alexametrics
33.5 C
Bojonegoro
Wednesday, September 28, 2022

Pemkab Terima Keputusan Gubernur

- Advertisement -

KOTA – Pemkab Bojonegoro dipastikan tidak akan melakukan upaya terkait penolakan rancangan peraturan daerah (raperda) dana abadi migas oleh Gubernur Jawa Timur. Hal itu ditegaskan oleh Pj Bupati Suprianto selasa (17/4). ‘’Kami menerima keputusan gubernur terkait raperda dana abadi itu,’’ ungkap Suprianto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Dia menjelaskan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan DPRD terkait keputusan Pemprov Jatim yang menolak raperda tersebut.

Sebab, raperda dana abadi migas adalah produk antara pemkab dan DPRD. Sehingga, harus dilakukan koordinasi apa yang menjadi keputusan gubernur. ‘’Minggu depan akan saya koordinasikan,’’ ujar Pj Bupati yang juga menjabat asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Pemprov Jatim tersebut. Dia memastikan, pemkab tidak akan melakukan upaya apapun.

Baca Juga :  Sektor Hotel Menanti Realisasi Lapter Ngloram

Sebab, gubernur sudah menolak raperda tersebut. Tentu, tidak ada keputusan lain selain menerima kebijakan Pemprov Jatim tersebut. Staf Ahli Bupati Chosim menambahkan, pemkab sudah menerima informasi mengenai penolakan raperda dana abadi itu. Namun, terkait kebijakan mengenai langkah yang akan ditempuh, pihaknya menunggu arahan Pj bupati.

‘’Kita menunggu arahan terkait apa yang akan dilakukan,’’ jelasnya. Chosim menjelaskan, niat raperda dana abadi tersebut memang bagus. Yaitu, menyisihkan dana migas baik yang bersumber dari partisipating interest (PI) maupun dana bagi hasil (DHB) migas untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Namun, itu baru akan dilakukan pada 30-50 tahun ke depan.

‘’Jadi, anak cucu nanti tidak hanya mendengar cerita, tapi juga merasakan manfaat adanya sumber minyak,’’ ungkap dia. Sebagaimana diketahui, raperda dana abadi migas itu ditolak oleh gubernur. Penolakan karena dana abadi migas tidak termasuk RPJMD Bojonegoro. Selain itu, bersifat mengikat selama puluhan tahun. Padahal, masa jabatan bupati dibatasi lima tahun.

Baca Juga :  Kenalkan Industri Migas ke Pelajar

KOTA – Pemkab Bojonegoro dipastikan tidak akan melakukan upaya terkait penolakan rancangan peraturan daerah (raperda) dana abadi migas oleh Gubernur Jawa Timur. Hal itu ditegaskan oleh Pj Bupati Suprianto selasa (17/4). ‘’Kami menerima keputusan gubernur terkait raperda dana abadi itu,’’ ungkap Suprianto kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Dia menjelaskan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan DPRD terkait keputusan Pemprov Jatim yang menolak raperda tersebut.

Sebab, raperda dana abadi migas adalah produk antara pemkab dan DPRD. Sehingga, harus dilakukan koordinasi apa yang menjadi keputusan gubernur. ‘’Minggu depan akan saya koordinasikan,’’ ujar Pj Bupati yang juga menjabat asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Pemprov Jatim tersebut. Dia memastikan, pemkab tidak akan melakukan upaya apapun.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro: Usulkan Dana Abadi Semua Jenjang

Sebab, gubernur sudah menolak raperda tersebut. Tentu, tidak ada keputusan lain selain menerima kebijakan Pemprov Jatim tersebut. Staf Ahli Bupati Chosim menambahkan, pemkab sudah menerima informasi mengenai penolakan raperda dana abadi itu. Namun, terkait kebijakan mengenai langkah yang akan ditempuh, pihaknya menunggu arahan Pj bupati.

‘’Kita menunggu arahan terkait apa yang akan dilakukan,’’ jelasnya. Chosim menjelaskan, niat raperda dana abadi tersebut memang bagus. Yaitu, menyisihkan dana migas baik yang bersumber dari partisipating interest (PI) maupun dana bagi hasil (DHB) migas untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Namun, itu baru akan dilakukan pada 30-50 tahun ke depan.

‘’Jadi, anak cucu nanti tidak hanya mendengar cerita, tapi juga merasakan manfaat adanya sumber minyak,’’ ungkap dia. Sebagaimana diketahui, raperda dana abadi migas itu ditolak oleh gubernur. Penolakan karena dana abadi migas tidak termasuk RPJMD Bojonegoro. Selain itu, bersifat mengikat selama puluhan tahun. Padahal, masa jabatan bupati dibatasi lima tahun.

Baca Juga :  Persiapkan Hari Tua dengan Layanan Pra Pensiun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Naik Bus AC, Sempat Kurang Enak Badan

Kadang Dibantu Bunda

Eks Kades Pukul Kades

Korsleting, Rumah Ludes Terbakar


/