alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Ekonomi Pedesaan Mulai Ditata

BOJONEGORO – Banyaknya kawasan desa berpotensi tak sebanding dengan minimnya sumber daya manusia (SDM) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga, koordinasi pengembangannya kian tidak jelas. Alasan itu membuat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro bentuk tim koordinasi pengembangan kawasan pedesaan. 

Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi, dan Kepariwisataan Bappeda Bojonegoro Yuseriza Anugerah mengatakan, Kota Ledre memiliki banyak kawasan potensial bisa dikembangkan dan dimaksimalkan ekonominya. Namun, minimnya SDM di setiap OPD terkait, penggarapannya kian tidak maksimal. 

Karena itu, Bappeda mulai plot dan memaksimalkan kawasan-kawasan desa memiliki potensi dikembangkan sisi ekonominya. “Potensi desa sangat banyak. Tapi, penggarapannya minim. Karena itu kini kita maksimalkan,” kata Reza sapaannya.

Baca Juga :  Wayang Thengul Rawan Mandul, Tersisa Tiga Perajin dan 13 Dalang

Reza menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi desa, kini pihaknya membentuk tim pendamping desa tugasnya memfasilitasi dan melakukan koordinasi antara OPD dan kebutuhan desa. Sehingga, sinergi antara kebutuhan desa dan program OPD bisa nyambung. Sejauh ini, banyak program OPD tidak sesuai kebutuhan desa. Sehingga, potensi desa tidak bisa dimaksimalkan. 

Berdasar data dia miliki, ada enam sektor potensi desa kini mulai dilakukan pemetaan bappeda. Di antaranya pertanian, peternakan, industri kreatif, budaya, pariwisata, dan olahan makanan dan minuman. Sedangkan kawasannya, ada sebanyak 18 desa terletak di sejumlah kawasan seluruh kecamatan di Bojonegoro. “Tujuan utamanya meningkatkan kemandirian masyarakat desa. Tentu di tengah banyaknya keinginan pemuda desa untuk keluar dari desa,” kata dia.   

Baca Juga :  RSUD dr. Soegiri Tambah Mesin Cuci Darah dan Layanan Kemoterapi

Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda Ike Widya Ningrum menambahkan, pengembangan ekonomi pedesaan merupakan tindak lanjut dari Permendes Nomor 5 2016 tentang Pembangunan Kawasan Desa. Tentu untuk mempercepat layanan pembangunan. 

Dengan prioritas menggarap desa-desa memiliki potensi unggulan. Baik dari segi ekonomi maupun pariwisata. Karena berpotensi, tentu bakal dikembangkan. Karena itu, tidak semua desa bisa mendapat perhatian seperti itu. “Selain memiliki potensi harus ada infrastruktur, finansial, dan kelembagaan,” ujar Ike. 

BOJONEGORO – Banyaknya kawasan desa berpotensi tak sebanding dengan minimnya sumber daya manusia (SDM) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Sehingga, koordinasi pengembangannya kian tidak jelas. Alasan itu membuat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro bentuk tim koordinasi pengembangan kawasan pedesaan. 

Kasubid Pengembangan Ekonomi, Koperasi, dan Kepariwisataan Bappeda Bojonegoro Yuseriza Anugerah mengatakan, Kota Ledre memiliki banyak kawasan potensial bisa dikembangkan dan dimaksimalkan ekonominya. Namun, minimnya SDM di setiap OPD terkait, penggarapannya kian tidak maksimal. 

Karena itu, Bappeda mulai plot dan memaksimalkan kawasan-kawasan desa memiliki potensi dikembangkan sisi ekonominya. “Potensi desa sangat banyak. Tapi, penggarapannya minim. Karena itu kini kita maksimalkan,” kata Reza sapaannya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Dilarang Merokok!

Reza menjelaskan, untuk memaksimalkan potensi desa, kini pihaknya membentuk tim pendamping desa tugasnya memfasilitasi dan melakukan koordinasi antara OPD dan kebutuhan desa. Sehingga, sinergi antara kebutuhan desa dan program OPD bisa nyambung. Sejauh ini, banyak program OPD tidak sesuai kebutuhan desa. Sehingga, potensi desa tidak bisa dimaksimalkan. 

Berdasar data dia miliki, ada enam sektor potensi desa kini mulai dilakukan pemetaan bappeda. Di antaranya pertanian, peternakan, industri kreatif, budaya, pariwisata, dan olahan makanan dan minuman. Sedangkan kawasannya, ada sebanyak 18 desa terletak di sejumlah kawasan seluruh kecamatan di Bojonegoro. “Tujuan utamanya meningkatkan kemandirian masyarakat desa. Tentu di tengah banyaknya keinginan pemuda desa untuk keluar dari desa,” kata dia.   

Baca Juga :  Mulai Pembenihan, Kebutuhan Pabrikan Belum Tahu

Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda Ike Widya Ningrum menambahkan, pengembangan ekonomi pedesaan merupakan tindak lanjut dari Permendes Nomor 5 2016 tentang Pembangunan Kawasan Desa. Tentu untuk mempercepat layanan pembangunan. 

Dengan prioritas menggarap desa-desa memiliki potensi unggulan. Baik dari segi ekonomi maupun pariwisata. Karena berpotensi, tentu bakal dikembangkan. Karena itu, tidak semua desa bisa mendapat perhatian seperti itu. “Selain memiliki potensi harus ada infrastruktur, finansial, dan kelembagaan,” ujar Ike. 

Artikel Terkait

Most Read

Petani Tebu Untung

Selangkah Lagi Menuju Zona Kuning

Artikel Terbaru


/