alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Enam Kursi Direbut 80 Caleg

BOJONEGORO – Sebanyak 80 calon legislatif (caleg) DPR-RI bersaing memperebutkan jatah enam kursi daerah pemilihan (Dapil ) Jatim IX (Bojonegoro-Tuban). Persaingan ketat terasa karena enam caleg petahana juga maju semua. Persaingan dapil ini menjadi panas, karena terdapat mantan bupati dan wakil bupati (wabup) ikut bersaing.

Seperti Suyoto dan Setyo Hartono, mantan Bupati dan Wabup Bojonegoro. Juga, Haeny Relawati, mantan Bupati Tuban. Serta, Basuki mantan calon bupati (cabup). “Cukup ketat, karena mantan bupati dan wakil bupati juga terdaftar sebagai caleg (dapil IX),” kata Divisi Teknis dan Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Fatkhur Rohman kemarin (18/3).

Sementara itu, Suyoto mulai intensif keliling menyapa dan relawan yang terbentuk. “Saya mengajak Pemilu 17 April sebagai momentun membuka peluang memperjuangkan agenda perbaikan hidup bersama,” katanya.

“10 tahun saya memimpin Bojonegoro, mendengar dan melayani rakyat cukup menjadi referensi kesungguhan dan tekad demi rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Disinggung berangkatnya dari Partai Nasdem, meskipun sebelumnya dia menjabat sebagai Bupati dari PAN? Suyoto menilai itu sebuah tantangan. Karena selama ini Nasdem belum pernah merebut kursi di DPR RI dari Dapil Bojonegoro-Tuban. Dia optimistis Nasdem nanti lolos parliamentary threshold (PT).

Baca Juga :  Bongkar Paving Diganti Granit

Sementara itu, Setyo Hartono tetap berusaha maksimal merebut dukungan dari pemilih. Saat ini dia lebih fokus di Tuban, karena untuk Bojonegoro dia anggap sudah tuntas. Bekal selama 10 tahun menjadi wabup. “Ini sedang di Tuban,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Melihat pertarungan perang mantan petarung pilkada, di Dapil Jatim IX, dia melihat sebuah kemajuan. Alasannya, putra daerah ikut berjuang memperjuangkan daerahnya. Karena selama ini, anggota DPR RI yang terpilih dari dapil IX, mayoritas dari luar daerah.

Agus Maimun, salah satu caleg PAN yang sebelumnya dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Timur ini juga meramaikan persaingan. Dia tetap optimistis akan berhasil duduk di kursi Senayan. “Saya sudah dua kali, dapilnya sama, jadi itu hal biasa,” ujarnya.

Dia tetap optimistis PAN di Pemilu 2019 lolos PT. “Biasa, disurvei beberapa lembaga tak lolos PT, tapi buktinya setelah pemilu selalu di atasnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Bambang Budi Susanto, caleg PAN saat ini duduk di kursi DPR RI menjalani pemilu dengan riang. Dia sadar tidak berlatar belakang dari politik. Anggota DPR RI dari pergantian antarwaktu (PAW) itu mengklaim telah membawa beberapa program bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dibawa ke dapilnya.

Baca Juga :  Sektor UMKM Dituntut Banyak Inovasi

Sementara itu, Mukhlisin caleg PPP juga ikut berjuang merebut kursi DPR RI Dapil Bojonegoro-Tuban. Dia optimistis bisa merebut kursi DPR dengan modal pengalaman Pemilu 2014 yang mengantarkannya menjadi legislator. Hanya, Pemilu 2014 dia di Dapil Jawa Tengah, meliputi Kudus, Jepara, dan Demak.

“Saya orang baru di dapil sini (Bojonegoro-Tuban), tapi  ini sudah saya lakukan pada Pemilu 2014 lalu,” ujarnya.

Mukhlisin optimistis bisa mengembalikan kepercayaan kepada masyarakat meski sebelumnya ketua PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Partai berpengaruh, tapi yang lebih dilihat oleh masyarakat itu sosok caleg,” tegasnya.

Lukman Khakim, caleg DPR RI petahana dari PKB mengaku menjalankan kompetisi secara sehat. Dia lebih banyak di Bojonegoro karena jumlah kecamatannya lebih banyak dibanding Tuban.

Sementara itu, Farida Hidayati salah satu caleg PKB DPR RI yang baru ikut berkompetisi di Bojonegoro dan Tuban, masih enggan memberikan komentar banyak ketika dikonfirmasi via sambungan pesan pendek seluler.

BOJONEGORO – Sebanyak 80 calon legislatif (caleg) DPR-RI bersaing memperebutkan jatah enam kursi daerah pemilihan (Dapil ) Jatim IX (Bojonegoro-Tuban). Persaingan ketat terasa karena enam caleg petahana juga maju semua. Persaingan dapil ini menjadi panas, karena terdapat mantan bupati dan wakil bupati (wabup) ikut bersaing.

Seperti Suyoto dan Setyo Hartono, mantan Bupati dan Wabup Bojonegoro. Juga, Haeny Relawati, mantan Bupati Tuban. Serta, Basuki mantan calon bupati (cabup). “Cukup ketat, karena mantan bupati dan wakil bupati juga terdaftar sebagai caleg (dapil IX),” kata Divisi Teknis dan Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro Fatkhur Rohman kemarin (18/3).

Sementara itu, Suyoto mulai intensif keliling menyapa dan relawan yang terbentuk. “Saya mengajak Pemilu 17 April sebagai momentun membuka peluang memperjuangkan agenda perbaikan hidup bersama,” katanya.

“10 tahun saya memimpin Bojonegoro, mendengar dan melayani rakyat cukup menjadi referensi kesungguhan dan tekad demi rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Disinggung berangkatnya dari Partai Nasdem, meskipun sebelumnya dia menjabat sebagai Bupati dari PAN? Suyoto menilai itu sebuah tantangan. Karena selama ini Nasdem belum pernah merebut kursi di DPR RI dari Dapil Bojonegoro-Tuban. Dia optimistis Nasdem nanti lolos parliamentary threshold (PT).

Baca Juga :  Dapat Jatah untuk 1.287 Siswa

Sementara itu, Setyo Hartono tetap berusaha maksimal merebut dukungan dari pemilih. Saat ini dia lebih fokus di Tuban, karena untuk Bojonegoro dia anggap sudah tuntas. Bekal selama 10 tahun menjadi wabup. “Ini sedang di Tuban,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Melihat pertarungan perang mantan petarung pilkada, di Dapil Jatim IX, dia melihat sebuah kemajuan. Alasannya, putra daerah ikut berjuang memperjuangkan daerahnya. Karena selama ini, anggota DPR RI yang terpilih dari dapil IX, mayoritas dari luar daerah.

Agus Maimun, salah satu caleg PAN yang sebelumnya dua periode menjadi anggota DPRD Jawa Timur ini juga meramaikan persaingan. Dia tetap optimistis akan berhasil duduk di kursi Senayan. “Saya sudah dua kali, dapilnya sama, jadi itu hal biasa,” ujarnya.

Dia tetap optimistis PAN di Pemilu 2019 lolos PT. “Biasa, disurvei beberapa lembaga tak lolos PT, tapi buktinya setelah pemilu selalu di atasnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Bambang Budi Susanto, caleg PAN saat ini duduk di kursi DPR RI menjalani pemilu dengan riang. Dia sadar tidak berlatar belakang dari politik. Anggota DPR RI dari pergantian antarwaktu (PAW) itu mengklaim telah membawa beberapa program bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dibawa ke dapilnya.

Baca Juga :  Belajar Biologi Itu Menyenangkan

Sementara itu, Mukhlisin caleg PPP juga ikut berjuang merebut kursi DPR RI Dapil Bojonegoro-Tuban. Dia optimistis bisa merebut kursi DPR dengan modal pengalaman Pemilu 2014 yang mengantarkannya menjadi legislator. Hanya, Pemilu 2014 dia di Dapil Jawa Tengah, meliputi Kudus, Jepara, dan Demak.

“Saya orang baru di dapil sini (Bojonegoro-Tuban), tapi  ini sudah saya lakukan pada Pemilu 2014 lalu,” ujarnya.

Mukhlisin optimistis bisa mengembalikan kepercayaan kepada masyarakat meski sebelumnya ketua PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Partai berpengaruh, tapi yang lebih dilihat oleh masyarakat itu sosok caleg,” tegasnya.

Lukman Khakim, caleg DPR RI petahana dari PKB mengaku menjalankan kompetisi secara sehat. Dia lebih banyak di Bojonegoro karena jumlah kecamatannya lebih banyak dibanding Tuban.

Sementara itu, Farida Hidayati salah satu caleg PKB DPR RI yang baru ikut berkompetisi di Bojonegoro dan Tuban, masih enggan memberikan komentar banyak ketika dikonfirmasi via sambungan pesan pendek seluler.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/