alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Areal Tembakau Diproyeksikan Meningkat

BOJONEGORO – Menghadapi musim tanam mendatang, areal lahan tembakau di Bojonegoro diproyeksikan naik menjadi 9.000 hingga 12.000 hektare. Dari luas tahun lalu yang hanya 8.930 hektare. “Total luas lahan yang panen tahun lalu mencapai 8.930 hektare. Diperkirakan secara psikologis para petani akan lebih banyak yang tertarik menanam tembakau tahun ini. Sehingga, target luas tanam ditingkatkan. Setidaknya minimal 9.000 hektare hingga 12 ribu hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Bojonegoro, Imam Wahyudi rabu (18/4).

Pria yang akrab dipanggil Imam pun mengungkapkan, disperta siap membagikan empat varietas benih tembakau gratis bagi para petani. Syaratnya mengajukan surat permohonan bantuan benih tembakau ke disperta dan diketahui oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kepala desa. Menurut dia, empat varietas benih itu yakni Bojonegoro 1 (T45), Koker (K326), Grompol Jatim, dan Bligon. Keempatnya sudah lolos uji varietas. “Kami siapkan 416 ton benih tembakau.

Baca Juga :  Diserang Hama, Petani Tembakau Was-Was

Per hektare akan diberi 10 gram, benihnya sangat cukup,” tukasnya. Seperti tahun sebelumnya, lanjut dia, petani diarahkan agar mulai tanam antara Mei hingga Juni. Sehingga, diperkirakan pada September sudah panen raya. Apabila ada yang lewat jadwal tersebut, ditakutkan akan gagal panen. “Karena akhir September biasanya sudah mulai musim penghujan dan itu tidak baik untuk tanaman tembakau,” terangnya. Sedangkan dari segi harga, ujar dia, sejak tahun lalu fl uktuatif.

Diprediksi harga tembakau daun kering tak jauh beda dengan tahun lalu, yakni kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. Dia menambahkan, disperta juga telah melakukan rapat koordinasi dengan pabrikan dan pengusaha rokok di Bojonegoro. Ada tiga pabrikan rokok yang siap menyerap tembakau Bojonegoro, masing-masing 1.500 ton. Masih banyak pabrikan yang belum mengajukan target penyerapannya. “Pabrikan-pabrikan besar masih ada yang belum laporan ke kami. Kemungkinan laporannya saat awal tanam baru. Biasanya masih menunggu instruksi dari pusat pabrikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Baru Dua Pabrikan yang Buka

BOJONEGORO – Menghadapi musim tanam mendatang, areal lahan tembakau di Bojonegoro diproyeksikan naik menjadi 9.000 hingga 12.000 hektare. Dari luas tahun lalu yang hanya 8.930 hektare. “Total luas lahan yang panen tahun lalu mencapai 8.930 hektare. Diperkirakan secara psikologis para petani akan lebih banyak yang tertarik menanam tembakau tahun ini. Sehingga, target luas tanam ditingkatkan. Setidaknya minimal 9.000 hektare hingga 12 ribu hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Bojonegoro, Imam Wahyudi rabu (18/4).

Pria yang akrab dipanggil Imam pun mengungkapkan, disperta siap membagikan empat varietas benih tembakau gratis bagi para petani. Syaratnya mengajukan surat permohonan bantuan benih tembakau ke disperta dan diketahui oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kepala desa. Menurut dia, empat varietas benih itu yakni Bojonegoro 1 (T45), Koker (K326), Grompol Jatim, dan Bligon. Keempatnya sudah lolos uji varietas. “Kami siapkan 416 ton benih tembakau.

Baca Juga :  Satu Pabrikan Mundur, Belum Pastikan Serapan Tembakau

Per hektare akan diberi 10 gram, benihnya sangat cukup,” tukasnya. Seperti tahun sebelumnya, lanjut dia, petani diarahkan agar mulai tanam antara Mei hingga Juni. Sehingga, diperkirakan pada September sudah panen raya. Apabila ada yang lewat jadwal tersebut, ditakutkan akan gagal panen. “Karena akhir September biasanya sudah mulai musim penghujan dan itu tidak baik untuk tanaman tembakau,” terangnya. Sedangkan dari segi harga, ujar dia, sejak tahun lalu fl uktuatif.

Diprediksi harga tembakau daun kering tak jauh beda dengan tahun lalu, yakni kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. Dia menambahkan, disperta juga telah melakukan rapat koordinasi dengan pabrikan dan pengusaha rokok di Bojonegoro. Ada tiga pabrikan rokok yang siap menyerap tembakau Bojonegoro, masing-masing 1.500 ton. Masih banyak pabrikan yang belum mengajukan target penyerapannya. “Pabrikan-pabrikan besar masih ada yang belum laporan ke kami. Kemungkinan laporannya saat awal tanam baru. Biasanya masih menunggu instruksi dari pusat pabrikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Workshop dan Pengukuhan Garda Pemuda Nasdem

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/