alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Truk Molen Lalu-Lalang 24 Jam, Warga Keluhkan Jalan Rusak Berdebu

Radar Bojonegoro – Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengeluhkan polusi udara dan jalan rusak, kondisi itu terjadi sejak berdiri pabrik cor beton di dekat tempat pembuangan akhir (TPA).

Debu dari aktivitas truk molen bertuliskan Surya Bengawan Sakti itu memasuki rumah warga, sebagian mengeluhkan sesak napas. Warga berharap segera ada tindakan dari instansi terkait.

Tutik, salah satu warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk mengeluhkan polusi udara di rumahnya karena berdebu setiap hari. Debu itu bersumber dari lalu-lalang truk molen bertuliskan Surya Bengawan Sakti yang mengangkut cor beton yang berdiri beberapa bulan lalu. “Sudah setiap hari debu masuk rumah saat truk besar-besar lewat,” ungkapnya kemarin (17/8).

Menurut, dia akses jalan lingkungan juga rusak, dipicu muatan truk tidak sebanding dengan tonase jalan. Sekitar 3 meter jalan masuk lingkungan dari jalan raya rusak, pengendara harus hati-hati. “Pengerasannya berbeda dengan yang di depan rumah warga, dikasih penguat besi sebelum dicor, seharusnya yang di dekat jalan raya juga seperti ini,” pinta ibu rumah tangga itu.

Baca Juga :  Spv Oppo Akui Hukuman Sales Oppo, Katanya Sudah Ada Sebelum Dia Masuk

Margianto, warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari jalan rusak menceritakan, pernah pengguna jalan terjatuh akibat jalan tidak kunjung diperbaiki. Lalu-lalang truk molen selama 24 jam, bahkan saat warga tertidur aktivitas pabrik terus berjalan. “Akhirnya tidur pun juga terganggu oleh suara kendaraan yang lewat,” keluhnya.

Menurutnya, penyiraman jalan lintasan truk proyek oleh pemilik pabrik tidak efektif untuk mengatasi debu yang masuk ke rumah warga. Setelah disirami air, beberapa menit kemudian debu muncul lagi karena seringnya truk melintas.

“Kalau bisa dihitung sampai ratusan lebih tiap harinya,” tutur warga RT 10 Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Margianto menambahkan, sebelumnya tidak ada sosialisasi kepada warga sekitar jalan yang dilintasi truk pengangkut material dan hasil pabrik. Sehingga tidak mengetahui detail tentang truk bertuliskan Surya Bengawan Sakti itu.

Baca Juga :  Bayi Berusia Satu Bulan Ditemukan Tergelatak di Teras Rumah Warga

Dia berharap ada tindakan dari instansi terkait agar bisa menikmati lingkungan sehat. Karena, anaknya punya penyakit alergi terhadap debu, sehingga kerap mengalami sesak napas. “Kira-kira sudah sebulan yang lalu debu mulai masuk ke rumah,” kenangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi menjanjikan akan dikoordinasikan dengan pihak desa terkait keluhan lingkungan hidup warga sekitar yang terdampak. Pihaknya akan membuat forum untuk menampung usulan dan saran dari masyarakat. “Segera, besok (hari ini) akan dikoordinasikan dengan desa, kalau besok ada pertemuan diusulkan di dalam forum itu saja,” katanya terpisah. (luk) 

Radar Bojonegoro – Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, mengeluhkan polusi udara dan jalan rusak, kondisi itu terjadi sejak berdiri pabrik cor beton di dekat tempat pembuangan akhir (TPA).

Debu dari aktivitas truk molen bertuliskan Surya Bengawan Sakti itu memasuki rumah warga, sebagian mengeluhkan sesak napas. Warga berharap segera ada tindakan dari instansi terkait.

Tutik, salah satu warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk mengeluhkan polusi udara di rumahnya karena berdebu setiap hari. Debu itu bersumber dari lalu-lalang truk molen bertuliskan Surya Bengawan Sakti yang mengangkut cor beton yang berdiri beberapa bulan lalu. “Sudah setiap hari debu masuk rumah saat truk besar-besar lewat,” ungkapnya kemarin (17/8).

Menurut, dia akses jalan lingkungan juga rusak, dipicu muatan truk tidak sebanding dengan tonase jalan. Sekitar 3 meter jalan masuk lingkungan dari jalan raya rusak, pengendara harus hati-hati. “Pengerasannya berbeda dengan yang di depan rumah warga, dikasih penguat besi sebelum dicor, seharusnya yang di dekat jalan raya juga seperti ini,” pinta ibu rumah tangga itu.

Baca Juga :  MUI Kecam Investasi Bodong di Bojonegoro

Margianto, warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari jalan rusak menceritakan, pernah pengguna jalan terjatuh akibat jalan tidak kunjung diperbaiki. Lalu-lalang truk molen selama 24 jam, bahkan saat warga tertidur aktivitas pabrik terus berjalan. “Akhirnya tidur pun juga terganggu oleh suara kendaraan yang lewat,” keluhnya.

Menurutnya, penyiraman jalan lintasan truk proyek oleh pemilik pabrik tidak efektif untuk mengatasi debu yang masuk ke rumah warga. Setelah disirami air, beberapa menit kemudian debu muncul lagi karena seringnya truk melintas.

“Kalau bisa dihitung sampai ratusan lebih tiap harinya,” tutur warga RT 10 Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk itu.

Margianto menambahkan, sebelumnya tidak ada sosialisasi kepada warga sekitar jalan yang dilintasi truk pengangkut material dan hasil pabrik. Sehingga tidak mengetahui detail tentang truk bertuliskan Surya Bengawan Sakti itu.

Baca Juga :  Pedagang Tak Boleh Dibesuk

Dia berharap ada tindakan dari instansi terkait agar bisa menikmati lingkungan sehat. Karena, anaknya punya penyakit alergi terhadap debu, sehingga kerap mengalami sesak napas. “Kira-kira sudah sebulan yang lalu debu mulai masuk ke rumah,” kenangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi menjanjikan akan dikoordinasikan dengan pihak desa terkait keluhan lingkungan hidup warga sekitar yang terdampak. Pihaknya akan membuat forum untuk menampung usulan dan saran dari masyarakat. “Segera, besok (hari ini) akan dikoordinasikan dengan desa, kalau besok ada pertemuan diusulkan di dalam forum itu saja,” katanya terpisah. (luk) 

Artikel Terkait

Most Read

Rajin Tulis Artikel

Aji Anggap Teco Belum Teruji 

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/