alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Tunjangan Transportasi DPRD Naik Jadi Rp 9,8 Juta

Radar Bojonegoro – Jika masyarakat saat ini sedang bingung bertahan dari terpaan gelombang pandemi, tunjangan DPRD Bojonegoro justru naik. Bukan hanya tunjangan perumahan, namun tunjangan tarnsportasi juga naik.

Sesuai hasil survei tim appraisal dari Sucofindo menyebutkan, tunjangan transportasi DPRD sebelumnya Rp 8.250.000 menjadi Rp 9.850.000. Naik Rp 1.000.000 dibanding tahun lalu.

‘’Semua itu berdasarkan hasil survei Sucofindo. Itu satu paket dengan tunjangan perumahan,’’kata Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pemkab Bojonegoro, Farid Naqib kemarin (18/1). Menurut Farid, terkait besaran tunjangan perumahan anggota DPRD mengerucut di dua jalan. Yakni, Jalan Mastrip dan Jalan Veteran.

Namun, hasil appraisal menunjukkan bahwa dua jalan itu bukan yang tertinggi nilainya. Meski demikian, tunjangan perumahan itu tetap mengalami kenaikan. Hasil Appraisal Sucofindo menyatakan bahwa jika mengacu di Jalan Mastrip besaran tunjangan lebih tinggi dibanding Jalan Veteran.

Baca Juga :  Rokok Naik? Bea Cukai Pastikan Belum Ada Informasi Resmi

Di Jalan Mastrip untuk ketua DPRD tunjangan perumahan akan menjadi Rp 22,1 juta, wakil ketua Rp 16,6 juta, dan anggota Rp 10,3 juta. Di Jalan Veteran ketua mendapatkan Rp 21,2 juta, wakil ketua 16,1 juta, dan anggota Rp 10,3 juta.

Hasil Appraisal justru menyatakan kenaikan tertinggi ada di Jalan Panglima Sudirman. Kenaikannya mencapai Rp 5 juta rupiah. ‘’Diperkirakan mengacu di Jalan Mastrip dan Jalan Veteran itu,’’ tandas mantan Camat Kota Bojonegoro itu.

Dia menjelaskan, tahun ini sesuai hasil appraisal Sucofindo, tunjangan perumahan anggota DPRD semua naik. Itu setelah dilakukan survei di lima jalan protokol. Yakni, Jalan Pangsud, Mastrip, Veteran, Gajah Mada, dan Diponegoro.

Sewa perumahan di lima jalan itu mengalami kenaikan tahun ini. Namun, jalan yang akan digunakan acuan dalam penentuan besaran tunjangan perumahan itu mengerucut dua jalan. Yakni, Jalan Veteran dan Jalan Mastrip. Hal itu berdasarkan kondisi keuangan saat ini.

Baca Juga :  Suplai Air 3 Kabupaten, Bendungan Karangnongko Ditarget Tuntas 2024

‘’Berdasarkan kemampuan keuangan saat ini, mengerucutnya di dua jalan itu. Tidak tahu nanti yang mana yang dipilih,’’ jelas pria yang hobi berkebun alpukat itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan kenaikan tunjangan itu memang diharapkan. Namun, itu bukan permintaan pimpinan dan anggota DPRD. Melainkan hasil appraisal Sucofindo.

‘’Itu bukan kami yang minta. Itu riil hasil appraisal menyatakan naik,’’ katanya terpisah. Menurut dia, DPRD akan tetap menerima jalan mana yang akan dijadikan patokan. Sebab, itu nanti akan ditetapkan melalui peraturan bupati (perbup). ‘’Kami juga tidak tahu yang mana yang akan dipilih,’’ tuturnya.

Radar Bojonegoro – Jika masyarakat saat ini sedang bingung bertahan dari terpaan gelombang pandemi, tunjangan DPRD Bojonegoro justru naik. Bukan hanya tunjangan perumahan, namun tunjangan tarnsportasi juga naik.

Sesuai hasil survei tim appraisal dari Sucofindo menyebutkan, tunjangan transportasi DPRD sebelumnya Rp 8.250.000 menjadi Rp 9.850.000. Naik Rp 1.000.000 dibanding tahun lalu.

‘’Semua itu berdasarkan hasil survei Sucofindo. Itu satu paket dengan tunjangan perumahan,’’kata Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pemkab Bojonegoro, Farid Naqib kemarin (18/1). Menurut Farid, terkait besaran tunjangan perumahan anggota DPRD mengerucut di dua jalan. Yakni, Jalan Mastrip dan Jalan Veteran.

Namun, hasil appraisal menunjukkan bahwa dua jalan itu bukan yang tertinggi nilainya. Meski demikian, tunjangan perumahan itu tetap mengalami kenaikan. Hasil Appraisal Sucofindo menyatakan bahwa jika mengacu di Jalan Mastrip besaran tunjangan lebih tinggi dibanding Jalan Veteran.

Baca Juga :  Sebanyak 155 Desa Tetapkan Cakades

Di Jalan Mastrip untuk ketua DPRD tunjangan perumahan akan menjadi Rp 22,1 juta, wakil ketua Rp 16,6 juta, dan anggota Rp 10,3 juta. Di Jalan Veteran ketua mendapatkan Rp 21,2 juta, wakil ketua 16,1 juta, dan anggota Rp 10,3 juta.

Hasil Appraisal justru menyatakan kenaikan tertinggi ada di Jalan Panglima Sudirman. Kenaikannya mencapai Rp 5 juta rupiah. ‘’Diperkirakan mengacu di Jalan Mastrip dan Jalan Veteran itu,’’ tandas mantan Camat Kota Bojonegoro itu.

Dia menjelaskan, tahun ini sesuai hasil appraisal Sucofindo, tunjangan perumahan anggota DPRD semua naik. Itu setelah dilakukan survei di lima jalan protokol. Yakni, Jalan Pangsud, Mastrip, Veteran, Gajah Mada, dan Diponegoro.

Sewa perumahan di lima jalan itu mengalami kenaikan tahun ini. Namun, jalan yang akan digunakan acuan dalam penentuan besaran tunjangan perumahan itu mengerucut dua jalan. Yakni, Jalan Veteran dan Jalan Mastrip. Hal itu berdasarkan kondisi keuangan saat ini.

Baca Juga :  Lakukanj Persiapan, Gadis ini Tak Sekadar Mengajar¬†

‘’Berdasarkan kemampuan keuangan saat ini, mengerucutnya di dua jalan itu. Tidak tahu nanti yang mana yang dipilih,’’ jelas pria yang hobi berkebun alpukat itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin mengatakan kenaikan tunjangan itu memang diharapkan. Namun, itu bukan permintaan pimpinan dan anggota DPRD. Melainkan hasil appraisal Sucofindo.

‘’Itu bukan kami yang minta. Itu riil hasil appraisal menyatakan naik,’’ katanya terpisah. Menurut dia, DPRD akan tetap menerima jalan mana yang akan dijadikan patokan. Sebab, itu nanti akan ditetapkan melalui peraturan bupati (perbup). ‘’Kami juga tidak tahu yang mana yang akan dipilih,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Nasib Wisata Kambang Putih Mengambang

Rutin Konsumsi Vitamin

Artikel Terbaru


/