alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tujuh Peserta Absen, Satu Peserta Tes SKB di Dalam Ambulans

Radar Bojonegoro – Hari terakhir proses seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS berlangsung kemarin (17/9). Ada salah satu peserta mengerjakan tes SKB seraya berbaring di dalam ambulans. Peserta wanita asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, itu mengeluhkan pusing. Apalagi kondisinya hamil muda. Sehingga menjalani perawatan sambil mengerjakan tes SKB menggunakan laptop di Kantor Regional Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jawa Timur, di Surabaya. Yang menangani tim medis dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono membenarkan adanya fenomena itu. Sehingga, selama durasi pengerjaan sekitar 1,5 jam, peserta berbaring di ambulans. ‘’Dia merasa pusing setelah selesai registrasi. Sudah mendapat PIN registrasi. Akhirnya kami evakuasi ke ruangan ber-AC dan ditangani tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro,” katanya kemarin (17/9).

Baca Juga :  Masukkan Pasal Khusus Sekdes PNS

Menurut Joko, setelah menyelesaikan rangkaian tes, kepulangan peserta dikawal ambulans dari dinkes. Sementara keberangkatannya ia tidak mengetahui. Kaitannya sudah mendapat pengawalan dari dinkes atau mandiri. ‘’Kalau berangkatnya tidak tahu. Tapi pulangnya tadi dikawal. Sebelumnya pun mungkin tidak menginap,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, pihaknya memberi label kepada para peserta sekiranya membutuhkan pengawasan. Salah satunya peserta sedang atau pasca hamil. Teknisnya memberi pita kuning. ‘’Sudah ada persiapan dari dinkes. Selain perawat, juga membawa bidan,” ujar mantan Lurah Kepatihan itu. Ia mencontohkan pelaksanaan tes Rabu (16/9) lalu juga mendapati adanya peserta pasca operasi sesar kehamilan.

Ia kurang tahu pasti jumlah peserta yang hamil. Namun, selama tiga hari pelaksanaan, jumlahnya lebih dari 10 peserta. ‘’Mungkin sekitar 15 an peserta,” imbuhnya. Terkait pelaksanaan tes SKB, terdapat tujuh peserta absen. Hari pertama dua peserta, hari kedua tiga, dan hari terakhir kemarin ada satu. Sehingga totalnya ada enam peserta absen. Satu peserta sisanya tidak bisa mengikuti karena positif Covid-19.

Baca Juga :  Kopda Taufik Terkagum Saat Rianti Membaca 1001 Doa

‘’Jadi totalnya ada tujuh (peserta yang absen). Tapi kalau yang positif Covid-19 ini reschedule. Nanti 5 Oktober,” tandas dia. Menurut Joko, peserta lolos tahap akhir seleksi CPNS ditentukan berdasar integrasi nilai tes SKD dan tes SKB. Bobotnya, SKD sebesar 40 persen dan SKB 60 persen. Namun, untuk hasil tes SKB seketika diunggah setiap malam harinya.

‘’Nantinya, untuk pengumuman hasil integrasi (SKD dan SKB) akan keluar 30 Oktober mendatang,” tutupnya. Seperti diketahui, sebanyak 769 peserta CPNS mengikuti tes SKB. Berlangsung di kantor regional (Kanreg) badan kepegawaian nasional (BKN) Jatim di Surabaya. Mulai 15- 17 September. 

Radar Bojonegoro – Hari terakhir proses seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS berlangsung kemarin (17/9). Ada salah satu peserta mengerjakan tes SKB seraya berbaring di dalam ambulans. Peserta wanita asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, itu mengeluhkan pusing. Apalagi kondisinya hamil muda. Sehingga menjalani perawatan sambil mengerjakan tes SKB menggunakan laptop di Kantor Regional Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Jawa Timur, di Surabaya. Yang menangani tim medis dinas kesehatan (dinkes) setempat.

Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono membenarkan adanya fenomena itu. Sehingga, selama durasi pengerjaan sekitar 1,5 jam, peserta berbaring di ambulans. ‘’Dia merasa pusing setelah selesai registrasi. Sudah mendapat PIN registrasi. Akhirnya kami evakuasi ke ruangan ber-AC dan ditangani tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro,” katanya kemarin (17/9).

Baca Juga :  Bagi Gadis ini Bahagia Kita yang Ciptakan Sendiri

Menurut Joko, setelah menyelesaikan rangkaian tes, kepulangan peserta dikawal ambulans dari dinkes. Sementara keberangkatannya ia tidak mengetahui. Kaitannya sudah mendapat pengawalan dari dinkes atau mandiri. ‘’Kalau berangkatnya tidak tahu. Tapi pulangnya tadi dikawal. Sebelumnya pun mungkin tidak menginap,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Menurut dia, pihaknya memberi label kepada para peserta sekiranya membutuhkan pengawasan. Salah satunya peserta sedang atau pasca hamil. Teknisnya memberi pita kuning. ‘’Sudah ada persiapan dari dinkes. Selain perawat, juga membawa bidan,” ujar mantan Lurah Kepatihan itu. Ia mencontohkan pelaksanaan tes Rabu (16/9) lalu juga mendapati adanya peserta pasca operasi sesar kehamilan.

Ia kurang tahu pasti jumlah peserta yang hamil. Namun, selama tiga hari pelaksanaan, jumlahnya lebih dari 10 peserta. ‘’Mungkin sekitar 15 an peserta,” imbuhnya. Terkait pelaksanaan tes SKB, terdapat tujuh peserta absen. Hari pertama dua peserta, hari kedua tiga, dan hari terakhir kemarin ada satu. Sehingga totalnya ada enam peserta absen. Satu peserta sisanya tidak bisa mengikuti karena positif Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Santunan Rp 1,8 Miliar

‘’Jadi totalnya ada tujuh (peserta yang absen). Tapi kalau yang positif Covid-19 ini reschedule. Nanti 5 Oktober,” tandas dia. Menurut Joko, peserta lolos tahap akhir seleksi CPNS ditentukan berdasar integrasi nilai tes SKD dan tes SKB. Bobotnya, SKD sebesar 40 persen dan SKB 60 persen. Namun, untuk hasil tes SKB seketika diunggah setiap malam harinya.

‘’Nantinya, untuk pengumuman hasil integrasi (SKD dan SKB) akan keluar 30 Oktober mendatang,” tutupnya. Seperti diketahui, sebanyak 769 peserta CPNS mengikuti tes SKB. Berlangsung di kantor regional (Kanreg) badan kepegawaian nasional (BKN) Jatim di Surabaya. Mulai 15- 17 September. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/