alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Sebagian Siswa SMA Mulai Masuk Sekolah

Radar Bojonegoro – Siswa-siswi SMA wilayah Bojonegoro menerapkan dua sistem pembelajaran luring dan daring. Karena Bojonegoro tidak tergolong dalam wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, terdapat beberapa siswa menjalani sekolah dengan tatap muka terbatas (TMT).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Jawa Timur Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menerangkan, masing-masing satuan pendidikan mengkaji dengan baik surat keputusan bersama SKB empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 atau Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Covid-19 dalam SKB Mendikbud.

“Selain SKB empat menteri, juga perlu mengkaji surat edaran maupun keputusan Gubernur Jawa Timur. Kemudian dirapatkan bersama antara kepala sekolah, dewan guru, sekaligus wali murid terkait penyelenggeraan pembelajaran yang tepat,” jelas Adi.

Baca Juga :  Fitur Suara Rakyat Minim Aspirasi 

Adi mengatakan, berdasar suratsurat tersebut, Bojonegoro tidak tergolong dalam wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, tak heran setiap hari terlihat beberapa siswa berseragam SMA masuk sekolah. Ada juga kemungkinan fokus tiap sekolah saat ini terhadap siswa-siswi kelas 12 yang hendak masuk perguruan tinggi.

Namun, pada intinya seluruh penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus senantiasa diperketat. Sehingga, Adi memercayakan kepada setiap satuan pendidikan terkait mekanismenya.

Adi mendorong seluruh satuan pendidikan SMA rutin secara berkala berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro, untuk saling menjaga. “Karena kepala sekolah beserta dewan guru yang memahami situasi dan kondisi sekolahnya. Jadi, sebisa mungkin mampu meminimalisasi risiko penularan Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilih Wilayah Pinggiran, Empat SMA di Bojonegoro ini Layaknya SMK

Radar Bojonegoro – Siswa-siswi SMA wilayah Bojonegoro menerapkan dua sistem pembelajaran luring dan daring. Karena Bojonegoro tidak tergolong dalam wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, terdapat beberapa siswa menjalani sekolah dengan tatap muka terbatas (TMT).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Jawa Timur Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno menerangkan, masing-masing satuan pendidikan mengkaji dengan baik surat keputusan bersama SKB empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 atau Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Covid-19 dalam SKB Mendikbud.

“Selain SKB empat menteri, juga perlu mengkaji surat edaran maupun keputusan Gubernur Jawa Timur. Kemudian dirapatkan bersama antara kepala sekolah, dewan guru, sekaligus wali murid terkait penyelenggeraan pembelajaran yang tepat,” jelas Adi.

Baca Juga :  Produsen Tahu Butuh Subsidi, Pemkab Ajak Kemitraan Dengan Petani Lokal

Adi mengatakan, berdasar suratsurat tersebut, Bojonegoro tidak tergolong dalam wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga, tak heran setiap hari terlihat beberapa siswa berseragam SMA masuk sekolah. Ada juga kemungkinan fokus tiap sekolah saat ini terhadap siswa-siswi kelas 12 yang hendak masuk perguruan tinggi.

Namun, pada intinya seluruh penerapan protokol kesehatan Covid-19 harus senantiasa diperketat. Sehingga, Adi memercayakan kepada setiap satuan pendidikan terkait mekanismenya.

Adi mendorong seluruh satuan pendidikan SMA rutin secara berkala berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bojonegoro, untuk saling menjaga. “Karena kepala sekolah beserta dewan guru yang memahami situasi dan kondisi sekolahnya. Jadi, sebisa mungkin mampu meminimalisasi risiko penularan Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilih Wilayah Pinggiran, Empat SMA di Bojonegoro ini Layaknya SMK

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/