alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Rumah Pintar dan Rumah Inovasi Cerdas 

BOJONEGORO – Selain memiliki ide tentang data dasa wisma, Mahfudhoh juga menginisiasi terbentuknya Rumah Pintar dan Rumah  Inovasi Cerdas di Bojonegoro. Program rumah yang fokus pada perempuan dan anak tersebut, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Warga Desa Bobol Kecamatan Sekar, Tutik Ariani mengaku, sangat bahagia dengan inovasi dan ide-ide tersebut. Sebab kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah besar di masyarakat saat ini. Dengan adanya rumah cerdas tersebut, setidaknya ibu rumah tangga lebih merasa aman dalam membina rumah tangga. Selain itu juga bisa mendapat pencerahan. Sehingga ibu rumah tangga dan anak merasa dilindungi. “Setidaknya bisa paham dan merasa terlindungi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Dua Hari Lamongan Raih Dua Penghargaan

Sekolah ramah anak dan rumah inovasi juga terintegrasi dengan tiga layanan sekaligus. Yakni rumah pintar, TBM dan perpustakaan desa. Untuk kegiatan berperspektif gender dan anak di bidang pendidikan, beberapa program sudah digalakkan. Diantaranya, Gerakan Ayo Sekolah (GAS), Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan bagi pelajar SMA sederajat sebesar Rp 2 juta per anak per tahun, Adiwiyata mandiri, edukasi agroguna, hingga pelatihan difabel.

Sementara itu, warga Kota Bojonegoro, Rina mengatakan, bidang kesehatan juga tidak kalah dengan bidang pendidikan. Sejumlah inovasi di bidang kesehatan juga banyak dilakukan. Diantaranya, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Kartu Posyandu Sehat (KPS), Poskestren, Sapa Keluarga Dengan Kasih (Sagasih), Kabupaten Welas Asih dan Puskesmas Ramah Anak. Karena itu, menurut Rina, jika Bojonegoro pernah menjadi kabupaten layak anak tentu sangat wajar. “Bojonegoro mendapat penghargaan dari Presiden sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada 2015 lalu,” pungkas dia

Baca Juga :  Komisi A Gelar Audiensi dengan PPDI

BOJONEGORO – Selain memiliki ide tentang data dasa wisma, Mahfudhoh juga menginisiasi terbentuknya Rumah Pintar dan Rumah  Inovasi Cerdas di Bojonegoro. Program rumah yang fokus pada perempuan dan anak tersebut, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Warga Desa Bobol Kecamatan Sekar, Tutik Ariani mengaku, sangat bahagia dengan inovasi dan ide-ide tersebut. Sebab kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah besar di masyarakat saat ini. Dengan adanya rumah cerdas tersebut, setidaknya ibu rumah tangga lebih merasa aman dalam membina rumah tangga. Selain itu juga bisa mendapat pencerahan. Sehingga ibu rumah tangga dan anak merasa dilindungi. “Setidaknya bisa paham dan merasa terlindungi,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Ridaul Aulia Putri Siswi Pinggiran Lihai Menjalankan Robot

Sekolah ramah anak dan rumah inovasi juga terintegrasi dengan tiga layanan sekaligus. Yakni rumah pintar, TBM dan perpustakaan desa. Untuk kegiatan berperspektif gender dan anak di bidang pendidikan, beberapa program sudah digalakkan. Diantaranya, Gerakan Ayo Sekolah (GAS), Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan bagi pelajar SMA sederajat sebesar Rp 2 juta per anak per tahun, Adiwiyata mandiri, edukasi agroguna, hingga pelatihan difabel.

Sementara itu, warga Kota Bojonegoro, Rina mengatakan, bidang kesehatan juga tidak kalah dengan bidang pendidikan. Sejumlah inovasi di bidang kesehatan juga banyak dilakukan. Diantaranya, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), Kartu Posyandu Sehat (KPS), Poskestren, Sapa Keluarga Dengan Kasih (Sagasih), Kabupaten Welas Asih dan Puskesmas Ramah Anak. Karena itu, menurut Rina, jika Bojonegoro pernah menjadi kabupaten layak anak tentu sangat wajar. “Bojonegoro mendapat penghargaan dari Presiden sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama pada 2015 lalu,” pungkas dia

Baca Juga :  Disdik Wajibkan Sekolah UNBK

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/