alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Jaring 17 Pelanggar Operasi Prokes di Masa PPKM

Radar Lamongan – Sebagian warga Lamongan masih rendah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Buktinya, 343 orang dinyatakan melanggar prokes selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), 11 – 17 Januari.

Mereka terjaring operasi gabungan di beberapa tempat. ‘’Di lapangan, banyak sekali yang membawa masker, namun jarang dipakai,’’ kata Kepala Satpol PP Lamongan Suprapto kemarin (18/1).

Menurut dia, 316 pelanggar diberi teguran petugas. Masuk kategori pelanggaran kategori ini, mereka yang baru kali pertama kedapatan melanggar prokes sejak operasi di masa pandemi. Seperti membawa masker tapi tidak digunakan.

‘’Kami memiliki data sebelum –sebelumnya,‘’ ujar salah satu anggota Satpol PP saat dikonfirmasi terpisah. Sementara 17 pelanggar di minta melakukan kerja sosial. Masuk kategori ini, mereka yang tercatat melakukan pelanggaran kedua kalinya.

Baca Juga :  Kelangkaan Joglo Tak Bisa Dibendung

Bentuknya, melakukan kegiatan bersih – bersih di sekitar lokasi mereka terjaring razia. Mereka juga diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara sepuluh orang lainnya diberi sanksi denda.

Masuk kategori ini, mereka yang sudah tiga kali melanggar. ‘’Untuk dendanya, rata – rata Rp 50 ribu untuk satu orang saat tak menggunakan masker,’’ ujar Suprapto.

Dia menuturkan, operasi itu tak hanya dilakukan siang. Juga malam. Sasarannya, tempat – tempat keramaian seperti kafe atau warung, pertokoan, dan pasar. Operasi tersebut juga melibatkan anggota TNI dan Polri.

Suprapto menambahkan, operasi itu bertujuan menekan penyebaran Covid-19. Sesuai edaran surat gubernur Jawa Timur, Lamongan masuk wilayah yang melaksanakan PPKM. Pertokoan, warung dan kafe dibatasi jam bukanya hingga pukul 19.00. ‘’Semua ini agar menjadikan efek jera bagi warga yang tak menggunakan masker saat keluar rumah,’’ kata Suprapto.

Baca Juga :  Laksanakan ANBK, Berharap Hasil Terbaik

Radar Lamongan – Sebagian warga Lamongan masih rendah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Buktinya, 343 orang dinyatakan melanggar prokes selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), 11 – 17 Januari.

Mereka terjaring operasi gabungan di beberapa tempat. ‘’Di lapangan, banyak sekali yang membawa masker, namun jarang dipakai,’’ kata Kepala Satpol PP Lamongan Suprapto kemarin (18/1).

Menurut dia, 316 pelanggar diberi teguran petugas. Masuk kategori pelanggaran kategori ini, mereka yang baru kali pertama kedapatan melanggar prokes sejak operasi di masa pandemi. Seperti membawa masker tapi tidak digunakan.

‘’Kami memiliki data sebelum –sebelumnya,‘’ ujar salah satu anggota Satpol PP saat dikonfirmasi terpisah. Sementara 17 pelanggar di minta melakukan kerja sosial. Masuk kategori ini, mereka yang tercatat melakukan pelanggaran kedua kalinya.

Baca Juga :  Selalu Bertarung Bersama Kakak

Bentuknya, melakukan kegiatan bersih – bersih di sekitar lokasi mereka terjaring razia. Mereka juga diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara sepuluh orang lainnya diberi sanksi denda.

Masuk kategori ini, mereka yang sudah tiga kali melanggar. ‘’Untuk dendanya, rata – rata Rp 50 ribu untuk satu orang saat tak menggunakan masker,’’ ujar Suprapto.

Dia menuturkan, operasi itu tak hanya dilakukan siang. Juga malam. Sasarannya, tempat – tempat keramaian seperti kafe atau warung, pertokoan, dan pasar. Operasi tersebut juga melibatkan anggota TNI dan Polri.

Suprapto menambahkan, operasi itu bertujuan menekan penyebaran Covid-19. Sesuai edaran surat gubernur Jawa Timur, Lamongan masuk wilayah yang melaksanakan PPKM. Pertokoan, warung dan kafe dibatasi jam bukanya hingga pukul 19.00. ‘’Semua ini agar menjadikan efek jera bagi warga yang tak menggunakan masker saat keluar rumah,’’ kata Suprapto.

Baca Juga :  Protes Hasil Pilkades, Datangi Pemkab

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/