alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Pemeriksaan Balita di Zona Merah Diarahkan Janji Temu

Radar Bojonegoro – Pemeriksaan balita dalam pos pelayanan terpadu (posyandu) diminta lebih berhati-hati seiring angka penderita Covid-19 kian bertambah. Selain menerapkan protokol kesehatan, desa atau kecamatan yang berzona merah diminta tidak menggelar posyandu secara tatap muka.

Sebaliknya, pemeriksaan perkembangan bayi di bawah lima tahun (balita) secara terbatas. Atau digelar janji temu dan diarahkan di pondok bersalin desa (polindes).Berdasar data dihimpun, awal pandemi lalu, ada sekitar 46.166 bayi balita di Kota Ledre.

Afni Afifah salah satu ibu sempat cemas posyandu tidak digelar ketika wilayah tempat tinggalnya di Kacamatan Sugihwaras kembali terdapat warga terkonfirmasi positif korona. Padahal, balitanya harus imunisasi vaksin campak.

Baca Juga :  Peresmian & Serah Terima 50 Unit PJUTS Kepada Pemkab Bojonegoro

“Sempat berpikir tidak ada posyandu pada Desember kerana Covid-19,” ungkap ibu dari satu anak itu. Afifah bersyukur ternyata imuniasi bisa dilakukan di polindes. Namun dengan pembatasan, dan dijadwal waktu imunisasi. “Tidak boleh bersamaan,” jelas warga Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras itu.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lucky Imro’ah mengatakan, hingga Desember posyandu tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Sehingga perlu pencegahan agar tidak terjadi penularan.

Lucky menjelaskan, pemantauan pertumbuhan bayi bawah dua tahun (baduta), balita yang mendapat imunisasi, dan balita berisiko gizi (balita gizi buruk, kurang dan stunting) dilakukan di fasilitas kesehatan. Tentu, dengan janji temu. “Diprioritaskan bagi balita dengan masalah gizi,” jelasnya.

Baca Juga :  Besok, Puncak Awarding Tryout

Menurut Lucky, posyandu dilakukan pada kecamatan berzona hijau. Sedangkan, kecamatan berzona kuning hingga merah menggunakan inovasi masingmasing kecamatan. “Beberapa kecamatan melakukan janji temu di setiap RT, fasilitas kesehatan, atau tempat lain yang memungkinkan,” jelasnya. Lucky masih mengevaluasi terkait pelaksanaan posyandu maupun pemantauan perkembangan lain karena tidak bisa mengetahui kondisi semua balita. (irv)

Radar Bojonegoro – Pemeriksaan balita dalam pos pelayanan terpadu (posyandu) diminta lebih berhati-hati seiring angka penderita Covid-19 kian bertambah. Selain menerapkan protokol kesehatan, desa atau kecamatan yang berzona merah diminta tidak menggelar posyandu secara tatap muka.

Sebaliknya, pemeriksaan perkembangan bayi di bawah lima tahun (balita) secara terbatas. Atau digelar janji temu dan diarahkan di pondok bersalin desa (polindes).Berdasar data dihimpun, awal pandemi lalu, ada sekitar 46.166 bayi balita di Kota Ledre.

Afni Afifah salah satu ibu sempat cemas posyandu tidak digelar ketika wilayah tempat tinggalnya di Kacamatan Sugihwaras kembali terdapat warga terkonfirmasi positif korona. Padahal, balitanya harus imunisasi vaksin campak.

Baca Juga :  16 Warga Bojonegoro Jadi Korban Tertipu Kerja di Polandia

“Sempat berpikir tidak ada posyandu pada Desember kerana Covid-19,” ungkap ibu dari satu anak itu. Afifah bersyukur ternyata imuniasi bisa dilakukan di polindes. Namun dengan pembatasan, dan dijadwal waktu imunisasi. “Tidak boleh bersamaan,” jelas warga Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras itu.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Lucky Imro’ah mengatakan, hingga Desember posyandu tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Sehingga perlu pencegahan agar tidak terjadi penularan.

Lucky menjelaskan, pemantauan pertumbuhan bayi bawah dua tahun (baduta), balita yang mendapat imunisasi, dan balita berisiko gizi (balita gizi buruk, kurang dan stunting) dilakukan di fasilitas kesehatan. Tentu, dengan janji temu. “Diprioritaskan bagi balita dengan masalah gizi,” jelasnya.

Baca Juga :  Trisula Striker Persibo, Haus Golkah?

Menurut Lucky, posyandu dilakukan pada kecamatan berzona hijau. Sedangkan, kecamatan berzona kuning hingga merah menggunakan inovasi masingmasing kecamatan. “Beberapa kecamatan melakukan janji temu di setiap RT, fasilitas kesehatan, atau tempat lain yang memungkinkan,” jelasnya. Lucky masih mengevaluasi terkait pelaksanaan posyandu maupun pemantauan perkembangan lain karena tidak bisa mengetahui kondisi semua balita. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/