alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Operasional Sumber Air Ngringinrejo Belum Jelas

BOJONEGORO – Pengoperasionalan sumber mata air di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, tampaknya masih lama. Sebab, PDAM masih belum memiliki instalasi pengolahan air (IPA) untuk mengolah air itu. “IPA-nya masih belum ada. Yang ada itu baru pompa dan penampungan. Jadi, belum bisa dioperasionalkan,” ungkap Direktur PDAM Bojonegoro Sukahanan.

Kahan sapaannya, menjelaskan, IPA akan dibangun dalam waktu dekat. Sekitar Juli. Pembangunan IPA tersebut bukan berasal dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Melainkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Persisnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). “Jadi, saya diurus di Jakarta,” ungkap dia.

Kahan menargetkan, September atau Oktober proses pembangunan IPA tersebut selesai. Sehingga, sumber air tersebut segera dioperasionalkan. “Paling lama mungkin awal tahun depan sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Terjerat kasus Sabu Sabu, Kades Gunungsari Dituntut 8 Bulan Penjara

Sumber air di Ngringinrejo tersebut berpotensi menghasilkan air sebanyak 150 liter per detik. Rencananya, sumber tersebut akan digunakan untuk mengaliri wilayah kota dan sebagian wilayah barat. Seperti Kalitidu, Ngasem, Purwosari, dan Malo.

Selama ini, lanjut dia, wilayah Kota hanya memanfaatkan sumber air dari wilayah selatan. Yaitu, di Sumberarum dan Ngunut, Kecamatan Dander. Jika terjadi permasalahan di wilayah itu, maka air PDAM juga akan macet. Kondisi itu kerap terjadi. Dengan dioperasionalkannya sumber di Ngringinrejo, maka kondisi itu bisa diminimalisir. ‘Semoga yang Ngringin cepat beroperasi,” jelasnya.

Sumber air di Desa Ngringinrejo tersebut berasal dari Bengawan Solo. Lokasinya memang berdekatan dengan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Baca Juga :  Verifikasi 42 BUMDes Ajukan Dana Hibah

Kahan menjelaskan, untuk bisa memanfaatkan air bengawan menjadi air baku diperlukan proses dulu. Sebab, air Bengawan Solo bukanlah jenis air yang bisa langsung dimanfaatkan langsung. Harus melalui proses pengendapan dan pengolahan. Baru menjadi air baku.

Tidak hanya itu, untuk memanfaatkan air bengawan, PDAM juga harus mengajukan izin ke KemenPUPR. Tanpa izin, maka PDAM tidak bisa mengolah air bengawan menjadi air baku.

BOJONEGORO – Pengoperasionalan sumber mata air di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, tampaknya masih lama. Sebab, PDAM masih belum memiliki instalasi pengolahan air (IPA) untuk mengolah air itu. “IPA-nya masih belum ada. Yang ada itu baru pompa dan penampungan. Jadi, belum bisa dioperasionalkan,” ungkap Direktur PDAM Bojonegoro Sukahanan.

Kahan sapaannya, menjelaskan, IPA akan dibangun dalam waktu dekat. Sekitar Juli. Pembangunan IPA tersebut bukan berasal dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Melainkan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Persisnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). “Jadi, saya diurus di Jakarta,” ungkap dia.

Kahan menargetkan, September atau Oktober proses pembangunan IPA tersebut selesai. Sehingga, sumber air tersebut segera dioperasionalkan. “Paling lama mungkin awal tahun depan sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Terjerat kasus Sabu Sabu, Kades Gunungsari Dituntut 8 Bulan Penjara

Sumber air di Ngringinrejo tersebut berpotensi menghasilkan air sebanyak 150 liter per detik. Rencananya, sumber tersebut akan digunakan untuk mengaliri wilayah kota dan sebagian wilayah barat. Seperti Kalitidu, Ngasem, Purwosari, dan Malo.

Selama ini, lanjut dia, wilayah Kota hanya memanfaatkan sumber air dari wilayah selatan. Yaitu, di Sumberarum dan Ngunut, Kecamatan Dander. Jika terjadi permasalahan di wilayah itu, maka air PDAM juga akan macet. Kondisi itu kerap terjadi. Dengan dioperasionalkannya sumber di Ngringinrejo, maka kondisi itu bisa diminimalisir. ‘Semoga yang Ngringin cepat beroperasi,” jelasnya.

Sumber air di Desa Ngringinrejo tersebut berasal dari Bengawan Solo. Lokasinya memang berdekatan dengan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

Baca Juga :  Minim Rambu Proyek, Pengendara Rawan Terperosok

Kahan menjelaskan, untuk bisa memanfaatkan air bengawan menjadi air baku diperlukan proses dulu. Sebab, air Bengawan Solo bukanlah jenis air yang bisa langsung dimanfaatkan langsung. Harus melalui proses pengendapan dan pengolahan. Baru menjadi air baku.

Tidak hanya itu, untuk memanfaatkan air bengawan, PDAM juga harus mengajukan izin ke KemenPUPR. Tanpa izin, maka PDAM tidak bisa mengolah air bengawan menjadi air baku.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/