alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Bupati Tak Melarang Fredy

TUBAN, Radar Tuban – Setelah resmi mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati di PDI Perjuangan, Fredy Ardliyan Syah yang sebelumnya jarang muncul di depan publik, kini mulai rajin menemui konstituen.

Kemarin (17/9), putra sulung bupati Fathul Huda ini mendampingi ayahnya ketika menghadiri Haul Syekh Abdul Jabbar di  Nglirip, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

Dalam foto yang beredar di media sosial (medsos), Fredy terlihat foto bareng masyarakat. Dia mengenakan kaus hitam berlogo Ansor dan berkopiah hitam. Foto lain menunjukkan dia berpose bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

Entah, apakah ini isyarat Fathul Huda merestui anaknya maju sebagai kontestan Pilkada 2020? Ini yang belum diketahui pasti.

Fredy, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban membenarkan dirinya mengikuti ayahnya dalam  Haul Syekh Abdul Jabbar. Ditanya kemunculannya di hadapan publik pasca mendaftar di PDI Perjuangan, dia menjawab dengan bahasa sanepo Jawa. ”Wayahe musim pelem yo mangan pelem (Waktunya musim mangga ya makan mangga, Red). Mosok mangan duren,” kata dia berkelar. Ditanya keseriusannya maju sebagai balon wabup, Fredy menjawab diplomatis keseriusannya tidak bisa diverbalkan.  Begitu juga ketika ditanya apakah ayahnya sudah merestuinya? ”Rahasia,” jawab dia singkat.

Baca Juga :  Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga Goreng Material Hotmix

Kepada wartawan koran ini, Fredy juga   menyampaikan alasannya foto bersama para jamaah dan ulama. Dikatakan pria jebolan Ponpes Al Muhibbin Tambakberas Jombang ini, mulanya ibu-ibu yang memasak di dapur umum meminta foto bareng bupati.  Menjelang pemotretan, ayahnya justru memanggil sekaligus memperkenalkan dirinya. ”Ini calon bupati,” kata dia menirukan ucapan ayahnya. Sebelum maupun sesudah pemotretan tersebut, Fredy memastikan tidak ada dialog dengan masyarakat.

Bupati Fathul Huda ketika dikonfirmasi tidak mempermasalahkan mendaftar Fredy sebagai balon bupati  di PDI Perjuangan. ‘’Fredy itu anak yang sangat taat kepada orang tua dan kiai. Pasti akan mengikuti petunjuk kiai,’’ kata dia via pesan pendek kemarin sore.

Apakah sudah merestui putranya?  Fathul Huda menjawab diplomatis. ‘’Belum pernah minta restu, ya ndak ada restu dan nglarang. Lagi pula prosesnya masih lama,’’ tegas mantan ketua PCNU Tuban ini.

Huda juga menjelaskan, penentuan sosok calon bupati yang layak dari Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB sepenuhnya diputuskan kiai. Dia juga mengisyarakatkan PKB sebagai kendaraan koalisi dengan partai lain. ‘’Tentu tidak ada dua calon dari PKB yang bersaing,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Gatot Uji Kepatutan di DPP

Sementara itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Tuban Sandy Ariyanto menyampaikan, setelah pendaftaran ditutup Sabtu (14/9), balon bupati dan wakil bupati hasil penjaringan partainya mengikuti tahap selanjutnya, yakni fit and proper test. Uji kelayakan dan kepatutan ini dijadwalkan di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kamis (19/9) besok. ‘’Semua harus hadir,’’ tegasnya.

Apabila ada salah satu balon bupati dan wakil bupati berhalangan hadir, dia berharap yang bersangkutan konfirmasi dan bersedia mengikuti fit and proper test di kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, hingga pendaftaran ditutup, tercatat 18 pengusaha, birokrat, dan politisi yang mendaftar sebagai balon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PDI Perjuangan. Mereka adalah Eko Wahyudi, Adi Widodo, Setiajit, Agus Maemun, Afwan Maksum, Gatot Prayogo, dan M. Imam Solihin. Berikutnya, M. Chamim Amir, Gunawan, Suryo Widodo, Raymond Inti Wirawan, Santoso, Yasmiatun, Sujali, Aang Sutan, Fredy Ardliyan Syah, serta Amir Burhannudin.

TUBAN, Radar Tuban – Setelah resmi mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati di PDI Perjuangan, Fredy Ardliyan Syah yang sebelumnya jarang muncul di depan publik, kini mulai rajin menemui konstituen.

Kemarin (17/9), putra sulung bupati Fathul Huda ini mendampingi ayahnya ketika menghadiri Haul Syekh Abdul Jabbar di  Nglirip, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.

Dalam foto yang beredar di media sosial (medsos), Fredy terlihat foto bareng masyarakat. Dia mengenakan kaus hitam berlogo Ansor dan berkopiah hitam. Foto lain menunjukkan dia berpose bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

Entah, apakah ini isyarat Fathul Huda merestui anaknya maju sebagai kontestan Pilkada 2020? Ini yang belum diketahui pasti.

Fredy, panggilan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban membenarkan dirinya mengikuti ayahnya dalam  Haul Syekh Abdul Jabbar. Ditanya kemunculannya di hadapan publik pasca mendaftar di PDI Perjuangan, dia menjawab dengan bahasa sanepo Jawa. ”Wayahe musim pelem yo mangan pelem (Waktunya musim mangga ya makan mangga, Red). Mosok mangan duren,” kata dia berkelar. Ditanya keseriusannya maju sebagai balon wabup, Fredy menjawab diplomatis keseriusannya tidak bisa diverbalkan.  Begitu juga ketika ditanya apakah ayahnya sudah merestuinya? ”Rahasia,” jawab dia singkat.

Baca Juga :  Termotivasi Membangun Lamongan Lebih Maju

Kepada wartawan koran ini, Fredy juga   menyampaikan alasannya foto bersama para jamaah dan ulama. Dikatakan pria jebolan Ponpes Al Muhibbin Tambakberas Jombang ini, mulanya ibu-ibu yang memasak di dapur umum meminta foto bareng bupati.  Menjelang pemotretan, ayahnya justru memanggil sekaligus memperkenalkan dirinya. ”Ini calon bupati,” kata dia menirukan ucapan ayahnya. Sebelum maupun sesudah pemotretan tersebut, Fredy memastikan tidak ada dialog dengan masyarakat.

Bupati Fathul Huda ketika dikonfirmasi tidak mempermasalahkan mendaftar Fredy sebagai balon bupati  di PDI Perjuangan. ‘’Fredy itu anak yang sangat taat kepada orang tua dan kiai. Pasti akan mengikuti petunjuk kiai,’’ kata dia via pesan pendek kemarin sore.

Apakah sudah merestui putranya?  Fathul Huda menjawab diplomatis. ‘’Belum pernah minta restu, ya ndak ada restu dan nglarang. Lagi pula prosesnya masih lama,’’ tegas mantan ketua PCNU Tuban ini.

Huda juga menjelaskan, penentuan sosok calon bupati yang layak dari Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB sepenuhnya diputuskan kiai. Dia juga mengisyarakatkan PKB sebagai kendaraan koalisi dengan partai lain. ‘’Tentu tidak ada dua calon dari PKB yang bersaing,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Bisnis Emas Hitam Tak Licin LagiĀ 

Sementara itu, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Tuban Sandy Ariyanto menyampaikan, setelah pendaftaran ditutup Sabtu (14/9), balon bupati dan wakil bupati hasil penjaringan partainya mengikuti tahap selanjutnya, yakni fit and proper test. Uji kelayakan dan kepatutan ini dijadwalkan di kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kamis (19/9) besok. ‘’Semua harus hadir,’’ tegasnya.

Apabila ada salah satu balon bupati dan wakil bupati berhalangan hadir, dia berharap yang bersangkutan konfirmasi dan bersedia mengikuti fit and proper test di kantor DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, hingga pendaftaran ditutup, tercatat 18 pengusaha, birokrat, dan politisi yang mendaftar sebagai balon bupati dan wakil bupati di kantor DPC PDI Perjuangan. Mereka adalah Eko Wahyudi, Adi Widodo, Setiajit, Agus Maemun, Afwan Maksum, Gatot Prayogo, dan M. Imam Solihin. Berikutnya, M. Chamim Amir, Gunawan, Suryo Widodo, Raymond Inti Wirawan, Santoso, Yasmiatun, Sujali, Aang Sutan, Fredy Ardliyan Syah, serta Amir Burhannudin.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/