alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

PHRI Berharap Vaksinasi Bisa Mengerek Okupansi Hotel

Radar Bojonegoro – Okupansi hotel di wilayah Bojonegoro masih dalam kondisi memprihatinkan. Manjemen hotel harus mampu berkreasi menghadapi pandemi yang cukup memukul sektor bisnis.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro belum bisa menghitung rata-rata persentase okupansi akibat pandemi Covid-19. Sebab, dari sekitar 30 hotel, masing-masing hotel memiliki jumlah kamar dan fasilitas yang berbeda-beda.

“Maaf kalau dihitung secara persentase sulit, karena masingmasing hotel punya jumlah kamar dan fasilitas berbeda. Intinya terjadi penurunan dan sangat prihatin,” kata Ketua PHRI Bojonegoro Moh Subeki. Sejauh ini hampir satu tahun pandemi Covid-19, para pelaku usaha perhotelan di Bojonegoro masih berusaha menyiasati agar hotel tidak gulung tikar.

Baca Juga :  Menteri Desa PDTT dan Bupati Bojonegoro Resmikan Beasiswa Unesa 2022

Siasatnya di antaranya pengurangan tenaga kerja atau menutup hotel sementara. Bahkan, menurut sepengetahuan Subeki, di luar Bojonegoro sudah ada beberapa hotel yang hendak dijual. “Kondisi pendapatan dan biaya operasional benar-benar tidak seimbang, tentu tidak menutup kemungkinan akan ada hotel-hotel yang kolaps,” ujar dia.

Sementara itu, Subeki optimistis usaha perhotelan bisa bangkit. Mengingat, sudah adanya program percepatan vaksinasi. Sehingga, besar harapan geliat pergerakan ekonomi mampu kembali normal.

Tentu bukan hanya usaha perhotelan yang prihatin, tetapi juga banyak pelaku usaha lain turut merasa kesusahan. “Kita harus berdoa bersama-sama semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini bisa berdampak positif terhadap iklim dunia usaha. Dan perekonomian secara umum mampu bangkit lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Berantas Miras, Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Sementara itu, minggu lalu Hotel Griya Darma Kusuma (GDK) tutup sementara. Hotel sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Bojo negoro itu tak mampu menghasilkan pendapatan asli daerah. Hasul RUPS, pemkab memastikan direktur BUMD dicopot dan saat ini tahap audit

Radar Bojonegoro – Okupansi hotel di wilayah Bojonegoro masih dalam kondisi memprihatinkan. Manjemen hotel harus mampu berkreasi menghadapi pandemi yang cukup memukul sektor bisnis.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro belum bisa menghitung rata-rata persentase okupansi akibat pandemi Covid-19. Sebab, dari sekitar 30 hotel, masing-masing hotel memiliki jumlah kamar dan fasilitas yang berbeda-beda.

“Maaf kalau dihitung secara persentase sulit, karena masingmasing hotel punya jumlah kamar dan fasilitas berbeda. Intinya terjadi penurunan dan sangat prihatin,” kata Ketua PHRI Bojonegoro Moh Subeki. Sejauh ini hampir satu tahun pandemi Covid-19, para pelaku usaha perhotelan di Bojonegoro masih berusaha menyiasati agar hotel tidak gulung tikar.

Baca Juga :  Selamat setelah Tiga Jam Terombang-Ambing Ombak

Siasatnya di antaranya pengurangan tenaga kerja atau menutup hotel sementara. Bahkan, menurut sepengetahuan Subeki, di luar Bojonegoro sudah ada beberapa hotel yang hendak dijual. “Kondisi pendapatan dan biaya operasional benar-benar tidak seimbang, tentu tidak menutup kemungkinan akan ada hotel-hotel yang kolaps,” ujar dia.

Sementara itu, Subeki optimistis usaha perhotelan bisa bangkit. Mengingat, sudah adanya program percepatan vaksinasi. Sehingga, besar harapan geliat pergerakan ekonomi mampu kembali normal.

Tentu bukan hanya usaha perhotelan yang prihatin, tetapi juga banyak pelaku usaha lain turut merasa kesusahan. “Kita harus berdoa bersama-sama semoga dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini bisa berdampak positif terhadap iklim dunia usaha. Dan perekonomian secara umum mampu bangkit lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Pilkades 2022, Calon Tak Harus dari Desa Setempat

Sementara itu, minggu lalu Hotel Griya Darma Kusuma (GDK) tutup sementara. Hotel sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Bojo negoro itu tak mampu menghasilkan pendapatan asli daerah. Hasul RUPS, pemkab memastikan direktur BUMD dicopot dan saat ini tahap audit

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/