alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

10 Nakes Gugur Karena Covid-19

Radar Lamongan – Waspada terhadap penularan Covid-19 tak bisa ditawar-tawar. Sebab, virus korona itu bisa menular kepada siapa saja, tak pandang bulu. Termasuk kepada kalangan tenaga kesehatan (nakes).

Hingga kemarin (17/1) tercatat ada 10 Nakes di Lamongan meninggal dunia karena terpapar virus berasal dari Wuhan China itu. “Jumlah ini kumulatif selama kemunculan Covid-19 di Lamongan,’’ kata Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, para nakes yang meninggal dunia itu terdiri dari empat dokter, empat perawat, dan dua bidan. “Kalau total yang terpapar sejak awal sangat banyak, tak terhitung. Tapi Alhamdulillah bisa sembuh,” tuturnya.

Taufik mengungkapkan, para nakes ini sudah berjuang merawat pasien covid berbulan-bulan. Sebenarnya jumlah nakes yang tumbang dan butuh isolasi sangat banyak. Namun mereka bisa sembuh. ‘’Saat ini saja (kemarin, Red) yang masih isolasi ada lima nakes,’’ ungkapnya.

Menurut dia, bulan lalu (Desember 2020) puncaknya nakes terpapar covid. Ada 21 orang, terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan apoteker. “Nakes yang dirawat sebagian sembuh, tapi ada yang meninggal juga,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Sebanyak 78 CJH Batal Berangkat

Taufik mengatakan, nakes yang terpapar ini penyebabnya banyak faktor. Salah satunya karena mereka sering melakukan kontak langsung dengan pasien, meski selama bertugas mereka sudah dibekali protokol kesehatan (prokes) yang benar dan alat pelindung diri (APD) dengan level sesuai kebutuhan.

Namun, lanjut dia, nakes ini bekerja sangat keras selama pandemi. Bahkan memasuki perubahan ke musim penghujan jumlah pasien covid semakin banyak. Sehingga diperkirakan para nakes mengalami kelelahan dan akhirnya mudah terpapar.

Karena itu, Taufik meminta semua nakes untuk menjaga fisiknya dan jangan sampai kelelahan. Waktu pergantian sif harus dimanfaatkan betul untuk istirahat. “Tetap menjaga pola makan, istirahat, dan tentunya harus bahagia,” tutur pejabat asal Mojokerto tersebut.

Karena itu, terang Taufik, dalam program vaksinasi covid nanti, nakes diusulkan yang pertama menerima vaksin. ‘’Tujuannya, agar nakes memiliki imunitas yang cukup untuk memerangi virus tersebut,’’ terangnya.

Baca Juga :  Polres Lamongan Bersama-Sama Tanggulangi dan Cegah Covid-19

Taufik mengatakan, meski ada nakes yang terpapar dan meninggal, namun pelayanan di Lamongan masih aman. Karena sebelum pasien Covid-19 membeludak seperti sekarang, para nakes sudah ditambah dan diberikan pelatihan. Ada penambahan nakes lebih dari 80 orang dari semua lini. ‘’Sehingga pelayanan tidak terganggu,’’ klaimnya.

Taufik menambahkan untuk petugas vaksinator, tim satgas sudah menyiapkan 82 orang. sebanyak 33 nakes sudah mengikuti pelatihan, kemudian 49 orang dijadwalkan mendapat pelatihan Selasa besok (19/1). Kemudian ada tambahan 16 orang akan mengikuti pelatihan awal Februari mendatang.

Karena jumlah vaksin yang diberikan ke Lamongan masih belum pasti dan terus berubah, sehingga petugas vaksinator disiapkan 82 nakes untuk tahap awal. “Tahap awal ini kemungkinan kuotanya tidak terlalu banyak, jadi petugasnya sudah cukup karena gantian,” tutupnya.

Radar Lamongan – Waspada terhadap penularan Covid-19 tak bisa ditawar-tawar. Sebab, virus korona itu bisa menular kepada siapa saja, tak pandang bulu. Termasuk kepada kalangan tenaga kesehatan (nakes).

Hingga kemarin (17/1) tercatat ada 10 Nakes di Lamongan meninggal dunia karena terpapar virus berasal dari Wuhan China itu. “Jumlah ini kumulatif selama kemunculan Covid-19 di Lamongan,’’ kata Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, para nakes yang meninggal dunia itu terdiri dari empat dokter, empat perawat, dan dua bidan. “Kalau total yang terpapar sejak awal sangat banyak, tak terhitung. Tapi Alhamdulillah bisa sembuh,” tuturnya.

Taufik mengungkapkan, para nakes ini sudah berjuang merawat pasien covid berbulan-bulan. Sebenarnya jumlah nakes yang tumbang dan butuh isolasi sangat banyak. Namun mereka bisa sembuh. ‘’Saat ini saja (kemarin, Red) yang masih isolasi ada lima nakes,’’ ungkapnya.

Menurut dia, bulan lalu (Desember 2020) puncaknya nakes terpapar covid. Ada 21 orang, terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan apoteker. “Nakes yang dirawat sebagian sembuh, tapi ada yang meninggal juga,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Kartini Masa Kini, Sukses Rumah Tangga dan Organisasi

Taufik mengatakan, nakes yang terpapar ini penyebabnya banyak faktor. Salah satunya karena mereka sering melakukan kontak langsung dengan pasien, meski selama bertugas mereka sudah dibekali protokol kesehatan (prokes) yang benar dan alat pelindung diri (APD) dengan level sesuai kebutuhan.

Namun, lanjut dia, nakes ini bekerja sangat keras selama pandemi. Bahkan memasuki perubahan ke musim penghujan jumlah pasien covid semakin banyak. Sehingga diperkirakan para nakes mengalami kelelahan dan akhirnya mudah terpapar.

Karena itu, Taufik meminta semua nakes untuk menjaga fisiknya dan jangan sampai kelelahan. Waktu pergantian sif harus dimanfaatkan betul untuk istirahat. “Tetap menjaga pola makan, istirahat, dan tentunya harus bahagia,” tutur pejabat asal Mojokerto tersebut.

Karena itu, terang Taufik, dalam program vaksinasi covid nanti, nakes diusulkan yang pertama menerima vaksin. ‘’Tujuannya, agar nakes memiliki imunitas yang cukup untuk memerangi virus tersebut,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ikuti Lomba Menyanyi Solo

Taufik mengatakan, meski ada nakes yang terpapar dan meninggal, namun pelayanan di Lamongan masih aman. Karena sebelum pasien Covid-19 membeludak seperti sekarang, para nakes sudah ditambah dan diberikan pelatihan. Ada penambahan nakes lebih dari 80 orang dari semua lini. ‘’Sehingga pelayanan tidak terganggu,’’ klaimnya.

Taufik menambahkan untuk petugas vaksinator, tim satgas sudah menyiapkan 82 orang. sebanyak 33 nakes sudah mengikuti pelatihan, kemudian 49 orang dijadwalkan mendapat pelatihan Selasa besok (19/1). Kemudian ada tambahan 16 orang akan mengikuti pelatihan awal Februari mendatang.

Karena jumlah vaksin yang diberikan ke Lamongan masih belum pasti dan terus berubah, sehingga petugas vaksinator disiapkan 82 nakes untuk tahap awal. “Tahap awal ini kemungkinan kuotanya tidak terlalu banyak, jadi petugasnya sudah cukup karena gantian,” tutupnya.

Artikel Terkait

Most Read

Kapolres Ajak Kenang Pejuang

Harus Siap Dikejar Deadline

Warga Trucuk Tewas Kesetrum

Artikel Terbaru


/