alexametrics
24 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

34.776 Jiwa Terancam Kehilangan Hak Pilih, Ini Penyebabnya

BOJONEGORO – Ternyata terdapat ribuan warga Bojonegoro terancam kehilangan hak pilih dalam pilbup dan pilgub mendatang. Itu dipicu para calon pemilih tersebut tidak memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Komisioner KPUK Bojonegoro Khudlori mengatakan, jumlah pemilih belum ber e-KTP mencapai 34.776 orang.

Jumlah itu terdiri dari 17.654 pemilih laki-laki dan 17.123 pemilih perempuan. Itu disebabkan karena mereka hingga kini tidak melakukan perekaman.

Sehingga, mereka juga tidak memiliki surat keterangan (suket) sebagai pengganti sementara. “Kalau mereka tidak melakukan perekaman ya tidak terdata,” jelasnya.

Dia menjelaskan, warga yang memiliki suket tetap terdata sebagai pemilih. Sebab, pada dasarnya mereka yang memegang suket sudah memiliki e-KTP.

Baca Juga :  Tantangan Berat Penuhi Target Objek Wisata

Namun, belum bisa dicetak karena keterbatasan blangko e-KTP. “Kalau yang 34 ribu ini tidak melakukan perekaman,” jelasnya.Hal tersebut diketahui saat petugas KPUK melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit).

Dalam proses tersebut ditemukan sejumlah warga tidak memiliki e-KTP, dan masih belum melakukan perekaman. Menurut Khudlori, alasan belum melakukan perekaman berbagai macam.

Mulai sakit hingga sudah usia lanjut. Sehingga, mereka malas untuk mengurus administrasi kependudukan itu. Mengenai kondisi itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bojonegoro.

Dispendukcapil berjanji segera melakukan penanganan terhadap warga tersebut. Sehingga, warga yang belum punya e-KTP bisa memiliki. 

“Kita sudah koordinasikan. Kalau tidak segera ditangani, mereka akan kehilangan hak suaranya pada 27 Juni nanti,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembahasan Raperda Hiburan Deadlock

Kepala Dispendukcapil Suhono, belum memberikan keterangan mengenai permasalahan ini. Saat dihubungi via ponsel, Suhono tidak menjawab. 

BOJONEGORO – Ternyata terdapat ribuan warga Bojonegoro terancam kehilangan hak pilih dalam pilbup dan pilgub mendatang. Itu dipicu para calon pemilih tersebut tidak memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Komisioner KPUK Bojonegoro Khudlori mengatakan, jumlah pemilih belum ber e-KTP mencapai 34.776 orang.

Jumlah itu terdiri dari 17.654 pemilih laki-laki dan 17.123 pemilih perempuan. Itu disebabkan karena mereka hingga kini tidak melakukan perekaman.

Sehingga, mereka juga tidak memiliki surat keterangan (suket) sebagai pengganti sementara. “Kalau mereka tidak melakukan perekaman ya tidak terdata,” jelasnya.

Dia menjelaskan, warga yang memiliki suket tetap terdata sebagai pemilih. Sebab, pada dasarnya mereka yang memegang suket sudah memiliki e-KTP.

Baca Juga :  Mengantuk, Tronton Seruduk Truk

Namun, belum bisa dicetak karena keterbatasan blangko e-KTP. “Kalau yang 34 ribu ini tidak melakukan perekaman,” jelasnya.Hal tersebut diketahui saat petugas KPUK melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit).

Dalam proses tersebut ditemukan sejumlah warga tidak memiliki e-KTP, dan masih belum melakukan perekaman. Menurut Khudlori, alasan belum melakukan perekaman berbagai macam.

Mulai sakit hingga sudah usia lanjut. Sehingga, mereka malas untuk mengurus administrasi kependudukan itu. Mengenai kondisi itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bojonegoro.

Dispendukcapil berjanji segera melakukan penanganan terhadap warga tersebut. Sehingga, warga yang belum punya e-KTP bisa memiliki. 

“Kita sudah koordinasikan. Kalau tidak segera ditangani, mereka akan kehilangan hak suaranya pada 27 Juni nanti,” jelasnya.

Baca Juga :  Berkas Sukirman Masuk Pengadilan

Kepala Dispendukcapil Suhono, belum memberikan keterangan mengenai permasalahan ini. Saat dihubungi via ponsel, Suhono tidak menjawab. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/