alexametrics
27.7 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Tokoh Agama Berdoa dan Salat Jenazah di Depan Kantor FKUB

Radar Bojonegoro – Ketika suara sirine mobil ambulans terdengar, para tokoh agama bergegas berdiri. Tokoh dari berbagai agama itu menanti kedatangan jenazah Lukman Wafi kemarin siang (17/3). Sebelum dimakamkan, para tokoh agama ini berbaris dengan dua saf memberi penghormatan. Serta salat jenazah di ruas Jalan Trunojoyo sisi selatan atau depan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Suasana haru dan berkabung atas wafatnya Lukman Wafi. Mantan Kepala Bakesbangpol Bojonegoro yang telah lama bergelut di forum lintas agama dan MUI itu. Lukman Wafi meninggal setelah beberapa hari melawan sakit. Ketua MUI KH. Alamul Huda selaku rekan sejawat dan mewakili pihak keluarga yang berduka menyampaikan beberapa kalimat pengahantar.

Sebelum kepergian Lukman Wafi menuju lokasi pemakaman. Suara Gus Huda terdengar menggelegar. Namun, kesedihan dan duka tak bisa tertutupi. Beberapa kali suaranya terdengar parau. Seperti menahan isak tangis kesedihan dari lubuk hatinya. Usai sambutan, kegiatan berlanjut Salat Jenazah dan pembacaan doa. Para sosok yang hadir tetap berdiri di posisinya. Hanya sebatas melepaskan alas kaki dan menapakkan telapak kaki di atasnya.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Pembangunan Jalan Taji Penentuan Putusan Sela

Potret toleransi begitu terlihat. Tidak hanya ulama dan kiai, pendeta serta romo turut hadir mendoakan. Saat Salat Jenazah pun mereka turut memanjatkan doa sesuai keyakinannya. Prosesi salat dan doa pun selesai. Ambulans kembali melanjutkan perjalanan membawa jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Gus Huda dalam sambutannya menyampaikan mendapat kabar jika Lukman Wafi menjalani pemeriksaan dan perawatan. Saat itu, ia sempat berkomunikasi dengan almarhum. ‘’Beliau menyampaikan kepada saya, tolong Gus saya ingin istirahat sebentar. Saya off dulu dari perjuangan dan kegiatan-kegiatan di MUI serta FKUB,” tirunya.

Menurut dia, beberapa waktu kemudian, tepatnya dua hari lalu mendapat informasi dari keluarga jika Lukman Wafi keadaan kritis. ‘’Dan akhirnya takdir beliau kembali kepada Allah SWT. Hari ini (kemarin) beliau telah dipanggil Allah SWT karena sakit,” katanya. ‘’Saya tahu betul, saya saksinya. Beliau orang mulia, ahli perjuangan, ahli ikhlas. Saudara kita, saudara seperjuangan, saudara penderitaan, mengemban amanat sebagai pemimpin masyarakat dan pengabdi masyarakat dan umat,” terang dia.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Bojonegoro Iwan Sukmono mengatakan, ikut memberi doa saat jenazah tiba di depan kantor FKUB dan MUI. Ia hadir dan berdiri di tengahtengah jamaah Salat Jenazah. ‘’Saya ikut menunggu dan berdoa juga,” katanya usai acara penghormatan doa di depan kantor FKUB.

Baca Juga :  Cakades Petahana Cukup Cuti dan Tunjuk Plt

Menurut pria juga pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) itu, baru mengetahui jika Lukman Wafi sedang sakit Senin (15/3) lalu. Informasi itu dari grup pesan singkat FKUB. ‘’Tahu info kalau beliau sakit itu senin dan baru hari ini (kemarin) mendengar kalau sudah wafat,” ujar dia.

Iwan menyampaikan ketika malam kemarin belum bisa mengikuti kegiatan doa di rumah duka. Karena ada agenda kegiatan lain. Namun, jika ada kesempatan, apapun keyakinannya pihaknya pasti mendukung dalam doa. ‘’Termasuk teman-teman gereja turut mendukung dalam doa untuk beliau dan keluarga ditinggalkan,” terangnya.

Ia mulai mengenal Lukman Wafi sejak 2006. Kali pertama sampai di Bojonegoro sudah bertemu dengan beliau. Setiap kesempatan bertemu baik di forum MUI, FKUB, hingga bakes bangpol. ‘’Kalau sejauh yang saya tahu dan kenal, punya semangat, tegas, dan tertib. Pribadinya santun, ramah, dan terbuka,” imbuhnya.

Radar Bojonegoro – Ketika suara sirine mobil ambulans terdengar, para tokoh agama bergegas berdiri. Tokoh dari berbagai agama itu menanti kedatangan jenazah Lukman Wafi kemarin siang (17/3). Sebelum dimakamkan, para tokoh agama ini berbaris dengan dua saf memberi penghormatan. Serta salat jenazah di ruas Jalan Trunojoyo sisi selatan atau depan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Suasana haru dan berkabung atas wafatnya Lukman Wafi. Mantan Kepala Bakesbangpol Bojonegoro yang telah lama bergelut di forum lintas agama dan MUI itu. Lukman Wafi meninggal setelah beberapa hari melawan sakit. Ketua MUI KH. Alamul Huda selaku rekan sejawat dan mewakili pihak keluarga yang berduka menyampaikan beberapa kalimat pengahantar.

Sebelum kepergian Lukman Wafi menuju lokasi pemakaman. Suara Gus Huda terdengar menggelegar. Namun, kesedihan dan duka tak bisa tertutupi. Beberapa kali suaranya terdengar parau. Seperti menahan isak tangis kesedihan dari lubuk hatinya. Usai sambutan, kegiatan berlanjut Salat Jenazah dan pembacaan doa. Para sosok yang hadir tetap berdiri di posisinya. Hanya sebatas melepaskan alas kaki dan menapakkan telapak kaki di atasnya.

Baca Juga :  Bikin Heboh! Gudang Milik Disperta Terbakar

Potret toleransi begitu terlihat. Tidak hanya ulama dan kiai, pendeta serta romo turut hadir mendoakan. Saat Salat Jenazah pun mereka turut memanjatkan doa sesuai keyakinannya. Prosesi salat dan doa pun selesai. Ambulans kembali melanjutkan perjalanan membawa jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Gus Huda dalam sambutannya menyampaikan mendapat kabar jika Lukman Wafi menjalani pemeriksaan dan perawatan. Saat itu, ia sempat berkomunikasi dengan almarhum. ‘’Beliau menyampaikan kepada saya, tolong Gus saya ingin istirahat sebentar. Saya off dulu dari perjuangan dan kegiatan-kegiatan di MUI serta FKUB,” tirunya.

Menurut dia, beberapa waktu kemudian, tepatnya dua hari lalu mendapat informasi dari keluarga jika Lukman Wafi keadaan kritis. ‘’Dan akhirnya takdir beliau kembali kepada Allah SWT. Hari ini (kemarin) beliau telah dipanggil Allah SWT karena sakit,” katanya. ‘’Saya tahu betul, saya saksinya. Beliau orang mulia, ahli perjuangan, ahli ikhlas. Saudara kita, saudara seperjuangan, saudara penderitaan, mengemban amanat sebagai pemimpin masyarakat dan pengabdi masyarakat dan umat,” terang dia.

Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Bojonegoro Iwan Sukmono mengatakan, ikut memberi doa saat jenazah tiba di depan kantor FKUB dan MUI. Ia hadir dan berdiri di tengahtengah jamaah Salat Jenazah. ‘’Saya ikut menunggu dan berdoa juga,” katanya usai acara penghormatan doa di depan kantor FKUB.

Baca Juga :  Perajin Mulai Berkurang, Penjualan Tetap Stabil

Menurut pria juga pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) itu, baru mengetahui jika Lukman Wafi sedang sakit Senin (15/3) lalu. Informasi itu dari grup pesan singkat FKUB. ‘’Tahu info kalau beliau sakit itu senin dan baru hari ini (kemarin) mendengar kalau sudah wafat,” ujar dia.

Iwan menyampaikan ketika malam kemarin belum bisa mengikuti kegiatan doa di rumah duka. Karena ada agenda kegiatan lain. Namun, jika ada kesempatan, apapun keyakinannya pihaknya pasti mendukung dalam doa. ‘’Termasuk teman-teman gereja turut mendukung dalam doa untuk beliau dan keluarga ditinggalkan,” terangnya.

Ia mulai mengenal Lukman Wafi sejak 2006. Kali pertama sampai di Bojonegoro sudah bertemu dengan beliau. Setiap kesempatan bertemu baik di forum MUI, FKUB, hingga bakes bangpol. ‘’Kalau sejauh yang saya tahu dan kenal, punya semangat, tegas, dan tertib. Pribadinya santun, ramah, dan terbuka,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/