alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Hari Ini Harus Bisa Cetak Gol

SETIAP striker memiliki tanggung jawab untuk bisa mencetak gol sebanyak-banyaknya bagi klub yang dibelanya. Beban itu juga dipikul Alex Dos Santos Goncalves yang menjadi andalan lini depan Persela Lamongan.

Cuaca panas terasa di Stadion Surajaya Lamongan, kemarin siang (17/7). Seluruh skuad tim mengikuti instruksi yang diberikan jajaran pelatih.

Alex Dos Santos Goncalves juga memerhatikan instruksi yang diberikan. Dia lebih rileks dibandingkan pekan – pekan sebelumnya.

Hat-trick yang dibuatnya ke gawang Kalteng Putra membuat Alex lebih sumringah. Sebab, gol tersebut mengantarkan kemenangan perdana Persela di Stadion Surajaya. Tiga gol itu juga membuktikan bahwa dirinya punya kualitas sebagai seorang striker. Total enam gol yang dikoleksinya bersama Persela membuat namanya masuk deretan pencetak gol papan atas di Liga 1 musim ini.

Tiga gol lainnya dilesakkan Alex ke gawang Madura United, Arema FC, dan Persebaya Surabaya.

‘’Perasaan terbaik yang saya rasakan. Saya sangat senang, sebab kemarin pertandingan (melawan Kalteng Putra) penting dan kemenangan pertama bagi tim kami,’’ tutur Alex kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Kalahkan Borneo FC 2-0 di Stadion Surajaya

Bagi striker berpostur 182 sentimeter (cm) itu, peran rekan-rekannya di tim menjadi poin penting. Mereka membantunya untuk menciptakan banyak gol bagi Persela.

 ‘’Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan dari semua teman – teman di tim ini,’’ tutur striker kelahiran Kota Porto Alegre, Brasil tersebut. 

Ada ritual yang selalu dilakukan Alex sebelum memulai pertandingan. Ketika berada di lapangan, dirinya berbicara pada diri sendiri untuk bisa mencetak gol pada pertandingan tersebut.

‘’Ketika saya datang ke lapangan, saya selalu berbicara kepada diri saya sendiri. Hari ini saya harus mencetak gol, hari ini saya harus mencetak gol,’’ ujar Alex yang mengucapkannya dalam bahasa Inggris dengan tidak terlalu lancar.

Latihan kemarin sore menjadi persiapan terakhir tim berkaus kebesaran biru muda itu sebelum menjamu Bali United nanti sore (18/7) di Stadion Surajaya. Alex kembali berdiri di tempat yang sama seperti minggu lalu. Dengan motivasi dan harapan yang masih sama, tapi situasi yang jauh berbeda. Sebab, lawan yang dihadapi nanti merupakan runner up sementara Liga 1. Bali United memiliki sederet pemain bintang, yang kerap mencuri poin di luar kandang.

Baca Juga :  JOB P-PEJ Berikan Alat Bantu Pendidikan kepada SMKN 5 Bojonegoro

‘’Saya tidak peduli dengan Bali. Saya hanya fokus untuk tim saya, Persela Lamongan. Kita harus selalu fight untuk bisa meraih kemenangan,’’ ujar pemain yang pernah bermain di klub Serie B Brasil Botafogo tersebut.

Semangat dan motivasi Alex tentunya tak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Jika sebelumnya termotivasi untuk membawa kemenangan pertama bagi Persela, maka laga melawan Serdadu Tridatu – julukan Bali United, dia dituntut mencetak gol dan membawa timnya menjauhi zona degradasi.

Sebab, Barito Putera dan Persipura yang juga bangkit pada laga sebelumnya. Sehingga, Persela kembali berada di zona degradasi.

‘’Kita harus bermain seperti kemarin, selalu. Untuk bangkit perlahan demi perlahan. Kita masih memiliki waktu,’’ tutur striker kelahiran 20 Mei 1990 itu.

SETIAP striker memiliki tanggung jawab untuk bisa mencetak gol sebanyak-banyaknya bagi klub yang dibelanya. Beban itu juga dipikul Alex Dos Santos Goncalves yang menjadi andalan lini depan Persela Lamongan.

Cuaca panas terasa di Stadion Surajaya Lamongan, kemarin siang (17/7). Seluruh skuad tim mengikuti instruksi yang diberikan jajaran pelatih.

Alex Dos Santos Goncalves juga memerhatikan instruksi yang diberikan. Dia lebih rileks dibandingkan pekan – pekan sebelumnya.

Hat-trick yang dibuatnya ke gawang Kalteng Putra membuat Alex lebih sumringah. Sebab, gol tersebut mengantarkan kemenangan perdana Persela di Stadion Surajaya. Tiga gol itu juga membuktikan bahwa dirinya punya kualitas sebagai seorang striker. Total enam gol yang dikoleksinya bersama Persela membuat namanya masuk deretan pencetak gol papan atas di Liga 1 musim ini.

Tiga gol lainnya dilesakkan Alex ke gawang Madura United, Arema FC, dan Persebaya Surabaya.

‘’Perasaan terbaik yang saya rasakan. Saya sangat senang, sebab kemarin pertandingan (melawan Kalteng Putra) penting dan kemenangan pertama bagi tim kami,’’ tutur Alex kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Baca Juga :  Berpotensi Kembali Level 1

Bagi striker berpostur 182 sentimeter (cm) itu, peran rekan-rekannya di tim menjadi poin penting. Mereka membantunya untuk menciptakan banyak gol bagi Persela.

 ‘’Saya tidak bisa melakukan apapun tanpa bantuan dari semua teman – teman di tim ini,’’ tutur striker kelahiran Kota Porto Alegre, Brasil tersebut. 

Ada ritual yang selalu dilakukan Alex sebelum memulai pertandingan. Ketika berada di lapangan, dirinya berbicara pada diri sendiri untuk bisa mencetak gol pada pertandingan tersebut.

‘’Ketika saya datang ke lapangan, saya selalu berbicara kepada diri saya sendiri. Hari ini saya harus mencetak gol, hari ini saya harus mencetak gol,’’ ujar Alex yang mengucapkannya dalam bahasa Inggris dengan tidak terlalu lancar.

Latihan kemarin sore menjadi persiapan terakhir tim berkaus kebesaran biru muda itu sebelum menjamu Bali United nanti sore (18/7) di Stadion Surajaya. Alex kembali berdiri di tempat yang sama seperti minggu lalu. Dengan motivasi dan harapan yang masih sama, tapi situasi yang jauh berbeda. Sebab, lawan yang dihadapi nanti merupakan runner up sementara Liga 1. Bali United memiliki sederet pemain bintang, yang kerap mencuri poin di luar kandang.

Baca Juga :  Awas, Terjadi Pergeseran Suara Antarcaleg

‘’Saya tidak peduli dengan Bali. Saya hanya fokus untuk tim saya, Persela Lamongan. Kita harus selalu fight untuk bisa meraih kemenangan,’’ ujar pemain yang pernah bermain di klub Serie B Brasil Botafogo tersebut.

Semangat dan motivasi Alex tentunya tak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Jika sebelumnya termotivasi untuk membawa kemenangan pertama bagi Persela, maka laga melawan Serdadu Tridatu – julukan Bali United, dia dituntut mencetak gol dan membawa timnya menjauhi zona degradasi.

Sebab, Barito Putera dan Persipura yang juga bangkit pada laga sebelumnya. Sehingga, Persela kembali berada di zona degradasi.

‘’Kita harus bermain seperti kemarin, selalu. Untuk bangkit perlahan demi perlahan. Kita masih memiliki waktu,’’ tutur striker kelahiran 20 Mei 1990 itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/