alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Kecele, Tak Temukan Parkir Liar

KOTA – Bagi warga Bojonegoro yang masih ditarik uang saat pakir di wilayah kota, laporkan saja. Apalagi ditarik dengan jumlah melebihi batas.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro akan menerjunkan tim untuk mendatangi lokasi yang dilaporkan terdapat praktik parkir liar tersebut. Seperti yang dilakukan kemarin (17/7) siang, di seputaran Alun-Alun Bojonegoro.

”Kami menerima laporan dari warga, bahwa di sekitar sini ada yang memungut parkiran. Jumlahnya melebihi ketentuan lagi,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar kemarin.

Iskandar mengatakan, ada masukan dan laporan dari masyarakat yang menyebut saat parkir di sekitar alun-alun ditarik biaya parkir hingga Rp 10 ribu untuk mobil. Padahal, mereka adalah warga Bojonegoro.

Baca Juga :  Camat Tuban, Ajak Ngopi hingga Biayai Transport Penertiban

Artinya, warga tersebut sudah membayar parkir berlangganan, sehingga seharusnya tak ditarik lagi. ”Kalau warga dari luar kota bisa ditarik parkir. Kalau warga Bojonegoro kan sudah parkir berlangganan,’’ tambahnya.

Karena itu, sejumlah petugas turun ke lokasi untuk mengecek. Hanya, saat di lokasi para juru parkir liar yang biasanya beroperasi semua menghindar.

Tinggal juru parkir resmi yang menjadi mitra dishub yang bertahan. Sehingga, petugas tidak bisa menangkap para juru parkir liar tersebut. ”Saat kami datang, mereka menghilang. Namun, razia akan terus kami lakukan,’’ katanya.

Kepada juru parkir resmi juga diingatkan agar mematuhi ketentuan. Misalnya, memakai seragam juru parkir yang sudah ditentukan. Menata kendaraan dengan baik.

Baca Juga :  Mengarah Jadi Desa Wisata

Sebab, saat razia ditemukan kendaraan yang parkir di tikungan jalan. Padahal, semestinya tidak tidak boleh. ”Petugas juga tidak  boleh menerima uang parkir dari warga Bojonegoro.

Ini harus dipatuhi. Kalau ada warga yang dirugikan laporkan ke kami, lokasi parkirnya di mana, jam berapa nanti kami usut,’’ tandasnya.

Pantauan di lapangan, pada hari-hari biasa, di sekitar alun-alun ada beberapa juru parkir liar, misalnya di jalan depan Masjid Darussalam, di depan kantor pemkab, dan di depan RS Aisiyah.

Diduga, para juru parkir ini memungut tidak sewajarnya. Namun, ketika petugas datang, para juru parkir ini menghilang dari lokasi.

KOTA – Bagi warga Bojonegoro yang masih ditarik uang saat pakir di wilayah kota, laporkan saja. Apalagi ditarik dengan jumlah melebihi batas.

Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro akan menerjunkan tim untuk mendatangi lokasi yang dilaporkan terdapat praktik parkir liar tersebut. Seperti yang dilakukan kemarin (17/7) siang, di seputaran Alun-Alun Bojonegoro.

”Kami menerima laporan dari warga, bahwa di sekitar sini ada yang memungut parkiran. Jumlahnya melebihi ketentuan lagi,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar kemarin.

Iskandar mengatakan, ada masukan dan laporan dari masyarakat yang menyebut saat parkir di sekitar alun-alun ditarik biaya parkir hingga Rp 10 ribu untuk mobil. Padahal, mereka adalah warga Bojonegoro.

Baca Juga :  Bongkar Dua Papan Reklame

Artinya, warga tersebut sudah membayar parkir berlangganan, sehingga seharusnya tak ditarik lagi. ”Kalau warga dari luar kota bisa ditarik parkir. Kalau warga Bojonegoro kan sudah parkir berlangganan,’’ tambahnya.

Karena itu, sejumlah petugas turun ke lokasi untuk mengecek. Hanya, saat di lokasi para juru parkir liar yang biasanya beroperasi semua menghindar.

Tinggal juru parkir resmi yang menjadi mitra dishub yang bertahan. Sehingga, petugas tidak bisa menangkap para juru parkir liar tersebut. ”Saat kami datang, mereka menghilang. Namun, razia akan terus kami lakukan,’’ katanya.

Kepada juru parkir resmi juga diingatkan agar mematuhi ketentuan. Misalnya, memakai seragam juru parkir yang sudah ditentukan. Menata kendaraan dengan baik.

Baca Juga :  Wawan-Donny “Ditendang”

Sebab, saat razia ditemukan kendaraan yang parkir di tikungan jalan. Padahal, semestinya tidak tidak boleh. ”Petugas juga tidak  boleh menerima uang parkir dari warga Bojonegoro.

Ini harus dipatuhi. Kalau ada warga yang dirugikan laporkan ke kami, lokasi parkirnya di mana, jam berapa nanti kami usut,’’ tandasnya.

Pantauan di lapangan, pada hari-hari biasa, di sekitar alun-alun ada beberapa juru parkir liar, misalnya di jalan depan Masjid Darussalam, di depan kantor pemkab, dan di depan RS Aisiyah.

Diduga, para juru parkir ini memungut tidak sewajarnya. Namun, ketika petugas datang, para juru parkir ini menghilang dari lokasi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/