alexametrics
23.1 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Raperda RTRW Kaji Penempatan Wisata

Radar Bojonegoro – Rencana tata ruang wilayah (RTRW) menetapkan 10 jenis kawasan wisata. Mulai wisata alam hingga wisata buatan. Namun, dikhawatirkan kawasan wisata itu cepat mengalami perubahan. Anggota Pansus RTRW DPRD Bojonegoro Sutikno menjelaskan, pada draf raperda RTRW sudah ditentukan kawasan-kawasan itu.

Misalnya, kawasan wisata alam ditetapkan di 17 lokasi. Sedangkan, wisata buatan ditetapkan di 16 lokasi. Menurut Sutikno, jumlah itu diperkirakan bisa bertambah. Sebab, saat ini perkembangan wisata begitu cepat. Desa-desa awalnya tidak memiliki wisata akhir-akhir ini banyak yang mendirikan. ‘’Karena itu, jumlah lokasi wisata ini berpotensi tambah,’’ jelasnya.

Wisata alam masuk raperda RTRW adalah Gunungwatu di Kecamatan Gondang, Kahyangan Api di Ngasem, hingga Gua Kikik di Kecamatan Malo. Sedangkan, yang masuk wisata buatan di antaranya Go Fun, hingga taman taman di Bojonegoro Kota.

Baca Juga :  APBDes Molor Berpotensi Penyelewengan

Politikus asal Kecamatan Kedungadem itu melanjutkan, bidang pariwisata sangat dinamis. Kawasan kawasan awalnya tidak ada potensi wisata, bisa muncul potensi baru. ‘’Biasanya wisata buatan kerap muncul. Terutama di desa-desa,’’ ujar politikus PKB itu.

Ketua Pansus RTRW Sigit Kushariyanto mengatakan, kawasan wisata masih akan melakukan penambahan. Sebab, beberapa kecamatan masih ada yang berpotensi memiliki wisata. Potensi mendirikan wisata baru.

Menurut dia, perda RTRW itu akan diperbaharui setiap lima tahun sekali. Jangka waktu lima tahun dinilai sudah banyak perubahan perubahan. ‘’Karena itu perda ini akan dilakukan perubahan lima tahun sekali,’’ jelasnya. Perda RTRW harus menyesuaikan kondisi terkini. Sehingga, perda RTRW tidak kaku. Misalnya, ketika ada proyek strategis nasional (PSN) baru, perda RTRW harus disesuaikan.

Baca Juga :  Benahi Truk, Tertabrak Truk, Tewas

Radar Bojonegoro – Rencana tata ruang wilayah (RTRW) menetapkan 10 jenis kawasan wisata. Mulai wisata alam hingga wisata buatan. Namun, dikhawatirkan kawasan wisata itu cepat mengalami perubahan. Anggota Pansus RTRW DPRD Bojonegoro Sutikno menjelaskan, pada draf raperda RTRW sudah ditentukan kawasan-kawasan itu.

Misalnya, kawasan wisata alam ditetapkan di 17 lokasi. Sedangkan, wisata buatan ditetapkan di 16 lokasi. Menurut Sutikno, jumlah itu diperkirakan bisa bertambah. Sebab, saat ini perkembangan wisata begitu cepat. Desa-desa awalnya tidak memiliki wisata akhir-akhir ini banyak yang mendirikan. ‘’Karena itu, jumlah lokasi wisata ini berpotensi tambah,’’ jelasnya.

Wisata alam masuk raperda RTRW adalah Gunungwatu di Kecamatan Gondang, Kahyangan Api di Ngasem, hingga Gua Kikik di Kecamatan Malo. Sedangkan, yang masuk wisata buatan di antaranya Go Fun, hingga taman taman di Bojonegoro Kota.

Baca Juga :  Komisi C Sayangkan Andris Tak Bisa Ikut UNBK

Politikus asal Kecamatan Kedungadem itu melanjutkan, bidang pariwisata sangat dinamis. Kawasan kawasan awalnya tidak ada potensi wisata, bisa muncul potensi baru. ‘’Biasanya wisata buatan kerap muncul. Terutama di desa-desa,’’ ujar politikus PKB itu.

Ketua Pansus RTRW Sigit Kushariyanto mengatakan, kawasan wisata masih akan melakukan penambahan. Sebab, beberapa kecamatan masih ada yang berpotensi memiliki wisata. Potensi mendirikan wisata baru.

Menurut dia, perda RTRW itu akan diperbaharui setiap lima tahun sekali. Jangka waktu lima tahun dinilai sudah banyak perubahan perubahan. ‘’Karena itu perda ini akan dilakukan perubahan lima tahun sekali,’’ jelasnya. Perda RTRW harus menyesuaikan kondisi terkini. Sehingga, perda RTRW tidak kaku. Misalnya, ketika ada proyek strategis nasional (PSN) baru, perda RTRW harus disesuaikan.

Baca Juga :  APBDes Molor Berpotensi Penyelewengan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/