alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Harga Gula Goyang, Tepung Naik

LAMONGAN, Radar Lamongan – Harga gula pasir belum stabil. Sempat naik tinggi, pemanis itu harganya turun lagi. Mahfud, salah satu penjual prancangan Pasar Sidoharjo, Lamongan, mengatakan,  harga gula  pekan lalu Rp 615 ribu per sak isi 50 kilogram. Harga itu naik kemudian naik menjadi Rp 685 ribu per karung. 

Dua hari kemudian, harga kembali turun, Rp 650 ribu per karung. “Stok ada.  Harga naik, jadi tidak ambil. Kita jual sisa stok yang ada saja,” ujarnya. 

Menurut dia, harga gula saat ini masih Rp 650 ribu per karung. Apabila harga tak kunjung turun, Mahfud memilih tidak menjual gula sementara waktu. Alasannya, di tingkat eceran harga gula masih Rp 13 ribu per kg. Dia memilih menunggu perkembangan harga di tingkat pasar. 

Baca Juga :  BUMDes Belum Bikin Perdes Penyertaan Modal

Selain gula, lanjut Mahfud, harga tepung terigu juga naik. Bahkan salah satu bahan kue itu sempat mengalami kelangkaan seminggu lalu. Harga terigu per dus isi 12 kg saat ini Rp 110 ribu.  Sebelumnya, rata – rata Rp 90 ribu per dus. 

‘’Kita hanya takut ada permainan harga. Kalau memang harga tinggi hingga akhir bulan, berarti memang komoditinya yang langka. Sebaliknya kalau kenaikan hanya terjadi dalam beberapa pekan, kemungkinan hanya permainan,” terangnya. 

Nur, salah satu penjual kue merasakan kenaikan harga bahan roti sejak dua minggu lalu. Harga gula yang biasanya Rp 12 ribu per kg, sempat naik Rp 13 ribu per kg, dan kemarin menjadi Rp 14 ribu per kg. Harga tepung juga ikut naik. Hanya harga telur yang kembali normal Rp 21 ribu per kg.

Baca Juga :  Blanko EKTP Melimpah, Tak Lagi Keluarkan Suket

“Kalau saya pribadi tidak bisa mengurangi bahan, karena mengutamakan kualitas. Lebih baik libur dulu kalau memang harga bahannya terlalu tinggi, daripada merusak cita rasa,” jelasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Harga gula pasir belum stabil. Sempat naik tinggi, pemanis itu harganya turun lagi. Mahfud, salah satu penjual prancangan Pasar Sidoharjo, Lamongan, mengatakan,  harga gula  pekan lalu Rp 615 ribu per sak isi 50 kilogram. Harga itu naik kemudian naik menjadi Rp 685 ribu per karung. 

Dua hari kemudian, harga kembali turun, Rp 650 ribu per karung. “Stok ada.  Harga naik, jadi tidak ambil. Kita jual sisa stok yang ada saja,” ujarnya. 

Menurut dia, harga gula saat ini masih Rp 650 ribu per karung. Apabila harga tak kunjung turun, Mahfud memilih tidak menjual gula sementara waktu. Alasannya, di tingkat eceran harga gula masih Rp 13 ribu per kg. Dia memilih menunggu perkembangan harga di tingkat pasar. 

Baca Juga :  Terluka di Leher, Kalung Mertua Sekda Lamongan Tak Terlihat Lagi

Selain gula, lanjut Mahfud, harga tepung terigu juga naik. Bahkan salah satu bahan kue itu sempat mengalami kelangkaan seminggu lalu. Harga terigu per dus isi 12 kg saat ini Rp 110 ribu.  Sebelumnya, rata – rata Rp 90 ribu per dus. 

‘’Kita hanya takut ada permainan harga. Kalau memang harga tinggi hingga akhir bulan, berarti memang komoditinya yang langka. Sebaliknya kalau kenaikan hanya terjadi dalam beberapa pekan, kemungkinan hanya permainan,” terangnya. 

Nur, salah satu penjual kue merasakan kenaikan harga bahan roti sejak dua minggu lalu. Harga gula yang biasanya Rp 12 ribu per kg, sempat naik Rp 13 ribu per kg, dan kemarin menjadi Rp 14 ribu per kg. Harga tepung juga ikut naik. Hanya harga telur yang kembali normal Rp 21 ribu per kg.

Baca Juga :  Ajukan Penelitian Perahu ke BPCB

“Kalau saya pribadi tidak bisa mengurangi bahan, karena mengutamakan kualitas. Lebih baik libur dulu kalau memang harga bahannya terlalu tinggi, daripada merusak cita rasa,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/