alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kaji MPU Jurusan Padangan, Ngraho, dan Ngasem

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Transportasi di tiga kecamatan yakni Padangan, Ngraho, dan Ngasem, mulai dilakukan penataan. Tiga kecamatan di kawasan barat itu diusulkan adanya trayek mobil penumpang umum (MPU).

Rutenya melewati segitiga kecamatan tersebut. Konsep penambahan MPU ini direncanakan tahun depan. Rencana MPU ini untuk membangun transportasi di daerah terpencil.

Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, penambahan MPU ini untuk menjangkau daerah pelosok. Sebaliknya, tidak ada penambahan MPU di kawasan Kecamatan Kota.

‘’Penambahan MPU dikhususkan ada di sektor pedesaan,’’ katanya kemarin (17/9).

Banyaknya kendaraan pribadi dan alternatif kendaraan lainnya menjadi alasan. Sentot mencontohkan, saat ini penumpang bertujuan Surabaya saja lebih memilih naik motor daripada bus atau kendaraan umum.

Baca Juga :  Mepet, Deadline Pengerjaan Proyek Konstruksi

Camat Ngraho Mohammad Saipurrohim mengaku belum tahu atas rencana adanya trayek MPU di wilayahnya. Ia pun enggan berkomentar. Sebab menurutnya itu sudah menjadi ranahnya dinas perhubungan.

Karena selama yang ia tahu hanya ada bus antar kota dalam provinsi. Sedangkan terkait MPU, ia merasa kurang pas untuk ikut berkomentar. “Selama ini saya belum pernah menerima informasi adanya trayek MPU tersebut,” ujarnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Transportasi di tiga kecamatan yakni Padangan, Ngraho, dan Ngasem, mulai dilakukan penataan. Tiga kecamatan di kawasan barat itu diusulkan adanya trayek mobil penumpang umum (MPU).

Rutenya melewati segitiga kecamatan tersebut. Konsep penambahan MPU ini direncanakan tahun depan. Rencana MPU ini untuk membangun transportasi di daerah terpencil.

Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, penambahan MPU ini untuk menjangkau daerah pelosok. Sebaliknya, tidak ada penambahan MPU di kawasan Kecamatan Kota.

‘’Penambahan MPU dikhususkan ada di sektor pedesaan,’’ katanya kemarin (17/9).

Banyaknya kendaraan pribadi dan alternatif kendaraan lainnya menjadi alasan. Sentot mencontohkan, saat ini penumpang bertujuan Surabaya saja lebih memilih naik motor daripada bus atau kendaraan umum.

Baca Juga :  Kualitas Bawang Merah Kalah Bersaing, 9.000 Ton Ikut Pasar Lelang

Camat Ngraho Mohammad Saipurrohim mengaku belum tahu atas rencana adanya trayek MPU di wilayahnya. Ia pun enggan berkomentar. Sebab menurutnya itu sudah menjadi ranahnya dinas perhubungan.

Karena selama yang ia tahu hanya ada bus antar kota dalam provinsi. Sedangkan terkait MPU, ia merasa kurang pas untuk ikut berkomentar. “Selama ini saya belum pernah menerima informasi adanya trayek MPU tersebut,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/