alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Ancam Pidanakan Kampanye SARA di Medsos

KOTA – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Lamongan akan memproses kampanye menyinggung suku ras dan agama (SARA) ke jalur hukum. Sebab, isu SARA dinilai paling sensitif dan berdampak buruk untuk kedewasaan politik selama pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur tahun ini. ‘’Jika nanti terbukti menggunakan SARA untuk kampanye, pasti diproses hukum,’’ kata Ketua Panwaskab Lamongan Toni Wijaya.

Dia mengatakan, perkembangan media sosial (medsos) cukup pesat, sehingga rawan terjadi berita palsu cenderung menggunakan isu SARA. Kondisi tersebut dipastikan sudah termasuk pelanggaran politik meskipun di dunia maya.‘’Tim pemenangan masing-masing calon akan kami minta akun resminya, biar nanti jelas,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pasangan calon boleh menggunakan medsos untuk kampanye, namun harus mendaftarkan akunnya. Kejelasan akun akan lebih mudah dideteksi dan lebih mudah meredam gejolak sosial. ‘’Tapi saya yakin di Jawa Timur ini warganya lebih dewasa,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Aksi Mahasiswa untuk Rohingya

Setelah penetapan calon pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tahapan selanjutnya adalah kampanye. Agar proses pilgub berjalan sesuai aturan dan sejuk, saat ini disiapkan tim khusus mengawasi kampanye di medsos.‘’Kami juga menyiapkan tim untuk mengawasi kampanye di medsos,’’ pungkasnya. 

KOTA – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Lamongan akan memproses kampanye menyinggung suku ras dan agama (SARA) ke jalur hukum. Sebab, isu SARA dinilai paling sensitif dan berdampak buruk untuk kedewasaan politik selama pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur tahun ini. ‘’Jika nanti terbukti menggunakan SARA untuk kampanye, pasti diproses hukum,’’ kata Ketua Panwaskab Lamongan Toni Wijaya.

Dia mengatakan, perkembangan media sosial (medsos) cukup pesat, sehingga rawan terjadi berita palsu cenderung menggunakan isu SARA. Kondisi tersebut dipastikan sudah termasuk pelanggaran politik meskipun di dunia maya.‘’Tim pemenangan masing-masing calon akan kami minta akun resminya, biar nanti jelas,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pasangan calon boleh menggunakan medsos untuk kampanye, namun harus mendaftarkan akunnya. Kejelasan akun akan lebih mudah dideteksi dan lebih mudah meredam gejolak sosial. ‘’Tapi saya yakin di Jawa Timur ini warganya lebih dewasa,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Ada E-KTP Pemilih Dibawa Timses?

Setelah penetapan calon pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tahapan selanjutnya adalah kampanye. Agar proses pilgub berjalan sesuai aturan dan sejuk, saat ini disiapkan tim khusus mengawasi kampanye di medsos.‘’Kami juga menyiapkan tim untuk mengawasi kampanye di medsos,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/