alexametrics
31.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kekurangan Enam Ribu ASN

- Advertisement -

BOJONEGORO – Usulan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) masih belum ada kejelasan jumlah formasinya. Padahal ada 600-an formasi yang diajukan kepada pemerintah pusat. Saat ini, tiap tahun ada 400-an ASN yang memasuki masa purna tiap tahun. Karena itu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, akan berusaha maksimal mengajukan perekrutan calon ASN.

Rencananya, Pemerintah pusat pada tahun 2018 ini akan melakukan perekrutan calon ASN. “Tapi rencana tersebut masih sebatas berita, belum ada petunjuk teknis (juknis) resmi yang diberikan,” tutur Kepala BKPP Bojonegoro Zainuddin.

Dia juga mengatakan, beberapa waktu lalu Bojonegoro mengusulkan 600 formasi untuk perekrutan calon ASN. Usulan itu hingga kini belum ada kepastian atau balasan dari pemerintah pusat. “Tiap tahun kami pasti usulkan kuota formasi CPNS, sebab moratorium sudah terlalu lama,” jelasnya. Adapun formasi yang darurat kekurangannya ialah tenaga kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :  Doa Terus Mengalir untuk Kopda Faizin dan Serda Wawan

Meski telah mengusulkan 600 formasi, namun jumlah itu juga belum bisa menutupi kekurangan ASN. Sebab, sampai saat ini dari hasil pendataan sampai bulan Mei 2018, pemkab hanya memiliki sekitar 9.500 ASN. Sementara itu untuk kebutuhan idealnya sekitar 15 ribu ASN. “Berarti Pemkab Bojonegoro masih kekurangan sekitar 6.000 PNS,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan itu, BKPP menekankan agar ASN memanfaatkan teknologi terutama IT. Sebab, pemanfaatan IT sangat berpengaruh untuk membantu dan memudahkan pekerjaan para ASN, serta melengkapi kekurangan dari PNS yang ada. “Kekurangan ASN tentu menjadi kendala, tetapi harus profesional dan memaksimalkan tenaga yang ada, setidaknya dengan memanfaatkan kemajuan di bidang IT tentu bisa cukup membantu dan memudahkan pekerjaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Memasuki Musim Hujan, Pengerjaan Trotoar Harus Dipercepat

- Advertisement -

Ketua Forum Honorer K2 Bojonegoro Arif Ida Rifai mengatakan, pihaknya meminta pemerintah pusat agar mengangkat honorer K2 sebagai CPNS tanpa tes. Sebab, pengorbanan honorer selama ini sudah cukup berat. Sehingga, sebanding jika diangkat CPNS. “Minimal ada seleksi khusus K2 seperti dulu,” harapnya.

Arif menjelaskan, banyak di antara para honorer yang usianya sudah tidak memenuhi syarat. Sehingga, tidak memungkinkan untuk rekrutmen CPNS umum. Sebab, usia maksimal ikut rekrutmen CPNS adalah 35 tahun. “Usia kira rata-rata sudah di atas 35 tahun,” jelasnya.

BOJONEGORO – Usulan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) masih belum ada kejelasan jumlah formasinya. Padahal ada 600-an formasi yang diajukan kepada pemerintah pusat. Saat ini, tiap tahun ada 400-an ASN yang memasuki masa purna tiap tahun. Karena itu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, akan berusaha maksimal mengajukan perekrutan calon ASN.

Rencananya, Pemerintah pusat pada tahun 2018 ini akan melakukan perekrutan calon ASN. “Tapi rencana tersebut masih sebatas berita, belum ada petunjuk teknis (juknis) resmi yang diberikan,” tutur Kepala BKPP Bojonegoro Zainuddin.

Dia juga mengatakan, beberapa waktu lalu Bojonegoro mengusulkan 600 formasi untuk perekrutan calon ASN. Usulan itu hingga kini belum ada kepastian atau balasan dari pemerintah pusat. “Tiap tahun kami pasti usulkan kuota formasi CPNS, sebab moratorium sudah terlalu lama,” jelasnya. Adapun formasi yang darurat kekurangannya ialah tenaga kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :  Eksplorasi Foto Humanis

Meski telah mengusulkan 600 formasi, namun jumlah itu juga belum bisa menutupi kekurangan ASN. Sebab, sampai saat ini dari hasil pendataan sampai bulan Mei 2018, pemkab hanya memiliki sekitar 9.500 ASN. Sementara itu untuk kebutuhan idealnya sekitar 15 ribu ASN. “Berarti Pemkab Bojonegoro masih kekurangan sekitar 6.000 PNS,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan itu, BKPP menekankan agar ASN memanfaatkan teknologi terutama IT. Sebab, pemanfaatan IT sangat berpengaruh untuk membantu dan memudahkan pekerjaan para ASN, serta melengkapi kekurangan dari PNS yang ada. “Kekurangan ASN tentu menjadi kendala, tetapi harus profesional dan memaksimalkan tenaga yang ada, setidaknya dengan memanfaatkan kemajuan di bidang IT tentu bisa cukup membantu dan memudahkan pekerjaan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tren Kasus Covid-19 Mulai Turun

- Advertisement -

Ketua Forum Honorer K2 Bojonegoro Arif Ida Rifai mengatakan, pihaknya meminta pemerintah pusat agar mengangkat honorer K2 sebagai CPNS tanpa tes. Sebab, pengorbanan honorer selama ini sudah cukup berat. Sehingga, sebanding jika diangkat CPNS. “Minimal ada seleksi khusus K2 seperti dulu,” harapnya.

Arif menjelaskan, banyak di antara para honorer yang usianya sudah tidak memenuhi syarat. Sehingga, tidak memungkinkan untuk rekrutmen CPNS umum. Sebab, usia maksimal ikut rekrutmen CPNS adalah 35 tahun. “Usia kira rata-rata sudah di atas 35 tahun,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/