alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Perbanyak Pelatihan Pekerja Harus Berdasar Riset

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – Kondisi wilayah Bojonegoro mengalami bonus demografi tidak bisa dihindari. Sehingga Pemkab Bojonegoro harus menyikapinya dengan semangat positif agar momentum tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, bahwa para usia produktif memiliki potensi harus didukung secara optimal. Salah satunya memberikan lebih banyak ruang berkontribusi. Sehingga para pemangku kebijakan seharusnya bisa memahami karakteristik para usia produktif saat ini.

“Saya melihat karakteristik pemuda masa kini ialah kritis dan kreatif. Jadi, pemangku kebijakan harus mampu mengakomodasinya. Karena saat serbadigital mana konsekuensinya arus informasi menyebar cepat dan tak terbatas,” tutur politikus Partai Demokrat tersebut.

Kemudian, Bojonegoro sedang menikmati buah dari sumber daya alam (SDA). Sehingga dari sisi finansial seharusnya mampu menjawab kebutuhan para usia produktif. Menurutnya, harus diperbanyak ragam pelatihan sekaligus modal usaha. Tetapi, pemberian pelatihan serta modal usaha itu harus berdasar pada riset. Jangan asal ikut-ikutan.

Baca Juga :  Jurnalisme Kayu Jati

“Jadi bentuk pelatihan diberikan serta modal usaha yang disalurkan benar-benar tepat guna. Harus ada perencanaan, pelaksanan, monitoring, dan evaluasi. Agar uang APBD yang terserap bisa optimal,” tegasnya.

- Advertisement -

Intinya, tantangan di masa depan wajib menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas mampu bersaing tingkat nasional maupun internasional. Karena bonus demografi terjadi secara global.

Jadi, selain peran pemerintah, masyarakat juga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab berupa kemauan tinggi dalam belajar agar tidak tertinggal. Afan menyinggung, edukasi keluarga berencana (KB) terhadap pasangan suami istri (pasutri) muda juga penting. Agar setiap pasutri melakukan perencanaan matang dalam membina rumah tangga.

Khususnya dalam urusan menambah keturunan. Karena mengemban peran sebagai orang tua butuh komitmen dan tanggung jawab yang tinggi agar keturunannya berkualitas. “SDM berkualitas tentu berasal dari keluarga yang memiliki komitmen kuat memberikan pendidikan dan pola asuh yang berkualitas,” pungkasnya.

Baca Juga :  PKS Isyaratkan Gabung Demokrat

Radar Bojonegoro – Kondisi wilayah Bojonegoro mengalami bonus demografi tidak bisa dihindari. Sehingga Pemkab Bojonegoro harus menyikapinya dengan semangat positif agar momentum tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, bahwa para usia produktif memiliki potensi harus didukung secara optimal. Salah satunya memberikan lebih banyak ruang berkontribusi. Sehingga para pemangku kebijakan seharusnya bisa memahami karakteristik para usia produktif saat ini.

“Saya melihat karakteristik pemuda masa kini ialah kritis dan kreatif. Jadi, pemangku kebijakan harus mampu mengakomodasinya. Karena saat serbadigital mana konsekuensinya arus informasi menyebar cepat dan tak terbatas,” tutur politikus Partai Demokrat tersebut.

Kemudian, Bojonegoro sedang menikmati buah dari sumber daya alam (SDA). Sehingga dari sisi finansial seharusnya mampu menjawab kebutuhan para usia produktif. Menurutnya, harus diperbanyak ragam pelatihan sekaligus modal usaha. Tetapi, pemberian pelatihan serta modal usaha itu harus berdasar pada riset. Jangan asal ikut-ikutan.

Baca Juga :  Jurnalisme Kayu Jati

“Jadi bentuk pelatihan diberikan serta modal usaha yang disalurkan benar-benar tepat guna. Harus ada perencanaan, pelaksanan, monitoring, dan evaluasi. Agar uang APBD yang terserap bisa optimal,” tegasnya.

- Advertisement -

Intinya, tantangan di masa depan wajib menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas mampu bersaing tingkat nasional maupun internasional. Karena bonus demografi terjadi secara global.

Jadi, selain peran pemerintah, masyarakat juga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab berupa kemauan tinggi dalam belajar agar tidak tertinggal. Afan menyinggung, edukasi keluarga berencana (KB) terhadap pasangan suami istri (pasutri) muda juga penting. Agar setiap pasutri melakukan perencanaan matang dalam membina rumah tangga.

Khususnya dalam urusan menambah keturunan. Karena mengemban peran sebagai orang tua butuh komitmen dan tanggung jawab yang tinggi agar keturunannya berkualitas. “SDM berkualitas tentu berasal dari keluarga yang memiliki komitmen kuat memberikan pendidikan dan pola asuh yang berkualitas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Gagal Ambil PIN

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/