alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Komunitas Motor RX King, Keliling Nusantara Buktikan Tidak Ugal-Ugalan

FEATURES – Keliling Nusantara demi memperbaiki image pengendara RX King lebih positif. Mereka menyadari, pengendara motor RX King sebelumnya masih kerap dicap ugal-ugalan dan motor bandit. Ruang pertemuan salah satu kafe di Jalan Lettu Suyitno, Bojonegoro, terasa lengang, malam itu.

Sejumlah pengunjung sibuk bermain gawai sambil sesekali menikmati guyuran hujan. Musik kafe tetap berdendang meski sejumlah pengunjung seolah abai. 

Di sudut ruang, sejumlah remaja satu meja gayeng berdiskusi tentang motor dan agenda touring. Mereka merupakan pehobi utak-atik motor dalam komunitas Bojonegoro King Comunity (BjKC), komunitas rider RX King. 

Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan ngobrol banyak terkait komunitas motor RX King ini. Awalnya, pada Oktober 2007 lalu, hanya 9 anggota. Mereka memiliki visi sama.

Yakni, memperbaiki dan mengubah image buruk pengendara motor RX King.Memang, banyak pengendara RX King masih identik dengan ugal-ugalan. “Pelan-pelan kita ubah (image buruk).

Baca Juga :  Para Juara Pawai Oklik Terus Berkarya

Saat menerima anggota baru, kita sosialisasikan safety riding. Intinya, pengendara RX King bisa berperilaku positif,” kata B. Yuqi, pimpinan dan salah satu pendiri BjKC. 

Seiring waktu, BjKC memiliki anggota hingga ratusan yang tersebar di 14 korwil di Kecamatan Kota, Kapas, Sumberrejo, Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Sekar, Bubulan, Ngambon, Ngraho, Gayam, Kalitidu, Ngasem, dan Sektor 7 (Suko, Tuban). 

Jumlahnya pun kini menjadi 490 anggota yang memiliki nomor registrasi anggota (NRA) dan 200-an lebih simpatisan (belum memiliki NRA). Motor RX King, pada era 1980-an hingga awal 2000-an memang selalu identik motor jambret. 

Setidaknya, motor digunakan pelaku untuk tindak kejahatan. Seperti digambarkan film-film di era tersebut.

Baca Juga :  Pepohonan Trotoar Mati Mengering, DPKPCK Minta Ganti

Karena itu, BjKC berusaha menghapus stigma negatif tersebut dengan tagline bahwa pengendara motor RX King merupakan pengendara berkode etik dan sopan.

“Nah, kita punya kode etik. Salah satunya saling menghormati sesama pengendara dan saling bantu saat ada terkena masalah (rusak) di jalan,” ujar dia. 

Arizona pendiri lainnya mengatakan, BjKC tidak hanya touring antarkota maupun antarprovinsi. Komunitas ini juga touring di luar pulau. Bahkan, sampai Kalimantan, Bali, NTT (0 km Sape) hingga 0 km Sabang.

Itu ditujukan untuk lebih mengenal dan mencintai Indonesia. Komunitas RX King, menurut dia, sudah mengalami pergeseran ke arah positif.

Jika dulu, pada era 1990-an berkomunitas untuk tampil berbeda dan lebih unsur sport motor. Saat ini, berkomunitas mengarah unsur kekeluargaan. 

FEATURES – Keliling Nusantara demi memperbaiki image pengendara RX King lebih positif. Mereka menyadari, pengendara motor RX King sebelumnya masih kerap dicap ugal-ugalan dan motor bandit. Ruang pertemuan salah satu kafe di Jalan Lettu Suyitno, Bojonegoro, terasa lengang, malam itu.

Sejumlah pengunjung sibuk bermain gawai sambil sesekali menikmati guyuran hujan. Musik kafe tetap berdendang meski sejumlah pengunjung seolah abai. 

Di sudut ruang, sejumlah remaja satu meja gayeng berdiskusi tentang motor dan agenda touring. Mereka merupakan pehobi utak-atik motor dalam komunitas Bojonegoro King Comunity (BjKC), komunitas rider RX King. 

Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan ngobrol banyak terkait komunitas motor RX King ini. Awalnya, pada Oktober 2007 lalu, hanya 9 anggota. Mereka memiliki visi sama.

Yakni, memperbaiki dan mengubah image buruk pengendara motor RX King.Memang, banyak pengendara RX King masih identik dengan ugal-ugalan. “Pelan-pelan kita ubah (image buruk).

Baca Juga :  Setiap Bulan Gelar Pertunjukkan di Sanggar

Saat menerima anggota baru, kita sosialisasikan safety riding. Intinya, pengendara RX King bisa berperilaku positif,” kata B. Yuqi, pimpinan dan salah satu pendiri BjKC. 

Seiring waktu, BjKC memiliki anggota hingga ratusan yang tersebar di 14 korwil di Kecamatan Kota, Kapas, Sumberrejo, Sugihwaras, Kedungadem, Temayang, Sekar, Bubulan, Ngambon, Ngraho, Gayam, Kalitidu, Ngasem, dan Sektor 7 (Suko, Tuban). 

Jumlahnya pun kini menjadi 490 anggota yang memiliki nomor registrasi anggota (NRA) dan 200-an lebih simpatisan (belum memiliki NRA). Motor RX King, pada era 1980-an hingga awal 2000-an memang selalu identik motor jambret. 

Setidaknya, motor digunakan pelaku untuk tindak kejahatan. Seperti digambarkan film-film di era tersebut.

Baca Juga :  Sempat Ingin Jadi Wartawan

Karena itu, BjKC berusaha menghapus stigma negatif tersebut dengan tagline bahwa pengendara motor RX King merupakan pengendara berkode etik dan sopan.

“Nah, kita punya kode etik. Salah satunya saling menghormati sesama pengendara dan saling bantu saat ada terkena masalah (rusak) di jalan,” ujar dia. 

Arizona pendiri lainnya mengatakan, BjKC tidak hanya touring antarkota maupun antarprovinsi. Komunitas ini juga touring di luar pulau. Bahkan, sampai Kalimantan, Bali, NTT (0 km Sape) hingga 0 km Sabang.

Itu ditujukan untuk lebih mengenal dan mencintai Indonesia. Komunitas RX King, menurut dia, sudah mengalami pergeseran ke arah positif.

Jika dulu, pada era 1990-an berkomunitas untuk tampil berbeda dan lebih unsur sport motor. Saat ini, berkomunitas mengarah unsur kekeluargaan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/