alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Tambah Ahli Bahasa Lagi

KOTA – Polres Lamongan benar-benar serius menangani kasus dugaan ujaran kebencian atau pencemaran nama baik lewat akun facebook bernama Nu Rozuqin. Tidak cukup satu, penyidik polres menambah lagi saksi ahli bahasa menjadi dua orang. ‘’Kita tambah satu lagi ahli bahasa, menjadi dua orang,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivan Jumbo Qantason selasa (17/4). Dia mengungkapkan, ahli bahasa pertama dari Surabaya. Keterangannya sudah diperoleh.

Antara lain, status pada akun facebook tersebut sudah masuk kategori pencemaran nama baik, sehingga bis amasuk ranah pidana. ‘’Tetapi akan kita datangkan ahli bahasa lagi. Tidak cukup hanya satu orang saja,’’ ujarnya. Menurut dia, kemungkinan besar ahli bahasa kedua tersebut didatangkan dari Jakarta. Penambahan ahli bahasa tersebut bertujuan agar lebih kuat serta bisa menjelaskan lebih detail semua permasalahan terkait kasus tersebut.

Baca Juga :  Dua Purel Menyesal, Akibat Unggah Video

‘’Kalau sudah masuk ranah hukum, tentu akan dilakukan penyidikan,’’ tandasnya. Sementara itu Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung minta proses penyelidikan terhadap kasus tersebut untuk dipercepat. Agar kasus tersebut bisa jelas kesalahannya. ‘’Proses tetap berlanjut sesuai hukum yang berlaku, agar menjadikan pelajaran bagi yang lainnya,’’ tegas dia.

Seperti yang diberitakan lalu, sejumlah kepala desa dan pendamping desa melaporkan akun facebook bernama Nur Rozuqin ke Polres Lamongan. Sebab ciutannya dinilai mengandung unsure pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Cuitannya itu berbunyi, ternyata tidak hanya Kades yang banyak jadi Pemborong,Pendamping desa pun ada yang jadi pemborong Bajingan Juga ‘’. 

KOTA – Polres Lamongan benar-benar serius menangani kasus dugaan ujaran kebencian atau pencemaran nama baik lewat akun facebook bernama Nu Rozuqin. Tidak cukup satu, penyidik polres menambah lagi saksi ahli bahasa menjadi dua orang. ‘’Kita tambah satu lagi ahli bahasa, menjadi dua orang,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yadwivan Jumbo Qantason selasa (17/4). Dia mengungkapkan, ahli bahasa pertama dari Surabaya. Keterangannya sudah diperoleh.

Antara lain, status pada akun facebook tersebut sudah masuk kategori pencemaran nama baik, sehingga bis amasuk ranah pidana. ‘’Tetapi akan kita datangkan ahli bahasa lagi. Tidak cukup hanya satu orang saja,’’ ujarnya. Menurut dia, kemungkinan besar ahli bahasa kedua tersebut didatangkan dari Jakarta. Penambahan ahli bahasa tersebut bertujuan agar lebih kuat serta bisa menjelaskan lebih detail semua permasalahan terkait kasus tersebut.

Baca Juga :  Menulis itu Tidak Perlu Dijadikan Beban

‘’Kalau sudah masuk ranah hukum, tentu akan dilakukan penyidikan,’’ tandasnya. Sementara itu Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung minta proses penyelidikan terhadap kasus tersebut untuk dipercepat. Agar kasus tersebut bisa jelas kesalahannya. ‘’Proses tetap berlanjut sesuai hukum yang berlaku, agar menjadikan pelajaran bagi yang lainnya,’’ tegas dia.

Seperti yang diberitakan lalu, sejumlah kepala desa dan pendamping desa melaporkan akun facebook bernama Nur Rozuqin ke Polres Lamongan. Sebab ciutannya dinilai mengandung unsure pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Cuitannya itu berbunyi, ternyata tidak hanya Kades yang banyak jadi Pemborong,Pendamping desa pun ada yang jadi pemborong Bajingan Juga ‘’. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/