alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Dugaan Korupsi Inspektorat Bojonegoro Tak Kunjung Tuntas?

- Advertisement -

BOJONEGORO – Penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran biaya audit internal Inspektorat Bojonegoro  tahun 2014-2017 hingga detik ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro belum menetapkan satu pun tersangka.

Menurut Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro M. Nurhayan, sangat disayangkan langkah kejari hingga sekarang masih belum membuahkan hasil alias masih jalan di tempat.

“Kami masih menunggu komitmen Kejari Bojonegoro terkait penyidikan kasus-kasus dugaan korupsi di Bojonegoro, salah satunya dugaan korupsi inspektorat yang juga masih jalan di tempat,” tuturnya.

Nurhayan mengatakan komunikasi terakhir dengan pihak kejari awal Februari lalu yang menyatakan perkembangan penyidikan kasus dugaan inspektorat masih di tahap penghitungan kerugian negara.

Baca Juga :  Setubuhi Adik Teman, Gunari Divonis 8 Tahun 4 Bulan
- Advertisement -

Dia berharap akan ada titik terang terkait penanganan kasus tersebut dari pihak kejari.

Sebab, akhir Januari lalu PMII bersama GMNI Bojonegoro telah membuat nota kesepakatan dengan Kejari Bojonegoro terkait pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi di Bojonegoro.

“Komitmen dengan Kejari Bojonegoro tentu akan kami tagih, mengingat di nota kesepakatan itu kami beri waktu hingga 28 Februari, jadi apabila hingga tanggal itu tidak ada kejelasan, kami akan kembali ke kejari,” tegasnya.

Dia menambahkan hak bagi publik untuk mengetahui perkembangan kasus dugaan korupsi di Bojonegoro.

Karena itu, apabila melewati 28 Februari, dirinya akan agendakan lagi turun ke jalan atau mungkin hearing dengan Kepala Kejari Bojonegoro. Tak hanya kasus dugaan korupsi inspektorat, tapi juga dugaan korupsi mark up proyek pembangunan pintu air di Desa Pilanggede Kecamatan Balen, penggelapan uang PBB P-2 di Kecamatan Kalitidu, dan kasus bimtek DPRD tahun 2012.

Baca Juga :  Hitung Kerugian Negara Dulu, Baru Tetapkan Tersangka

“Kami akan kawal terus kasus-kasus dugaan korupsi di Bojonegoro,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan ketika dikonfirmasi terkait perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi inspektorat masih belum bersedia membeberkannya. Karena hingga sekarang masih dalam proses penyidikan. Saat disinggung penetapan tersangka pun enggan berkomentar.

“Sabar dulu mas, kami pasti akan umumkan kalau sudah beres semuanya,” jelasnya.

BOJONEGORO – Penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran biaya audit internal Inspektorat Bojonegoro  tahun 2014-2017 hingga detik ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro belum menetapkan satu pun tersangka.

Menurut Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro M. Nurhayan, sangat disayangkan langkah kejari hingga sekarang masih belum membuahkan hasil alias masih jalan di tempat.

“Kami masih menunggu komitmen Kejari Bojonegoro terkait penyidikan kasus-kasus dugaan korupsi di Bojonegoro, salah satunya dugaan korupsi inspektorat yang juga masih jalan di tempat,” tuturnya.

Nurhayan mengatakan komunikasi terakhir dengan pihak kejari awal Februari lalu yang menyatakan perkembangan penyidikan kasus dugaan inspektorat masih di tahap penghitungan kerugian negara.

Baca Juga :  Terancam Tak Bisa Naik Kelas
- Advertisement -

Dia berharap akan ada titik terang terkait penanganan kasus tersebut dari pihak kejari.

Sebab, akhir Januari lalu PMII bersama GMNI Bojonegoro telah membuat nota kesepakatan dengan Kejari Bojonegoro terkait pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi di Bojonegoro.

“Komitmen dengan Kejari Bojonegoro tentu akan kami tagih, mengingat di nota kesepakatan itu kami beri waktu hingga 28 Februari, jadi apabila hingga tanggal itu tidak ada kejelasan, kami akan kembali ke kejari,” tegasnya.

Dia menambahkan hak bagi publik untuk mengetahui perkembangan kasus dugaan korupsi di Bojonegoro.

Karena itu, apabila melewati 28 Februari, dirinya akan agendakan lagi turun ke jalan atau mungkin hearing dengan Kepala Kejari Bojonegoro. Tak hanya kasus dugaan korupsi inspektorat, tapi juga dugaan korupsi mark up proyek pembangunan pintu air di Desa Pilanggede Kecamatan Balen, penggelapan uang PBB P-2 di Kecamatan Kalitidu, dan kasus bimtek DPRD tahun 2012.

Baca Juga :  Sebulan Hasilkan 300 Liter Susu

“Kami akan kawal terus kasus-kasus dugaan korupsi di Bojonegoro,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan ketika dikonfirmasi terkait perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi inspektorat masih belum bersedia membeberkannya. Karena hingga sekarang masih dalam proses penyidikan. Saat disinggung penetapan tersangka pun enggan berkomentar.

“Sabar dulu mas, kami pasti akan umumkan kalau sudah beres semuanya,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/