alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Rehab Puskesmas Glagah Belum Lelang

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sisa tahun anggaran 2019 kurang tiga bulan. Namun, renovasi Puskesmas Glagah sampai sekarang belum dilakukan. Sebab, lelang belum dilaksanakan.

Padahal, renovasi pelayanan kesehatan tersebut sudah dialokasikan APBD 2019 Rp 171 juta.  “Masih proses unit layanan pengadaan (ULP), dipastikan bulan ini rampung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Taufik Hidayat.

Dia menjelaskan, puskesmas hanya rehab dan peningkatan pelayanan. Tujuannya, pasien semakin nyaman dengan pelayanan kesehatan tingkat kecamatan. Teknisnya, hanya menambah ruang pelayanan seperti kamar inap dan ruang tunggu.

‘’Rehab ini (di Puskesmas Glagah) memperbaiki yang lama dan menambah ruang baru, bukan gedung baru,” tuturnya.

Baca Juga :  Lumbung Pangan Didominasi Petani Tua

Tahun ini kegiatan rehab dan peningkatan fasilitas puskesmas cukup banyak. Selain Puskesmas Glagah, juga di antaranya Puskesmas Karangkembang, Babat; Karanggeneng; Karangbinangun; Tikung; dan Pucuk.

Terkait alokasi rehab, Taufik mengklaim disesuaikan kebutuhan di lapangan. Jika kondisinya perlu dilakukan rehab menyeluruh, maka alokasinya juga banyak. Dia mencontohkan Puskesmas Karangkembang. Rencananya puskesmas ini naik status menjadi rumah sakit rujukan jiwa. Sehingga alokasinya anggarannya mencapai Rp 8,3 miliar. Sebab, membutuhkan banyak ruangan dan minimal harus menjadi rumah sakit tipe C. Alokasi tersebut belum termasuk pengadaan alat pelayanan. “Kalau sudah disetujui menjadi rumah sakit pasti alat-alat dan SDM akan dilengkapi tahun depan,” jelasnya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sisa tahun anggaran 2019 kurang tiga bulan. Namun, renovasi Puskesmas Glagah sampai sekarang belum dilakukan. Sebab, lelang belum dilaksanakan.

Padahal, renovasi pelayanan kesehatan tersebut sudah dialokasikan APBD 2019 Rp 171 juta.  “Masih proses unit layanan pengadaan (ULP), dipastikan bulan ini rampung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, Taufik Hidayat.

Dia menjelaskan, puskesmas hanya rehab dan peningkatan pelayanan. Tujuannya, pasien semakin nyaman dengan pelayanan kesehatan tingkat kecamatan. Teknisnya, hanya menambah ruang pelayanan seperti kamar inap dan ruang tunggu.

‘’Rehab ini (di Puskesmas Glagah) memperbaiki yang lama dan menambah ruang baru, bukan gedung baru,” tuturnya.

Baca Juga :  Bambang Kalahkan Anggota Satgas TMMD Dalam Bermain Tenis Meja

Tahun ini kegiatan rehab dan peningkatan fasilitas puskesmas cukup banyak. Selain Puskesmas Glagah, juga di antaranya Puskesmas Karangkembang, Babat; Karanggeneng; Karangbinangun; Tikung; dan Pucuk.

Terkait alokasi rehab, Taufik mengklaim disesuaikan kebutuhan di lapangan. Jika kondisinya perlu dilakukan rehab menyeluruh, maka alokasinya juga banyak. Dia mencontohkan Puskesmas Karangkembang. Rencananya puskesmas ini naik status menjadi rumah sakit rujukan jiwa. Sehingga alokasinya anggarannya mencapai Rp 8,3 miliar. Sebab, membutuhkan banyak ruangan dan minimal harus menjadi rumah sakit tipe C. Alokasi tersebut belum termasuk pengadaan alat pelayanan. “Kalau sudah disetujui menjadi rumah sakit pasti alat-alat dan SDM akan dilengkapi tahun depan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Waswas, Kekeringan Meluas

Tanam Sendiri Bebas Kimia

Artikel Terbaru


/