alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Soroti Penanganan Banjir Bengawan Jero

LAMONGAN, Radar Lamongan – Aktivis PC PMII Lamongan berunjuk rasa kepada pihak eksekutif dan legislatif, kemarin siang (17/1). Mereka menyoroti lambannya penanganan banjir Bengawan Jero. Massa berkumpul di depan gedung Pemkab Lamongan sambil berorasi dan menyanyikan yel-yel. 

‘’Kami ingin pemerintah terbuka dalam menyampaikan masterplan penanganan banjir di Bengawan Jero seperti apa,’’ tutur koordinator aksi Rojul. 

Dia mengatakan, terdapat enam tuntutan mahasiswa yang ingin disampaikan kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Sayangnya, para demonstran tidak berhasil menemui orang nomor satu di Kota Soto tersebut. 

Bupati Yes diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Lamongan M Fahrudin Ali Fikri, yang didampingi Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Lamongan Djadi.  

Baca Juga :  MPU - Bus Dilarang Berhenti di Depan Pasar Babat

Fahrudin menjelaskan, untuk penanganan banjir di Bengawan Jero, Pemkab Lamongan sudah berusaha semaksimal mungkin mengupayakan. Diantaranya dengan cara menyimpan air sebanyak-banyaknya di wilayah selatan dan memperlancar arus air masuk ke Bengawan Solo. 

Menurut dia, hal ini berhubungan dengan kewenangan provinsi dan pusat. Sebab, lanjut dia, kemampuan daerah tidak bisa menjangkau sebanyak itu. ‘’Langkah-langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas pompa dalam waktu dekat ini,’’ ucapnya.

Sementara itu, Djadi menuturkan, minggu ini sudah dilaksanakan pengerukan di Kali Dinoyo oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). ‘’Ini merupakan hasil koordinasi antar stake holder,’’ imbuh Djadi.

Tak puas dengan penjelasan dari pihak eksekutif, massa kemudian bergerak ke depan gedung DPRD Lamongan. Mereka tak bisa bertemu dengan pimpinan legislatif. Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad mengatakan, para pimpinan sedang tidak berada di tempat karena menghadiri acara di Kodim 0812 Lamongan. Namun, pihaknya berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa.

Baca Juga :  Partai Golkar-United Russia Party MoU Dorong Penguatan Investasi

Shomad mengatakan, banjir di Bengawan Jero memang sudah jadi rutinitas tahunan. Namun, diakuinya, yang terpenting bagaimana dampak banjir tersebut bisa diminimalisir. 

‘’Ada Dinas PU SDA yang menangani dan Pak Bupati yang jadi lokomotifnya. DPRD hanya mengawasi program yang dijalankan oleh eksekutif,’’ terang politisi F-PDIP tersebut.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Aktivis PC PMII Lamongan berunjuk rasa kepada pihak eksekutif dan legislatif, kemarin siang (17/1). Mereka menyoroti lambannya penanganan banjir Bengawan Jero. Massa berkumpul di depan gedung Pemkab Lamongan sambil berorasi dan menyanyikan yel-yel. 

‘’Kami ingin pemerintah terbuka dalam menyampaikan masterplan penanganan banjir di Bengawan Jero seperti apa,’’ tutur koordinator aksi Rojul. 

Dia mengatakan, terdapat enam tuntutan mahasiswa yang ingin disampaikan kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Sayangnya, para demonstran tidak berhasil menemui orang nomor satu di Kota Soto tersebut. 

Bupati Yes diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Sekda) Lamongan M Fahrudin Ali Fikri, yang didampingi Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Lamongan Djadi.  

Baca Juga :  Partai Golkar-United Russia Party MoU Dorong Penguatan Investasi

Fahrudin menjelaskan, untuk penanganan banjir di Bengawan Jero, Pemkab Lamongan sudah berusaha semaksimal mungkin mengupayakan. Diantaranya dengan cara menyimpan air sebanyak-banyaknya di wilayah selatan dan memperlancar arus air masuk ke Bengawan Solo. 

Menurut dia, hal ini berhubungan dengan kewenangan provinsi dan pusat. Sebab, lanjut dia, kemampuan daerah tidak bisa menjangkau sebanyak itu. ‘’Langkah-langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas pompa dalam waktu dekat ini,’’ ucapnya.

Sementara itu, Djadi menuturkan, minggu ini sudah dilaksanakan pengerukan di Kali Dinoyo oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). ‘’Ini merupakan hasil koordinasi antar stake holder,’’ imbuh Djadi.

Tak puas dengan penjelasan dari pihak eksekutif, massa kemudian bergerak ke depan gedung DPRD Lamongan. Mereka tak bisa bertemu dengan pimpinan legislatif. Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad mengatakan, para pimpinan sedang tidak berada di tempat karena menghadiri acara di Kodim 0812 Lamongan. Namun, pihaknya berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa.

Baca Juga :  20 Jam, Dua Nyawa Melayang

Shomad mengatakan, banjir di Bengawan Jero memang sudah jadi rutinitas tahunan. Namun, diakuinya, yang terpenting bagaimana dampak banjir tersebut bisa diminimalisir. 

‘’Ada Dinas PU SDA yang menangani dan Pak Bupati yang jadi lokomotifnya. DPRD hanya mengawasi program yang dijalankan oleh eksekutif,’’ terang politisi F-PDIP tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/