alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

3.173 Rumah Masih Kebanjiran

KARANGBINANGUN – Kondisi tinggi muka air (TMA) Kali Blawi, Karangbinangun masih tinggi, 62 pheilscall. Berdasarkan data BPBD Lamongan, 35 desa di enam kecamatan masih terdampak luberan air tersebut.

Akibatnya,  3.173 rumah  kebanjiran dan 3.280 hektare lahan tambak terdampak. “Beberapa hari lalu, Kecamatan Karangbinangun paling parah. Sekarang disusul Kalitengah dan Glagah dengan jumlah desa terdampak masing-masing enam,” ujar Kepala BPBD Lamongan, Mugito.

Menurut dia, ada penurunan air Bengawan Jero di wilayah hulu. TMA Blawi belum bisa turun karena posisinya hilir dan bertahap pembuangannya.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito, mengatakan, berdasarkan data sementara, ada empat SD terdampak. Yakni, SDN Jelakcatur dan SDN Tiwet, Kalitengah; SDN Sidomulyo, Deket; dan SDN Ketapangtelu 2, Karangbinangun.  Adi memastikan SD yang tingkat kebanjirannya parah lokasi belajar mengajarnya dipindah ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Tambak Terpaksa Dipanen Dini

“Rata-rata masih menempati sekolah masing-masing, kita masih menunggu laporan lembaga,” katanya.

Adi menuturkan, banjir sudah menjadi bencana tahunan. Lembaga sudah memersiapkan antisipasi dini. Dia meminta dinas kesehatan melakukan pemeriksaan pascabanjir. Sebab, siswa biasanya bermain air, sehingga muncul penyakit gatal-gatal.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pendidikan  Madrasah  Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menuturkan, ada 15 MI dan 4 MTs yang terdampak banjir. Meski demikian, kegiatan pembelajaran masih dilakukan di lembaga masing-masing, belum ada yang pindah.

“Intinya pembelajaran harus tetap berlangsung karena jelang ujian akhir semester,” katanya.

KARANGBINANGUN – Kondisi tinggi muka air (TMA) Kali Blawi, Karangbinangun masih tinggi, 62 pheilscall. Berdasarkan data BPBD Lamongan, 35 desa di enam kecamatan masih terdampak luberan air tersebut.

Akibatnya,  3.173 rumah  kebanjiran dan 3.280 hektare lahan tambak terdampak. “Beberapa hari lalu, Kecamatan Karangbinangun paling parah. Sekarang disusul Kalitengah dan Glagah dengan jumlah desa terdampak masing-masing enam,” ujar Kepala BPBD Lamongan, Mugito.

Menurut dia, ada penurunan air Bengawan Jero di wilayah hulu. TMA Blawi belum bisa turun karena posisinya hilir dan bertahap pembuangannya.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito, mengatakan, berdasarkan data sementara, ada empat SD terdampak. Yakni, SDN Jelakcatur dan SDN Tiwet, Kalitengah; SDN Sidomulyo, Deket; dan SDN Ketapangtelu 2, Karangbinangun.  Adi memastikan SD yang tingkat kebanjirannya parah lokasi belajar mengajarnya dipindah ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Banjir, Hasil Tambak di Lamongan Turun

“Rata-rata masih menempati sekolah masing-masing, kita masih menunggu laporan lembaga,” katanya.

Adi menuturkan, banjir sudah menjadi bencana tahunan. Lembaga sudah memersiapkan antisipasi dini. Dia meminta dinas kesehatan melakukan pemeriksaan pascabanjir. Sebab, siswa biasanya bermain air, sehingga muncul penyakit gatal-gatal.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pendidikan  Madrasah  Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menuturkan, ada 15 MI dan 4 MTs yang terdampak banjir. Meski demikian, kegiatan pembelajaran masih dilakukan di lembaga masing-masing, belum ada yang pindah.

“Intinya pembelajaran harus tetap berlangsung karena jelang ujian akhir semester,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/