alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Kades Meninggal, Dua Desa Gelar Pilkades PAW

Radar Bojonegoro – Dua desa bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antarwaktu (PAW) tahun ini. Yakni, Desa Kemamang, Kecamatan Balen, dan Desa Sumberagung, Kecamatan Dander.

Kepala desa (kades) di dua desa itu meninggal dunia. Sehingga, jabatan kades mengalami kekosongan hingga kini. Rencananya, pelaksanan pilkades akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Dan pelaksanaan menerapkan peraturan daerah (perda) kepala desa disahkan akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Machmudin mengatakan, saat ini dua desa itu tengah dalam proses pengisian penjabat (Pj) kades. Sebab, pelaksanaan pilkades masih enam bulan lagi.

Karena itu, selama enam bulan terakhir jabatan kades diisi oleh Pj. Pilkades PAW dilaksanakan karena masa jabatan kadesnya masih cukup lama. Yakni, dua tahun lebih. Sehingga, harus diisi oleh kepala desa definitif. Masa tugas kades PAW nantinya melanjutkan masa tugas kades sebelumnya. Sehingga, menjabatnya tidak utuh enam tahun.

Baca Juga :  Pembinaan Warga & Deklarasi Pemilu Damai PSHT Cabang Tuban

Tahun ini, lanjut Machmudin, pelaksanan pilkades hanya dua PAW itu. Sedangkan, pilkades serentak baru akan dilaksanakan tahun depan. Pilkades serentak itu dilaksanakan di desa-desa hasil pelantikan 2016 lalu. Tahun depan masa kerja kadesnya habis. Sehingga, dilaksanakan pilkades serentak.

‘’Jumlahnya saya tidak hafal. Yang pasti tahun depan pilkades serentak,’’ jelas mantan Camat Ngasem itu. Machmudin menjelaskan, pilkades akan datang ini, baik PAW maupun serentak menerapkan peraturan daerah (perda) tentang kepala desa disahkan akhir tahun lalu.

Dalam perda itu disebutkan juga ada pengawas pilkades dalam pelaksanaannya. ‘’Nanti mengacu perda baru tentang kepala desa itu,’’ jelasnya. Selain adanya pengawas pilkades, perda perubahan tentang kepala desa ini juga mengatur tentang syarat calon kades.

Baca Juga :  Gegara Sabu, Dua Pemuda asal Sekar Divonis 4 Tahun

Pada perda sebelum perubahan, syarat kepala desa harus warga setempat. Namun, pada perda perubahan ini semua warga negara Indonesia (WNI) bisa mencalonkan setiap pilkades di Bojonegoro. Sehingga, setiap WNI bisa mencalonkan diri sebagai kades.

Radar Bojonegoro – Dua desa bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antarwaktu (PAW) tahun ini. Yakni, Desa Kemamang, Kecamatan Balen, dan Desa Sumberagung, Kecamatan Dander.

Kepala desa (kades) di dua desa itu meninggal dunia. Sehingga, jabatan kades mengalami kekosongan hingga kini. Rencananya, pelaksanan pilkades akan dilaksanakan pertengahan tahun ini. Dan pelaksanaan menerapkan peraturan daerah (perda) kepala desa disahkan akhir tahun lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Machmudin mengatakan, saat ini dua desa itu tengah dalam proses pengisian penjabat (Pj) kades. Sebab, pelaksanaan pilkades masih enam bulan lagi.

Karena itu, selama enam bulan terakhir jabatan kades diisi oleh Pj. Pilkades PAW dilaksanakan karena masa jabatan kadesnya masih cukup lama. Yakni, dua tahun lebih. Sehingga, harus diisi oleh kepala desa definitif. Masa tugas kades PAW nantinya melanjutkan masa tugas kades sebelumnya. Sehingga, menjabatnya tidak utuh enam tahun.

Baca Juga :  Awal Tahun, Lima Kejadian Kebakaran

Tahun ini, lanjut Machmudin, pelaksanan pilkades hanya dua PAW itu. Sedangkan, pilkades serentak baru akan dilaksanakan tahun depan. Pilkades serentak itu dilaksanakan di desa-desa hasil pelantikan 2016 lalu. Tahun depan masa kerja kadesnya habis. Sehingga, dilaksanakan pilkades serentak.

‘’Jumlahnya saya tidak hafal. Yang pasti tahun depan pilkades serentak,’’ jelas mantan Camat Ngasem itu. Machmudin menjelaskan, pilkades akan datang ini, baik PAW maupun serentak menerapkan peraturan daerah (perda) tentang kepala desa disahkan akhir tahun lalu.

Dalam perda itu disebutkan juga ada pengawas pilkades dalam pelaksanaannya. ‘’Nanti mengacu perda baru tentang kepala desa itu,’’ jelasnya. Selain adanya pengawas pilkades, perda perubahan tentang kepala desa ini juga mengatur tentang syarat calon kades.

Baca Juga :  Muncul Rp 25 Juta di Sidang Saddil

Pada perda sebelum perubahan, syarat kepala desa harus warga setempat. Namun, pada perda perubahan ini semua warga negara Indonesia (WNI) bisa mencalonkan setiap pilkades di Bojonegoro. Sehingga, setiap WNI bisa mencalonkan diri sebagai kades.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/