Nanang tetap menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tetap waspada hingga penghitungan suara selesai. Terutama dalam mengamankan pergeseran surat suara. Mulai dari balai desa, kantor kecamatan, hingga ke kabupaten. Dia memastikan seluruh proses tersebut dijaga ketat. ‘’Seluruh petugas masih mengawal hingga proses penghitungan selesai,” tutur perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini.

Perlu diketahui, sebanyak 540 personel diturunkan untuk pengamanan 3.917 TPS se-Kabupaten Tuban. Itu artinya, 1 personel polisi  ditugaskan mengamankan 7 TPS. Rasio tersebut tentu sangat berat, sebab polisi ditugaskan mengamankan TPS mulai pendistribusian kertas suara hingga penghitungan selesai. Personel yang dilibatkan dari lintas fungsi. Mulai satreskrim, binmas, dalmas, samapta, satlantas, dan satuan lain.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/