alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Ada 45 Perawat Sedang Positif Covid-19

Radar Bojonegoro – Sudah setahun para perawat berjibaku dengan Covid-19. Waktu hingga nyawanya masih belum sepenuhnya bebas dari ancaman terpapar. Momentum Hari Perawat Nasional kemarin (17/3) masih ada puluhan perawat positif Covid-19. Problem lain yakni isu tentang kesejahteraan perawat terkait gaji.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bojo negoro Sukir mengatakan pada HUT kali ini masih dalam suasana duka. Karena saat ini masih ada 45 rekan perawat terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Dan ada tiga meninggal dunia sejak Covid-19 meluas Maret tahun lalu,” katanya kemarin (17/3).

Menurut dia, seluruh tenaga perawat sudah menjalani vaksinasi. Namun, hal itu belum membebaskan mereka sepenuhnya dari ancaman terpapar Covid-19. Hanya sekadar mengurangi risiko. Mengingat bergelut dengan Covid-19 yakni perawat. ‘’Mulai dari mendampingi pasien 24 jam di rumah sakit, penyuntikan vaksinasi, penyu luhan edukasi ke masyarakat, dan memakamkan juga perawat,” jelasnya.

Baca Juga :  Belasan Warga Mual, Pertamina Pastikan Bukan H2S

Sukir menyampaikan setiap hari masih ada kasus positif baru. Juga ada sampai meninggal dunia. Sehingga tugas perawat masih belum selesai memerangi Covid-19. Masih berhadapan dengan keselamatan nyawa orang lain hingga dirinya sendiri beserta keluarga. Menurut dia, kini tugas perawat juga melakukan penyuntikan dan edukasi vaksinasi.

Rencananya sampai 10 bulan ke depan melakukan vaksinasi sekitar 1 juta penduduk Bojonegoro. Dua kali penyuntikan dengan jeda setiap dua pekan. ‘’Paling tidak setiap hari di setiap puskesmas, menyuntik vaksin 100-an orang,” ujar dia.

Ia menuturkan, kondisi Covid-19 di Bojonegoro kini trennya membaik. Tergolong zona kuning. Namun, pada level nasional, Covid-19 masih tinggi dan bisa mengancam. Sehingga membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat Bojonegoro untuk menjaga tren baik ini.

Baca Juga :  Ciptakan Kenyamanan, Harus Berikan Kontribusi kata Gadis ini

‘’Pekerjaan para perawat tidak seimbang dengan risikonya. Bahkan ada perawat gajinya di bawah UMR. Untuk teman-teman THL (tenaga harian lepas). Tapi, alhamdulillah kami sudah mendapat perhatian dari pemkab. Karena THL di daerah lain kan tidak seperti itu,” tuturnya.

Sukir menambahkan jumlah tenaga perawat di Kota Ledre sebanyak 1.491 orang. Itu terdaftar sebagai anggota PPNI. Namun, jumlah itu belum termasuk perawat baru lulus pendidikan dan belum bekerja. Jika dikal kulasi secara umum, setiap desa sekitar 5-10 orang. ‘’Jika didis tribusikan ke desadesa,” jelasnya dia.

Radar Bojonegoro – Sudah setahun para perawat berjibaku dengan Covid-19. Waktu hingga nyawanya masih belum sepenuhnya bebas dari ancaman terpapar. Momentum Hari Perawat Nasional kemarin (17/3) masih ada puluhan perawat positif Covid-19. Problem lain yakni isu tentang kesejahteraan perawat terkait gaji.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bojo negoro Sukir mengatakan pada HUT kali ini masih dalam suasana duka. Karena saat ini masih ada 45 rekan perawat terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Dan ada tiga meninggal dunia sejak Covid-19 meluas Maret tahun lalu,” katanya kemarin (17/3).

Menurut dia, seluruh tenaga perawat sudah menjalani vaksinasi. Namun, hal itu belum membebaskan mereka sepenuhnya dari ancaman terpapar Covid-19. Hanya sekadar mengurangi risiko. Mengingat bergelut dengan Covid-19 yakni perawat. ‘’Mulai dari mendampingi pasien 24 jam di rumah sakit, penyuntikan vaksinasi, penyu luhan edukasi ke masyarakat, dan memakamkan juga perawat,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari H Penumpang Diprediksi Dua Kali Lipat

Sukir menyampaikan setiap hari masih ada kasus positif baru. Juga ada sampai meninggal dunia. Sehingga tugas perawat masih belum selesai memerangi Covid-19. Masih berhadapan dengan keselamatan nyawa orang lain hingga dirinya sendiri beserta keluarga. Menurut dia, kini tugas perawat juga melakukan penyuntikan dan edukasi vaksinasi.

Rencananya sampai 10 bulan ke depan melakukan vaksinasi sekitar 1 juta penduduk Bojonegoro. Dua kali penyuntikan dengan jeda setiap dua pekan. ‘’Paling tidak setiap hari di setiap puskesmas, menyuntik vaksin 100-an orang,” ujar dia.

Ia menuturkan, kondisi Covid-19 di Bojonegoro kini trennya membaik. Tergolong zona kuning. Namun, pada level nasional, Covid-19 masih tinggi dan bisa mengancam. Sehingga membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat Bojonegoro untuk menjaga tren baik ini.

Baca Juga :  Komunitas Perupa Lamongan, Tambah Penghasilan dari Pameran

‘’Pekerjaan para perawat tidak seimbang dengan risikonya. Bahkan ada perawat gajinya di bawah UMR. Untuk teman-teman THL (tenaga harian lepas). Tapi, alhamdulillah kami sudah mendapat perhatian dari pemkab. Karena THL di daerah lain kan tidak seperti itu,” tuturnya.

Sukir menambahkan jumlah tenaga perawat di Kota Ledre sebanyak 1.491 orang. Itu terdaftar sebagai anggota PPNI. Namun, jumlah itu belum termasuk perawat baru lulus pendidikan dan belum bekerja. Jika dikal kulasi secara umum, setiap desa sekitar 5-10 orang. ‘’Jika didis tribusikan ke desadesa,” jelasnya dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/