alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Perajin Gerabah: Tokoh Wayang Lebih Menarik

BOJONEGORO – Perajin gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, terus berinovasi. Itu karena konsumen menyukai gerabah dengan beragam bentuk menarik.
”Biasanya hanya buat bentuk binatang. Saat ini saya buat bentuk tokoh wayang,” ungkap Kusairi, salah satu perajin gerabah saat ditemui kemarin.
Gerabah bentuk tokoh wayang itu dibuat karena ada pesanan.

Rata-rata yang memesan bentuk seperti itu adalah pembeli dari luar kota. Sedangkan pembeli lokal lebih menyukai bentuk seperti biasanya, yaitu binatang dan tokoh kartun. ”Kalau ini pesanan dari Madiun,” ungkap dia.

Tokoh wayang dibuat Kusairi antara lain, Wekudara, Hanoman, dan Gatot Kaca. Proses pembuatan gerabah dengan tokoh pewayangan itu memakan waktu cukup lama. Kurang lebih satu bulan. Itu mulai membuat cetakan sampai proses pengecatan. ”Memang lama. Karena bentuknya harus kita buat sebagus mungkin,” terangnya.

Baca Juga :  ''Kenikmatan'' yang Menodai Visi Bupati

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini permintaan gerabah memang naik. Itu disebabkan banyaknya kunjungan ke desanya. Kunjungan mulai dari siswa hingga wisatawan. Para pengunjung biasanya melihat proses pembuatan gerabah. ”Pulangnya mereka langsung beli untuk oleh-oleh,” jelasnya.

Bulan lalu, lanjut Kusairi, di desanya baru saja berlangsung festival gerabah. Festival tersebut cukup ampuh untuk mendongkrak penjualan gerabah.

BOJONEGORO – Perajin gerabah di Desa Rendeng, Kecamatan Malo, terus berinovasi. Itu karena konsumen menyukai gerabah dengan beragam bentuk menarik.
”Biasanya hanya buat bentuk binatang. Saat ini saya buat bentuk tokoh wayang,” ungkap Kusairi, salah satu perajin gerabah saat ditemui kemarin.
Gerabah bentuk tokoh wayang itu dibuat karena ada pesanan.

Rata-rata yang memesan bentuk seperti itu adalah pembeli dari luar kota. Sedangkan pembeli lokal lebih menyukai bentuk seperti biasanya, yaitu binatang dan tokoh kartun. ”Kalau ini pesanan dari Madiun,” ungkap dia.

Tokoh wayang dibuat Kusairi antara lain, Wekudara, Hanoman, dan Gatot Kaca. Proses pembuatan gerabah dengan tokoh pewayangan itu memakan waktu cukup lama. Kurang lebih satu bulan. Itu mulai membuat cetakan sampai proses pengecatan. ”Memang lama. Karena bentuknya harus kita buat sebagus mungkin,” terangnya.

Baca Juga :  Hasil ANBK Diperkirakan Keluar Maret

Dia menjelaskan, akhir-akhir ini permintaan gerabah memang naik. Itu disebabkan banyaknya kunjungan ke desanya. Kunjungan mulai dari siswa hingga wisatawan. Para pengunjung biasanya melihat proses pembuatan gerabah. ”Pulangnya mereka langsung beli untuk oleh-oleh,” jelasnya.

Bulan lalu, lanjut Kusairi, di desanya baru saja berlangsung festival gerabah. Festival tersebut cukup ampuh untuk mendongkrak penjualan gerabah.

Artikel Terkait

Most Read

PKB Kantongi Tiket Ketua DPRD

Pembangunan Gender Meningkat

Nyambi Bisnis Keripik  Tempe

Seminggu, Tiga Ular Masuk Permukiman

Artikel Terbaru


/