alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Hanya 10 Persen Mulus

BOJONEGORO –Jalan rusak menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Sebab, dari 69 ruas jalan yang ditangani pemkab, hanya 10 persen yang mulus. Selebihnya masih dalam kondisi yang banyak kerusakannya. Hal itu disebabkan banyak pemangkasan anggaran yang dilakukan pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Andi Tjandra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan. Namun, perbaikan jalan tersebut tidak bisa seluruhnya. Sebab, hal itu tergantung dari anggaran yang ada. ”Kami sering kena pemangkasan anggaran. Jadi, pembangunan jalan tidak bisa keseluruhan,’’ ungkap Andi kemarin (17/7).

Andi menjelaskan, meskipun ada pemangkasan anggaran, pihaknya tetap berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur jalan. Karena itu, pihaknya berharap tidak kena pemangkasan lagi. Sebab, adanya pemangkasan itu menghambat untuk pengerjaan infrastruktur. 

Baca Juga :  Rusunawa Tak Kunjung Ditempati

Tahun lalu, anggaran yang dimiliki DPU adalah Rp 859 miliar. Namun, realisasinya hanya Rp 795 miliar. Sebab, mengalami banyak pemangkasan karena dana lebih salur dari pusat tersebut. 

Andi menjelaskan, jika sudah kena pemangkasan, maka yang paling mudah untuk dipangkas adalah anggaran untuk pengerjaan jalan. Sebab, pengurangan anggaran jalan tidak perlu mengurangi kualitasnya. Namun, panjang jalan yang harus dibangun dikurangi. Misalnya, dialokasikan yang akan dibangun adalah 700 meter, dijadikan 200 meter. ”Sedangkan jika mengurangi gedung atau jembatan, terlalu berisiko,’’jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Ali Huda mengatakan, selama ini pihaknya belum melihat jalan di Bojonegoro yang semuanya mulus. Jika ada yang mulus, hanya sebagian. ”Setelah itu rusak lagi. Itu membuat tidak nyaman,’’ jelasnya.  

Baca Juga :  Usulkan 624 Nelayan, Terverifi kasi 608 Nelayan

Ali Huda meminta, bagaimanapun kondisinya, proyek perbaikan jalan tersebut jangan sampai dipangkas. Sebab, selama ini yang sering dipangkas adalah proyek jalan. ”Sedangkan proyek lainnya masih terus berlangsung,’’ jelasnya.

Sebab, lanjutnya, jalan merupakan infrastruktur yang vital bagi warga. Jika kondisi jalan buruk akan membuat pengguna jalan tidak nyaman.

BOJONEGORO –Jalan rusak menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Sebab, dari 69 ruas jalan yang ditangani pemkab, hanya 10 persen yang mulus. Selebihnya masih dalam kondisi yang banyak kerusakannya. Hal itu disebabkan banyak pemangkasan anggaran yang dilakukan pada setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Andi Tjandra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan. Namun, perbaikan jalan tersebut tidak bisa seluruhnya. Sebab, hal itu tergantung dari anggaran yang ada. ”Kami sering kena pemangkasan anggaran. Jadi, pembangunan jalan tidak bisa keseluruhan,’’ ungkap Andi kemarin (17/7).

Andi menjelaskan, meskipun ada pemangkasan anggaran, pihaknya tetap berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur jalan. Karena itu, pihaknya berharap tidak kena pemangkasan lagi. Sebab, adanya pemangkasan itu menghambat untuk pengerjaan infrastruktur. 

Baca Juga :  Vandalisme di Pagar Sport Center Lamongan

Tahun lalu, anggaran yang dimiliki DPU adalah Rp 859 miliar. Namun, realisasinya hanya Rp 795 miliar. Sebab, mengalami banyak pemangkasan karena dana lebih salur dari pusat tersebut. 

Andi menjelaskan, jika sudah kena pemangkasan, maka yang paling mudah untuk dipangkas adalah anggaran untuk pengerjaan jalan. Sebab, pengurangan anggaran jalan tidak perlu mengurangi kualitasnya. Namun, panjang jalan yang harus dibangun dikurangi. Misalnya, dialokasikan yang akan dibangun adalah 700 meter, dijadikan 200 meter. ”Sedangkan jika mengurangi gedung atau jembatan, terlalu berisiko,’’jelasnya.

Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Ali Huda mengatakan, selama ini pihaknya belum melihat jalan di Bojonegoro yang semuanya mulus. Jika ada yang mulus, hanya sebagian. ”Setelah itu rusak lagi. Itu membuat tidak nyaman,’’ jelasnya.  

Baca Juga :  Usulkan 624 Nelayan, Terverifi kasi 608 Nelayan

Ali Huda meminta, bagaimanapun kondisinya, proyek perbaikan jalan tersebut jangan sampai dipangkas. Sebab, selama ini yang sering dipangkas adalah proyek jalan. ”Sedangkan proyek lainnya masih terus berlangsung,’’ jelasnya.

Sebab, lanjutnya, jalan merupakan infrastruktur yang vital bagi warga. Jika kondisi jalan buruk akan membuat pengguna jalan tidak nyaman.

Artikel Terkait

Most Read

Jumat Balas Dendam

Restoran dan Hotel Minim Bayar Pajak 

Artikel Terbaru


/