alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Saturday, August 13, 2022

Terganjal Izin Amdal

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, sudah mulai memproduksi minyak. Sehingga, produksi migas di Blok Cepu itu akan meningkat. 

Namun, untuk peningkatan produksi minyak yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan para mitra Blok Cepu, PT Pertamina EP Cepu, dan Badan Kerja Sama Participating Interest (PI) Blok Cepu, belum mengantongi izin untuk peningkatan produksi.

Sesuai regulasinya, untuk peningkatan produksi minyak dari 220 ribu barel per hari, menjadi sekitar 235 ribu barel per hari harus mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdal). 

’’Produksi minyak dari Blok Cepu akan meningkat, tapi untuk amdal masih dalam proses,’’ kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Sutjipto saat ditemui di Lapangan Banyu Urip kemarin (17/12).

Sutjipto menuturkan, produksi minyak di Kedung Keris dipastikan sudah dimulai. Sesuai targetnya akan memproduksi 10 ribu barel per hari. Namun, untuk tahap awal ini, produksinya  hanya sekitar 3.500 barel per hari.

- Advertisement -

Dengan berjalannya waktu, akan naik sekitar 5 ribu sampai memenuhi target 10 ribu barel per hari. Namun, untuk peningkatan minyak, harus mengubah izin amdal, yang saat ini masih proses di pemkab setempat.

Baca Juga :  Ditentukan Nilai Tertinggi

’’Masih proses, semoga cepat selesai,’’ ujar pria sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Semen Indonesia.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiadjit memastikan, akan mendukung peningkatan produksi minyak, khususnya di Bojonegoro, karena proyek tersebut untuk meningkatkan produksi minyak. Apalagi minyak di Bojonegoro ini untuk memenuhi kebutuhan minyak tingkat nasional. 

’’Sesuai pesan Bu Gubernur, izin investasi harus dipermudah,’’ tegasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, terkait izin amdal, peningkatan produksi minyak di Blok Cepu, karena Lapangan Kedung Keris sudah mulai berproduksi, izin amdal harus diubah. Namun, proses izin tersebut menunggu kebijakan dari Pemkab Bojonegoro.

Karena, menurut dia, Pemprov Jatim tidak bisa menindaklanjuti tanpa ada persetujuan dari kabupaten penghasil minyak. ’’Dalam waktu dekat, saya akan bersilaturahmi kepada Bupati Bojonegoro,’’ ujar pria sebelumnya menjabat Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi dikonfirmasi terpisah mengaku, izin peningkatan produksi masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Karena untuk izin amdal tentang eksplorasi di Lapangan Kedung Keris sudah beres.

Baca Juga :  Gadis Margomulyo Gantung Diri di Sidoarjo

’’Tinggal izin peningkatan produksi, untuk amdal lapangan sudah keluar,’’ kata mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro itu.

Presiden ExxonMobil Cepu Limited Louise McKenzie mengatakan, akan terus mengevaluasi kemampuan dan kinerja dari sumur Lapangan Kedung Keris. Dia mengklaim telah mencapai catatan keselamatan signifikan proyek di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, itu dengan lebih dari 2 juta jam keselamatan kerja.

’’Kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, proyek Kedung Keris dilaksanakan, sebuah perusahaan Indonesia,’’ tandasnya. 

Proyek ini terdiri atas tapak sumur untuk operasi satu sumur, dan pipa bawah tanah berdiameter 8 inci, sepanjang 15 kilometer tersambung dengan Fasilitas Pengolahan Pusat Banyu Urip. 

Lapangan Kedung Keris ditemukan pada 2011, sekitar 15 kilometer sebelah timur Lapangan Banyu Urip. Berdasar evaluasi saat ini, diperkirakan cadangan minyak dari Lapangan Kedung Keris mencapai 20 juta barel minyak. Lapangan tersebut terletak di Blok Cepu, EMCL bertindak sebagai operator.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, sudah mulai memproduksi minyak. Sehingga, produksi migas di Blok Cepu itu akan meningkat. 

Namun, untuk peningkatan produksi minyak yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan para mitra Blok Cepu, PT Pertamina EP Cepu, dan Badan Kerja Sama Participating Interest (PI) Blok Cepu, belum mengantongi izin untuk peningkatan produksi.

Sesuai regulasinya, untuk peningkatan produksi minyak dari 220 ribu barel per hari, menjadi sekitar 235 ribu barel per hari harus mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdal). 

’’Produksi minyak dari Blok Cepu akan meningkat, tapi untuk amdal masih dalam proses,’’ kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Sutjipto saat ditemui di Lapangan Banyu Urip kemarin (17/12).

Sutjipto menuturkan, produksi minyak di Kedung Keris dipastikan sudah dimulai. Sesuai targetnya akan memproduksi 10 ribu barel per hari. Namun, untuk tahap awal ini, produksinya  hanya sekitar 3.500 barel per hari.

- Advertisement -

Dengan berjalannya waktu, akan naik sekitar 5 ribu sampai memenuhi target 10 ribu barel per hari. Namun, untuk peningkatan minyak, harus mengubah izin amdal, yang saat ini masih proses di pemkab setempat.

Baca Juga :  Tersenggol Mobil, Tewas Terlindas Truk

’’Masih proses, semoga cepat selesai,’’ ujar pria sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Semen Indonesia.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiadjit memastikan, akan mendukung peningkatan produksi minyak, khususnya di Bojonegoro, karena proyek tersebut untuk meningkatkan produksi minyak. Apalagi minyak di Bojonegoro ini untuk memenuhi kebutuhan minyak tingkat nasional. 

’’Sesuai pesan Bu Gubernur, izin investasi harus dipermudah,’’ tegasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, terkait izin amdal, peningkatan produksi minyak di Blok Cepu, karena Lapangan Kedung Keris sudah mulai berproduksi, izin amdal harus diubah. Namun, proses izin tersebut menunggu kebijakan dari Pemkab Bojonegoro.

Karena, menurut dia, Pemprov Jatim tidak bisa menindaklanjuti tanpa ada persetujuan dari kabupaten penghasil minyak. ’’Dalam waktu dekat, saya akan bersilaturahmi kepada Bupati Bojonegoro,’’ ujar pria sebelumnya menjabat Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi dikonfirmasi terpisah mengaku, izin peningkatan produksi masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Karena untuk izin amdal tentang eksplorasi di Lapangan Kedung Keris sudah beres.

Baca Juga :  Gadis Margomulyo Gantung Diri di Sidoarjo

’’Tinggal izin peningkatan produksi, untuk amdal lapangan sudah keluar,’’ kata mantan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro itu.

Presiden ExxonMobil Cepu Limited Louise McKenzie mengatakan, akan terus mengevaluasi kemampuan dan kinerja dari sumur Lapangan Kedung Keris. Dia mengklaim telah mencapai catatan keselamatan signifikan proyek di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, itu dengan lebih dari 2 juta jam keselamatan kerja.

’’Kontrak rekayasa, pengadaan, dan konstruksi, proyek Kedung Keris dilaksanakan, sebuah perusahaan Indonesia,’’ tandasnya. 

Proyek ini terdiri atas tapak sumur untuk operasi satu sumur, dan pipa bawah tanah berdiameter 8 inci, sepanjang 15 kilometer tersambung dengan Fasilitas Pengolahan Pusat Banyu Urip. 

Lapangan Kedung Keris ditemukan pada 2011, sekitar 15 kilometer sebelah timur Lapangan Banyu Urip. Berdasar evaluasi saat ini, diperkirakan cadangan minyak dari Lapangan Kedung Keris mencapai 20 juta barel minyak. Lapangan tersebut terletak di Blok Cepu, EMCL bertindak sebagai operator.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/