alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

KSBP untuk Pendapatan dan Gizi Masyarakat

BOJONEGORO – Berinovasi melalui hal-hal kecil. Itulah yang diterapkan Mahfudhoh Suyoto. Salah satu inovasi sederhana berdampak besar itu bernama Kebun Sehat Bergizi Posyandu (KSBP). Yakni, pengelolaan kebun dan kolam ikan di sekitar posyandu. Keberadaan kebun itu bisa dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat sekitar.

Pengurus Posyandu di desa Kandangan Kecamatan Trucuk, Widodo mengatakan, kebun jeruk nipis di lingkungan posyandunya mampu dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu juga ada budidaya sayur dan kolam ikan yang bisa memenuhi gizi balita di posyandu tersebut. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan balita dipengaruhi zat makanan. “Selain itu, pengolahan bahan makanan juga dilakukan sendiri, sehingga tingkat kebersihannya terjaga. PMT yang dihasilkan juga murah dan bersih,” katanya minggu (18/3). 

Baca Juga :  Sepuluh Jam, Tiga Kebakaran¬†

Menurut dia, inovasi posyandu itu dibuat Bu Yoto sejak beberapa tahun ini. Salah satunya diterapkan di posyandunya.  KSBP itu bertujuan untuk menyediakan kebutuhan gizi balita dan keluarga, serta melatih wirausahaan bagi para kader PKK yang mengedepankan prinsip “podo roso seneng lan makarya”. Hampir semua posyandu yang diinisiasi Bu Yoto, memiliki agenda seperti itu.

Salah satu pengurus PKK Desa Papringan Temayang, Rukayah mengatakan, di desanya terdapat posyandu berbasis KSBP. Hasil budidaya dari kebun mampu dimanfaatkan kader-kader posyandu. Sehingga, nantinya menjadi kader cerdas, berkualitas, mandiri, berwirausaha, kreatif, dan inovatif dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan gizi balita. “Harapan secara umum tidak hanya dapat meningkatkan taraf kesehatan perseorangan, tapi meningkatkan perekonomian keluarga balita juga,” kata Rukayah.

Baca Juga :  Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Beat

Kegiatan posyandu tersebut dapat meningkatkan perekonomian keluarga, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar. Balita di sekitar lingkungan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama. Sebab,  mereka bakal menjadi generasi muda sehat, berakhlak, kreatif, dan inovatif di masa akan datang.(zky)

BOJONEGORO – Berinovasi melalui hal-hal kecil. Itulah yang diterapkan Mahfudhoh Suyoto. Salah satu inovasi sederhana berdampak besar itu bernama Kebun Sehat Bergizi Posyandu (KSBP). Yakni, pengelolaan kebun dan kolam ikan di sekitar posyandu. Keberadaan kebun itu bisa dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat sekitar.

Pengurus Posyandu di desa Kandangan Kecamatan Trucuk, Widodo mengatakan, kebun jeruk nipis di lingkungan posyandunya mampu dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu juga ada budidaya sayur dan kolam ikan yang bisa memenuhi gizi balita di posyandu tersebut. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan balita dipengaruhi zat makanan. “Selain itu, pengolahan bahan makanan juga dilakukan sendiri, sehingga tingkat kebersihannya terjaga. PMT yang dihasilkan juga murah dan bersih,” katanya minggu (18/3). 

Baca Juga :  PENGUKUHAN MAHASISWA BARU DAN¬†PELANTIKAN PC PERGUNU LAMONGAN

Menurut dia, inovasi posyandu itu dibuat Bu Yoto sejak beberapa tahun ini. Salah satunya diterapkan di posyandunya.  KSBP itu bertujuan untuk menyediakan kebutuhan gizi balita dan keluarga, serta melatih wirausahaan bagi para kader PKK yang mengedepankan prinsip “podo roso seneng lan makarya”. Hampir semua posyandu yang diinisiasi Bu Yoto, memiliki agenda seperti itu.

Salah satu pengurus PKK Desa Papringan Temayang, Rukayah mengatakan, di desanya terdapat posyandu berbasis KSBP. Hasil budidaya dari kebun mampu dimanfaatkan kader-kader posyandu. Sehingga, nantinya menjadi kader cerdas, berkualitas, mandiri, berwirausaha, kreatif, dan inovatif dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan gizi balita. “Harapan secara umum tidak hanya dapat meningkatkan taraf kesehatan perseorangan, tapi meningkatkan perekonomian keluarga balita juga,” kata Rukayah.

Baca Juga :  Supi Haryono Tak Lama Lagi Jalani Sidang

Kegiatan posyandu tersebut dapat meningkatkan perekonomian keluarga, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar. Balita di sekitar lingkungan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama. Sebab,  mereka bakal menjadi generasi muda sehat, berakhlak, kreatif, dan inovatif di masa akan datang.(zky)

Artikel Terkait

Most Read

12 Hari, 22 Gram Sabu-Sabu Diamankan

Selexol Mulai Bergeser Menuju JTB

Honorer Resah, Tunjangan Belum Cair

Artikel Terbaru


/