22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 1, 2023

Jatah Subsidi Benih belum Jelas 

- Advertisement -

KOTA – Jatah subsidi benih bagi petani di Lamongan hingga kamis (18/1) belum jelas. Sebab pemerintah pusat belum menetapkan kuota subsidi benih bagi petani di daerah. Tahun lalu petani di Kota Soto tersebut  mendapat jatah subsidi benih sebanyak 1.625.000 kilogram (kg) jenis padi inhibrida dan 69.925 kg jenis hibrida. 

“Kuota belum ditetapkan pusat. Daerah hanya menyesuaikan jatah dari pusat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan, Aris Setiadi kamis (18/1). 

Menurut Aris, kuota benih biasanya ditetapkan pertengahan Januari. Sedangkan penyaluran bulan berikutnya. Tapi hingga kamis (18/1) belum ada informasi dari pusat terkait jumlah kuota. ‘’Sehingga kemungkinan penyalurannya akan sedikit terlambat,’’ ujarnya.  

Meski terlambat, dia mengklaim tidak akan berpengaruh besar terhadap petani. Karena benih tersebut baru akan dipergunakan untuk musim tanam Maret-April. Pada musim tanam saat ini, yang sudah dilewati petani, petani menggunakan benih subsidi jatah 2017. ‘’Petani tidak hanya menggantungkan subsidi pemerintah. Karena biasanya mereka akan memiliki stok benih khusus untuk ditanam pada musim berikutnya,’’ ungkapnya. 

Aris menjelaskan, penetapan kuota dilakukan pemerintah pusat dengan menyesuaikan luas lahan. Sehingga daerah tidak bisa mengusulkan karena sudah ada jatahnya. Tapi dia memastikan keterlambatan ini tidak ada kaitannya dengan informasi rencana pencabutan subsidi benih. “Pencabutan subsidi benih belum pasti, jadi jangan dikaitkan,” terangnya. 

- Advertisement -

Terlambatnya jatah itu, terang dia, diperkirakan karena metode penyalurannya akan berubah. Yakni langsung ke petani. Tidak melibatkan pihak ketiga lagi seperti sebelumnya. ‘’Kami akan terus berkoordinasi dengan provinsi untuk kuota dan mekanisme penyalurannya,’’ tukasnya.

KOTA – Jatah subsidi benih bagi petani di Lamongan hingga kamis (18/1) belum jelas. Sebab pemerintah pusat belum menetapkan kuota subsidi benih bagi petani di daerah. Tahun lalu petani di Kota Soto tersebut  mendapat jatah subsidi benih sebanyak 1.625.000 kilogram (kg) jenis padi inhibrida dan 69.925 kg jenis hibrida. 

“Kuota belum ditetapkan pusat. Daerah hanya menyesuaikan jatah dari pusat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan, Aris Setiadi kamis (18/1). 

Menurut Aris, kuota benih biasanya ditetapkan pertengahan Januari. Sedangkan penyaluran bulan berikutnya. Tapi hingga kamis (18/1) belum ada informasi dari pusat terkait jumlah kuota. ‘’Sehingga kemungkinan penyalurannya akan sedikit terlambat,’’ ujarnya.  

Meski terlambat, dia mengklaim tidak akan berpengaruh besar terhadap petani. Karena benih tersebut baru akan dipergunakan untuk musim tanam Maret-April. Pada musim tanam saat ini, yang sudah dilewati petani, petani menggunakan benih subsidi jatah 2017. ‘’Petani tidak hanya menggantungkan subsidi pemerintah. Karena biasanya mereka akan memiliki stok benih khusus untuk ditanam pada musim berikutnya,’’ ungkapnya. 

Aris menjelaskan, penetapan kuota dilakukan pemerintah pusat dengan menyesuaikan luas lahan. Sehingga daerah tidak bisa mengusulkan karena sudah ada jatahnya. Tapi dia memastikan keterlambatan ini tidak ada kaitannya dengan informasi rencana pencabutan subsidi benih. “Pencabutan subsidi benih belum pasti, jadi jangan dikaitkan,” terangnya. 

- Advertisement -

Terlambatnya jatah itu, terang dia, diperkirakan karena metode penyalurannya akan berubah. Yakni langsung ke petani. Tidak melibatkan pihak ketiga lagi seperti sebelumnya. ‘’Kami akan terus berkoordinasi dengan provinsi untuk kuota dan mekanisme penyalurannya,’’ tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/