alexametrics
23 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Hamil, Tiga Nakes Batal Vaksinasi

Radar Lamongan – Dinas Kesehatan Lamongan merilis tiga tenaga kesehatan (nakes) batal menerima dosis kedua vaksin. Alasannya, mereka sedang hamil. ‘’Dosis kedua ini tetap kita skrining. Ternyata hasilnya begitu. Sehingga dipastikan tidak mendapatkan vaksin dosis kedua,” ujar Kepala Dinkes Lamongan Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, realisasi di lapangan saat ini rata-rata sudah 94 persen. Taufik mencontohkan Puskesmas Karangkembang. Dari 55 nakes sasaran, sudah tervaksin 52 orang. Realisasi tidak sampai 100 persen karena ada yang dibatalkan akibat alasan tertentu.

Mereka yang dibatalkan bisa mendapatkan vaksin lagi pada periode selanjutnya, setelah ada uji klinis lebih lanjut. “Sesuai edaran Kementrian Kesehatan, orang hamil belum diperbolehkan. Sehingga kami tidak berani mengambil tindakan yang di lapangan,” tutur koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Patuhi Prokes, Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sambil menunggu penyuntikan dosis kedua selesai, lanjut Taufik, tim mulai mengumpulkan data penerima vaksinasi kedua. Menurut dia vaksinasi pelayan publik, anggota TNI, Polri direncanakan Maret.

Jika tidak berubah, maka Lamongan diberikan kuota 2.500 dosis. Sekarang tim vaksinator masih melakukan koordinasi untuk penerima. “Vaksinnya belum datang kemungkinan minggu depan karena pelaksanan nasional sudah selesai,” tuturnya.

Taufik menyatakan, distribusi vaksin dari kementrian ke provinsi, baru menuju kabupaten/ kota. Daerah menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Terkait penyebaran virus, Taufik memastikan masih tinggi. Menurut dia, virus bermutasi dan jenisnya banyak. “Jangan terlalu lelah, konsumsi makanan sehat dan istirahat cukup,” pesannya.

Radar Lamongan – Dinas Kesehatan Lamongan merilis tiga tenaga kesehatan (nakes) batal menerima dosis kedua vaksin. Alasannya, mereka sedang hamil. ‘’Dosis kedua ini tetap kita skrining. Ternyata hasilnya begitu. Sehingga dipastikan tidak mendapatkan vaksin dosis kedua,” ujar Kepala Dinkes Lamongan Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, realisasi di lapangan saat ini rata-rata sudah 94 persen. Taufik mencontohkan Puskesmas Karangkembang. Dari 55 nakes sasaran, sudah tervaksin 52 orang. Realisasi tidak sampai 100 persen karena ada yang dibatalkan akibat alasan tertentu.

Mereka yang dibatalkan bisa mendapatkan vaksin lagi pada periode selanjutnya, setelah ada uji klinis lebih lanjut. “Sesuai edaran Kementrian Kesehatan, orang hamil belum diperbolehkan. Sehingga kami tidak berani mengambil tindakan yang di lapangan,” tutur koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Persela Lamongan Terima Tantangan Friendly Match

Sambil menunggu penyuntikan dosis kedua selesai, lanjut Taufik, tim mulai mengumpulkan data penerima vaksinasi kedua. Menurut dia vaksinasi pelayan publik, anggota TNI, Polri direncanakan Maret.

Jika tidak berubah, maka Lamongan diberikan kuota 2.500 dosis. Sekarang tim vaksinator masih melakukan koordinasi untuk penerima. “Vaksinnya belum datang kemungkinan minggu depan karena pelaksanan nasional sudah selesai,” tuturnya.

Taufik menyatakan, distribusi vaksin dari kementrian ke provinsi, baru menuju kabupaten/ kota. Daerah menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Terkait penyebaran virus, Taufik memastikan masih tinggi. Menurut dia, virus bermutasi dan jenisnya banyak. “Jangan terlalu lelah, konsumsi makanan sehat dan istirahat cukup,” pesannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/