alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

51 Pekerja Gas JTB Terpapar Covid-19

Radar Bojonegoro- Sebanyak 51 pekerja migas di proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, terpapar Covid-19. Rerata pekerja terpapar itu dari luar Bojonegoro. Namun, empat di antaranya warga lokal.

‘’Yang warga lokal saat ini tengah dirawat di (RSUD) Sosodoro. Sedangkan, yang luar daerah sudah dipulangkan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Pujiningrum kemarin (17/7).

Menurut Ani, jumlah pekerja migas terinfeksi itu adalah akumulatif sejak diketahui Juni lalu. Sebab, operator migas, khususnya dari Pertamina EP Cepu (PEPC) itu sering menggelar rapid test di lingkungan pekerja migas. ’’Mereka melakukan rapid test mandiri di bawah pengawasan kami,’’ tandasnya.

Ani menjelaskan, para pekerja migas itu tidak tertular di Bojonegoro. Melainkan dari luar Bojonegoro. Sebab, mereka baru datang ke Bojonegoro. Pekerja migas dari luar kota, ketika baru datang langsung menjalani rapid test.

Baca Juga :  Tagih Kinerja DPRD Tuntaskan Perda

Saat hasilnya reaktif mereka seketika dipulangkan ke daerah asal. Rata-rata dari Jakarta. Kemudian mereka melakukan swab test secara mandiri. ‘’Hasilnya beragam. Ada yang positif dan negatif,’’ ujar mantan direktur RSUD Padangan itu.

Saat ini, lanjut Ani, semua pekerja migas yang positif itu sudah tidak lagi di Bojonegoro. Mereka sudah kembali ke daerah masing-masing. Vice President dan Relations PEPC Whisnu Bahriansyah dikonfirmasi terpisah menjelaskan, terpaparnya 51 pekerja migas di JTB itu sudah ditangani.

Klaster di JTB itu ketika salah satu pekerja asal Madiun bekerja di lapangan JTB. Sesuai kebijakan PEPC, di tengah pandemi ini semua pekerja dari luar kota diwajibkan menjalani rapid test.

‘’Dan 51 orang itu, dua menjalani perawatan di Bojonegoro, sisanya di RSPP (rumah sakit Pertamina di Jakarta),’’ turur Wisnu via ponsel. Dia mengatakan, pekerja asal Madiun itu ketika baru datang di hari pertama menjalai rapid test, hasilnya nonreaktif. Sehingga, bisa masuk dan bekerja layaknya pekerja lain.

Baca Juga :  Kemendag Implementasikan  Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Namun, di 18 hari kerja, kembali menjalani rapid test, kemudian hasilnya juga nonreaktif. Sampai berakhirnya kontrak sekitar 28 hari kerja, juga nonreaktif.

Namun, setelah pulang ke Madiun, mengeluhkan sakit perut. Ketika menjalani perawatan di rumah sakit, divonis positif terpapar virus korona. Sehingga PEPC bergerak cepat memetakan pekerja lain yang pernah kontak langsung. Dan, melakukan swab test terhadap pekerja lainnya. Hasilnya 51 dinyatakan positif.

Agar tidak menyebar, kemudian di bawa ke Jakarta dan menjalani perawatan di RSPP. ‘’Yang terpapar itu bukan warga Bojonegoro. Sekarang posisinya juga di luar Bojonegoro,’’ jelas Wisnu.

Wisnu menilai mengurangi penyebaran virus korona juga menjadi kewajibannya. Sehingga ditemukannya 51 pekerja terpapar Covid-19 itu justru membantu pemerintah.

Radar Bojonegoro- Sebanyak 51 pekerja migas di proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, terpapar Covid-19. Rerata pekerja terpapar itu dari luar Bojonegoro. Namun, empat di antaranya warga lokal.

‘’Yang warga lokal saat ini tengah dirawat di (RSUD) Sosodoro. Sedangkan, yang luar daerah sudah dipulangkan,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ani Pujiningrum kemarin (17/7).

Menurut Ani, jumlah pekerja migas terinfeksi itu adalah akumulatif sejak diketahui Juni lalu. Sebab, operator migas, khususnya dari Pertamina EP Cepu (PEPC) itu sering menggelar rapid test di lingkungan pekerja migas. ’’Mereka melakukan rapid test mandiri di bawah pengawasan kami,’’ tandasnya.

Ani menjelaskan, para pekerja migas itu tidak tertular di Bojonegoro. Melainkan dari luar Bojonegoro. Sebab, mereka baru datang ke Bojonegoro. Pekerja migas dari luar kota, ketika baru datang langsung menjalani rapid test.

Baca Juga :  Kemendag Implementasikan  Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Saat hasilnya reaktif mereka seketika dipulangkan ke daerah asal. Rata-rata dari Jakarta. Kemudian mereka melakukan swab test secara mandiri. ‘’Hasilnya beragam. Ada yang positif dan negatif,’’ ujar mantan direktur RSUD Padangan itu.

Saat ini, lanjut Ani, semua pekerja migas yang positif itu sudah tidak lagi di Bojonegoro. Mereka sudah kembali ke daerah masing-masing. Vice President dan Relations PEPC Whisnu Bahriansyah dikonfirmasi terpisah menjelaskan, terpaparnya 51 pekerja migas di JTB itu sudah ditangani.

Klaster di JTB itu ketika salah satu pekerja asal Madiun bekerja di lapangan JTB. Sesuai kebijakan PEPC, di tengah pandemi ini semua pekerja dari luar kota diwajibkan menjalani rapid test.

‘’Dan 51 orang itu, dua menjalani perawatan di Bojonegoro, sisanya di RSPP (rumah sakit Pertamina di Jakarta),’’ turur Wisnu via ponsel. Dia mengatakan, pekerja asal Madiun itu ketika baru datang di hari pertama menjalai rapid test, hasilnya nonreaktif. Sehingga, bisa masuk dan bekerja layaknya pekerja lain.

Baca Juga :  Pencairan ADD dan DD Belum Tuntas

Namun, di 18 hari kerja, kembali menjalani rapid test, kemudian hasilnya juga nonreaktif. Sampai berakhirnya kontrak sekitar 28 hari kerja, juga nonreaktif.

Namun, setelah pulang ke Madiun, mengeluhkan sakit perut. Ketika menjalani perawatan di rumah sakit, divonis positif terpapar virus korona. Sehingga PEPC bergerak cepat memetakan pekerja lain yang pernah kontak langsung. Dan, melakukan swab test terhadap pekerja lainnya. Hasilnya 51 dinyatakan positif.

Agar tidak menyebar, kemudian di bawa ke Jakarta dan menjalani perawatan di RSPP. ‘’Yang terpapar itu bukan warga Bojonegoro. Sekarang posisinya juga di luar Bojonegoro,’’ jelas Wisnu.

Wisnu menilai mengurangi penyebaran virus korona juga menjadi kewajibannya. Sehingga ditemukannya 51 pekerja terpapar Covid-19 itu justru membantu pemerintah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/