alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Masih Memicu Laka dan Macet

- Advertisement -

KOTA – Sudah seperti bahaya laten, perlintasan kereta api (KA) double track di Lamongan terus memakan korban. Tidak terhitung sepeda motor terjatuh setelah melewatinya. Saat hujan turun semakin banyak korban berjatuhan, karena permukaannya licin. Kendaraan roda empat pun juga tidak sedikit yang celaka. Terutama truk sarat muatan yang terguling di lokasi itu. 

Selain kecelakaan, perlintasan KA tersebut juga memicu kemacetan. Karena kendaraan harus berjalan pelan dan berhati-hati karena perlintasan KA itu permukaannya berlubang dan miring. Meski berkali-kali diperbaiki, hingga kamis (18/1) tetap memicu laka lantas dan kemacetan.  

Menurut Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo, sudah tidak asing lagi banyak kendaraan roda dua yang terpeleset sampai terjatuh, terutama saat hujan turun. ‘’Paling banyak yang terjatuh berada di sebelah utara atau dari arah barat, yang tak ada lempengan besi di permukaan rel kereta api,’’ ujarnya kemarin (18/1).

Baca Juga :  Bantuan Datang dari Berbagai Kalangan

Menurut dia, karena tidak ada lempengan besi, sehingga aspal yang ada di tengah rel KA tidak merata. Kondisi itu yang memudahkan pengendara jatuh, khususnya roda dua.  ‘’Memang beberapa  bulan yang lalu dilakukan perbaikan. Namun bantaran rel masih lebih tinggi disbanding aspal, sehingga masih memicu laka,’’ ucapnya. 

Terpisah, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, untuk lempengan maupun kerusakan jalan yang ada di rel KA perbaikannya menjadi kewenangan Kementerian PU Binamarga dan Satker Ditjenka Kemenhub (satuan kerja direktorat jendral perkeretaapian kementrian perhubungan). ‘’Itu sudah menjadi keputusan beberapa bulan yang lalu saat rapat kerja di Dinas Perhubungan Surabaya,’’ ungkapnya. 

- Advertisement -

Sedangkan PT KAI, ujar dia, kewenangannya hanya pada perbaikan rel KA dan perbaikan jalan rusak akibat perbaikan rel KA. ‘’Kerusakan jalan di samping rel kereta api karena banjir atau faktor lainnya, masuk tanggung jawab dua instasi tersebut. Lempengan yang rusak juga tanggung jawab dua instansi tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Telat Tutup Palang Pintu, Kereta Api Tabrakan dengan Dua Truk

KOTA – Sudah seperti bahaya laten, perlintasan kereta api (KA) double track di Lamongan terus memakan korban. Tidak terhitung sepeda motor terjatuh setelah melewatinya. Saat hujan turun semakin banyak korban berjatuhan, karena permukaannya licin. Kendaraan roda empat pun juga tidak sedikit yang celaka. Terutama truk sarat muatan yang terguling di lokasi itu. 

Selain kecelakaan, perlintasan KA tersebut juga memicu kemacetan. Karena kendaraan harus berjalan pelan dan berhati-hati karena perlintasan KA itu permukaannya berlubang dan miring. Meski berkali-kali diperbaiki, hingga kamis (18/1) tetap memicu laka lantas dan kemacetan.  

Menurut Kanit Turjawali Polres Lamongan, Ipda Purnomo, sudah tidak asing lagi banyak kendaraan roda dua yang terpeleset sampai terjatuh, terutama saat hujan turun. ‘’Paling banyak yang terjatuh berada di sebelah utara atau dari arah barat, yang tak ada lempengan besi di permukaan rel kereta api,’’ ujarnya kemarin (18/1).

Baca Juga :  Pengangkutan Mesin JTB Sesalkan Tak Libatkan Pekerja Lokal

Menurut dia, karena tidak ada lempengan besi, sehingga aspal yang ada di tengah rel KA tidak merata. Kondisi itu yang memudahkan pengendara jatuh, khususnya roda dua.  ‘’Memang beberapa  bulan yang lalu dilakukan perbaikan. Namun bantaran rel masih lebih tinggi disbanding aspal, sehingga masih memicu laka,’’ ucapnya. 

Terpisah, Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko mengatakan, untuk lempengan maupun kerusakan jalan yang ada di rel KA perbaikannya menjadi kewenangan Kementerian PU Binamarga dan Satker Ditjenka Kemenhub (satuan kerja direktorat jendral perkeretaapian kementrian perhubungan). ‘’Itu sudah menjadi keputusan beberapa bulan yang lalu saat rapat kerja di Dinas Perhubungan Surabaya,’’ ungkapnya. 

- Advertisement -

Sedangkan PT KAI, ujar dia, kewenangannya hanya pada perbaikan rel KA dan perbaikan jalan rusak akibat perbaikan rel KA. ‘’Kerusakan jalan di samping rel kereta api karena banjir atau faktor lainnya, masuk tanggung jawab dua instasi tersebut. Lempengan yang rusak juga tanggung jawab dua instansi tersebut,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Melihat Pembuatan Robot Soccer di Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/