alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Masih Menyusui, Marfuah Dijebloskan Tahanan

BOJONEGORO – Siti Marfuah, turun dari tangga kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro dengan sendu, kemarin (17/7). Memakai baju putih bercorak, terdakwa dugaan suap proyek kantor Kecamatan Sukosewu 2016  itu dikawal petugas menuju tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro.

Terdakwa masih menyusui dan memiliki anak berusia delapan bulan. Tapi, Kejari Bojonegoro tetap melaksanakan perintah Mahkamah Agung (MA) untuk melaksanakan penahanan selama 60 hari. 

Fajar Yulianto, penasihat hukum terdakwa mengaku menghormati proses peradilan. Tapi, pihaknya juga merasa keberatan dengan penetapan MA tersebut, karena sejak kliennya ditahan tidak diberikan relaas.

“Saya kok merasa aneh ya, ada penetapan sela sebelum diputus upaya hukum kasasi di MA,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah membela kliennya. Apalagi kondisi kliennya masih sebagai ibu menyusui. Bayinya pun masih berusia delapan bulan. 

Baca Juga :  Dua Pemain Bakal Dikontrak

Fajar akan meminta klarifikasi MA terkait penetapan penahanan. Juga berencana melaporkan ke Komnas HAM serta perlindungan anak dan perempuan. “Karena bayi masih ketergantungan ASI, perlu perawatan serta perhatian khusus dari ibunya. Sehingga ini harusnya perlu diambil kebijaksanaan tersendiri dan tetap dalam tahanan kota,” ujar dia.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan menjelaskan, saat ini terdakwa masih proses hukum kasasi di MA. Tetapi, kejari menerima penetapan penahanan tersebut dari MA. Sehingga, kejari pun harus mengeksekusinya.

Isi penetapan MA, kata Fauzan, supaya terdakwa ditahan selama 60 hari ke depan di Lapas Bojonegoro sebelum putusan kasasi turun. Sebelumnya, Marfuah merupakan tahanan kota, karena kondisinya saat itu hamil. 

Baca Juga :  Lubang Hiasi Jalan Nasional¬†

Sebelum dijebloskan ke penjara, Marfuah sempat meminta bertemu keluarganya dulu. “Terdakwa pun sempat membawa bayinya saat diantar ke lapas. Tapi kami belum tahu, selanjutnya ikut terus di lapas atau dibawa pulang,” tuturnya.

Kasi Binadik Lapas Bojonegoro Koesdwiawantoadi mengatakan, ibu boleh menyusui anaknya di dalam lapas hingga usianya mencapai dua tahun. Tapi, ia menyarankan agar bayinya dirawat keluarga di rumah saja.

“Karena di sini tidak ada lapas khusus perempuan. selain itu kasihan juga bayinya, lebih baik dirawat keluarga di rumah,” jelasnya.

BOJONEGORO – Siti Marfuah, turun dari tangga kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro dengan sendu, kemarin (17/7). Memakai baju putih bercorak, terdakwa dugaan suap proyek kantor Kecamatan Sukosewu 2016  itu dikawal petugas menuju tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro.

Terdakwa masih menyusui dan memiliki anak berusia delapan bulan. Tapi, Kejari Bojonegoro tetap melaksanakan perintah Mahkamah Agung (MA) untuk melaksanakan penahanan selama 60 hari. 

Fajar Yulianto, penasihat hukum terdakwa mengaku menghormati proses peradilan. Tapi, pihaknya juga merasa keberatan dengan penetapan MA tersebut, karena sejak kliennya ditahan tidak diberikan relaas.

“Saya kok merasa aneh ya, ada penetapan sela sebelum diputus upaya hukum kasasi di MA,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah membela kliennya. Apalagi kondisi kliennya masih sebagai ibu menyusui. Bayinya pun masih berusia delapan bulan. 

Baca Juga :  Tak Tertib, Masih Banyak yang Enggan Bayar Reklame

Fajar akan meminta klarifikasi MA terkait penetapan penahanan. Juga berencana melaporkan ke Komnas HAM serta perlindungan anak dan perempuan. “Karena bayi masih ketergantungan ASI, perlu perawatan serta perhatian khusus dari ibunya. Sehingga ini harusnya perlu diambil kebijaksanaan tersendiri dan tetap dalam tahanan kota,” ujar dia.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan menjelaskan, saat ini terdakwa masih proses hukum kasasi di MA. Tetapi, kejari menerima penetapan penahanan tersebut dari MA. Sehingga, kejari pun harus mengeksekusinya.

Isi penetapan MA, kata Fauzan, supaya terdakwa ditahan selama 60 hari ke depan di Lapas Bojonegoro sebelum putusan kasasi turun. Sebelumnya, Marfuah merupakan tahanan kota, karena kondisinya saat itu hamil. 

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Madrasah Menunggu Izin Pemkab

Sebelum dijebloskan ke penjara, Marfuah sempat meminta bertemu keluarganya dulu. “Terdakwa pun sempat membawa bayinya saat diantar ke lapas. Tapi kami belum tahu, selanjutnya ikut terus di lapas atau dibawa pulang,” tuturnya.

Kasi Binadik Lapas Bojonegoro Koesdwiawantoadi mengatakan, ibu boleh menyusui anaknya di dalam lapas hingga usianya mencapai dua tahun. Tapi, ia menyarankan agar bayinya dirawat keluarga di rumah saja.

“Karena di sini tidak ada lapas khusus perempuan. selain itu kasihan juga bayinya, lebih baik dirawat keluarga di rumah,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Belajar Arti Politik

Tiga CPNS Sanggah Pengumuman

Fredy: Saya Serius

Artikel Terbaru


/