alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Aplikasi Ringan, Simulasi Tryout CBT MI Lancar

LAMONGAN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Se-Kabupaten Lamongan secara bersamaan melakukan simulasi aplikasi tryout berbasis komputer (computer based test) Senin (18/3). Prefil aplikasi yang telah dibagikan tim IT Jawa Pos Radar Lamongan diujicobakan melalui perangkat komputer maupun smartphone.

Simulasi aplikasi ini dilaksanakan hingga besok (20/3) sebagai persiapan pelaksanaan Tryout Kejujuran CBT, 26 – 28 Maret nanti.

Proktor MI Muhammadiyah Latukan, Karanggeneng, Damanhuri, mengatakan, simulasi aplikasi tryout di lembaganya berjalan lancer. Hanya satu mata pelajaran (mapel) dulu yang dicoba. Simulasi itu dilakukan di sela-sela jam pelajaran berlangsung. Dia menilai, tryout CBT nanti bersifat semionline.

‘’Soal-soal yang dikerjakan siswa sifatnya offline. Jadi kami tidak perlu khawatir seandainya ada permasalahan dengan jaringan internet. Aplikasinya juga ringan dan kapasitasnya tidak besar. Kami justru berharap spesifikasi servernya tidak bermasalah nantinya,’’ harap Damanhuri kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  THR di Lamongan Dicairkan Maksimal H-7

MI yang melakukan simulasi tryout menggunakan smartphone juga merasakan hal yang sama. Simulasi tryout dengan soal satu mapel dapat berjalan lancar.

‘’Sebelumnya sempat khawatir kalau simulasinya tidak berhasil. Kebetulan jaringan wifi di sekolah kami sedang error. Alhamdulillah, anak-anak justru merasa enjoy saat mencoba. Karena pakai smartphone justru membuat lebih rileks ketika mengerjakan tryout nanti,’’ kata Proktor MI Tarbiyatul Ulum Kedungpring, Rofikul Ihsan.

Sementara itu, tim IT Jawa Pos Radar Lamongan, Nanang, mengingatkan kepada seluruh MI untuk memerhatikan jadwal sinkronisasi aplikasi dan server. Sebab saat pertama kali dicoba, banyak lembaga yang mengalami masalah saat mensinkronkan aplikasi.

‘’Berdasarkan laporan dari seluruh lembaga sudah lancar. Yang terpenting saat menjalankan aplikasinya harus sesuai jadwal, supaya sinkron antara aplikasi dan servernya,’’ ujar Nanang.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19 Varian Omicron Merebak, Meminimalisasi Mobilitas

LAMONGAN – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM MI) Se-Kabupaten Lamongan secara bersamaan melakukan simulasi aplikasi tryout berbasis komputer (computer based test) Senin (18/3). Prefil aplikasi yang telah dibagikan tim IT Jawa Pos Radar Lamongan diujicobakan melalui perangkat komputer maupun smartphone.

Simulasi aplikasi ini dilaksanakan hingga besok (20/3) sebagai persiapan pelaksanaan Tryout Kejujuran CBT, 26 – 28 Maret nanti.

Proktor MI Muhammadiyah Latukan, Karanggeneng, Damanhuri, mengatakan, simulasi aplikasi tryout di lembaganya berjalan lancer. Hanya satu mata pelajaran (mapel) dulu yang dicoba. Simulasi itu dilakukan di sela-sela jam pelajaran berlangsung. Dia menilai, tryout CBT nanti bersifat semionline.

‘’Soal-soal yang dikerjakan siswa sifatnya offline. Jadi kami tidak perlu khawatir seandainya ada permasalahan dengan jaringan internet. Aplikasinya juga ringan dan kapasitasnya tidak besar. Kami justru berharap spesifikasi servernya tidak bermasalah nantinya,’’ harap Damanhuri kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Cek Ulang Patok Jalan Lingkar Utara Lamongan

MI yang melakukan simulasi tryout menggunakan smartphone juga merasakan hal yang sama. Simulasi tryout dengan soal satu mapel dapat berjalan lancar.

‘’Sebelumnya sempat khawatir kalau simulasinya tidak berhasil. Kebetulan jaringan wifi di sekolah kami sedang error. Alhamdulillah, anak-anak justru merasa enjoy saat mencoba. Karena pakai smartphone justru membuat lebih rileks ketika mengerjakan tryout nanti,’’ kata Proktor MI Tarbiyatul Ulum Kedungpring, Rofikul Ihsan.

Sementara itu, tim IT Jawa Pos Radar Lamongan, Nanang, mengingatkan kepada seluruh MI untuk memerhatikan jadwal sinkronisasi aplikasi dan server. Sebab saat pertama kali dicoba, banyak lembaga yang mengalami masalah saat mensinkronkan aplikasi.

‘’Berdasarkan laporan dari seluruh lembaga sudah lancar. Yang terpenting saat menjalankan aplikasinya harus sesuai jadwal, supaya sinkron antara aplikasi dan servernya,’’ ujar Nanang.

Baca Juga :  Dinsos Bojonegoro Tunda Pencairan Bansos Covid

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/