alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Lamongan Tolak Impor Beras

KOTA – Bupati Lamongan Fadeli menolak keras masuknya beras impor di Lamongan. Karena produksi beras di Kota Soto tersebut selalu surplus setiap tahunnya, termasuk tahun ini.“Produksi surplus, jadi beras impor biar berhenti di pelabuhan saja,” ujarnya saat meninjau sejumlah pedagang beras di pasar rabu (17/1). 

Bupati menegaskan, tidak ada yang salah dengan produksi beras di Lamongan. Sehingga beras impor tidak dibutuhkan. Tahun lalu Lamongan mampu memproduksi gabah kering giling (GKG) hampir 1,1 juta ton. Sedangkan warga  Lamongan hanya membutuhkan sekitar 400 ribu ton. Sehingga ada surplus 700 ribu ton gabah atau setara 460 ribu ton beras. 

Apalagi, lanjut dia, hingga April mendatang produksi gabah Lamongan akan bertambah hingga 403.399 ton GKG. Sebab lahan padi  sekitar 58.455 hektare akan panen raya.  

Baca Juga :  Hadirkan Liburan Seru, Dimomen Nataru

Dan stok beras itu belum termasuk  di Gudang Bulog Lamongan dan Babat yang mencapai 7.272 ton, cukup untuk memenuhi beras rakyat sejahtera (rastra) hingga empat bulan ke depan. ‘’Surplus beras Lamongan cukup melimpah, sehingga tidak butuh beras impor,’’ tandasnya. 

Fadeli tetap mengapresiasi kebijakan impor beras yang akan dilakukan pemerintah pusat. Tapi dia berharap beras impor tersebut tidak masuk ke pasar Jawa Timur, apalagi Lamongan. Tetapi langsung dimasukkan gudang bulog untuk cadangan saja. ‘’Karena mengalami surplus cukup besar, produksi beras Lamongan bisa untuk menyuplai kebutuhan beras di daerah lain, agar harga beras nasional stabil,’’ tuturnya.

Terkait harga beras di pasar Lamongan, menurut Fadeli, relatif stabil. Kalaupun sedikit naik, dinilai wajar karena memang belum musim panen raya. ‘’Kalau kenaikannya tinggi, itu yang tidak wajar. Karena stok beras Lamongan cukup melimpah,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Jatah Reses DPRD Tetap Rp 3,7 M

Sebelumnya diberitakan, Lamongan tidak pernah mendapatkan jatah impor beras. Sebab ketersediaan beras masih aman dan selalu surplus setiap tahunnya. Sehingga kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan beras tidak ada. “Stok beras masih aman, kebutuhan pasar masih tercukupi,”  jelas Kepala Gudang Bulog Lamongan, Andi Sunarko.

Sedangkan seorang petani Lamongan, Mat Iskan  mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah terkait kebijakan impor beras karena merugikan petani.

KOTA – Bupati Lamongan Fadeli menolak keras masuknya beras impor di Lamongan. Karena produksi beras di Kota Soto tersebut selalu surplus setiap tahunnya, termasuk tahun ini.“Produksi surplus, jadi beras impor biar berhenti di pelabuhan saja,” ujarnya saat meninjau sejumlah pedagang beras di pasar rabu (17/1). 

Bupati menegaskan, tidak ada yang salah dengan produksi beras di Lamongan. Sehingga beras impor tidak dibutuhkan. Tahun lalu Lamongan mampu memproduksi gabah kering giling (GKG) hampir 1,1 juta ton. Sedangkan warga  Lamongan hanya membutuhkan sekitar 400 ribu ton. Sehingga ada surplus 700 ribu ton gabah atau setara 460 ribu ton beras. 

Apalagi, lanjut dia, hingga April mendatang produksi gabah Lamongan akan bertambah hingga 403.399 ton GKG. Sebab lahan padi  sekitar 58.455 hektare akan panen raya.  

Baca Juga :  Tetap Harus Waspadai Orang Gila

Dan stok beras itu belum termasuk  di Gudang Bulog Lamongan dan Babat yang mencapai 7.272 ton, cukup untuk memenuhi beras rakyat sejahtera (rastra) hingga empat bulan ke depan. ‘’Surplus beras Lamongan cukup melimpah, sehingga tidak butuh beras impor,’’ tandasnya. 

Fadeli tetap mengapresiasi kebijakan impor beras yang akan dilakukan pemerintah pusat. Tapi dia berharap beras impor tersebut tidak masuk ke pasar Jawa Timur, apalagi Lamongan. Tetapi langsung dimasukkan gudang bulog untuk cadangan saja. ‘’Karena mengalami surplus cukup besar, produksi beras Lamongan bisa untuk menyuplai kebutuhan beras di daerah lain, agar harga beras nasional stabil,’’ tuturnya.

Terkait harga beras di pasar Lamongan, menurut Fadeli, relatif stabil. Kalaupun sedikit naik, dinilai wajar karena memang belum musim panen raya. ‘’Kalau kenaikannya tinggi, itu yang tidak wajar. Karena stok beras Lamongan cukup melimpah,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Jatah Reses DPRD Tetap Rp 3,7 M

Sebelumnya diberitakan, Lamongan tidak pernah mendapatkan jatah impor beras. Sebab ketersediaan beras masih aman dan selalu surplus setiap tahunnya. Sehingga kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan beras tidak ada. “Stok beras masih aman, kebutuhan pasar masih tercukupi,”  jelas Kepala Gudang Bulog Lamongan, Andi Sunarko.

Sedangkan seorang petani Lamongan, Mat Iskan  mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah terkait kebijakan impor beras karena merugikan petani.

Artikel Terkait

Most Read

Texas Wonocolo

Tiga Perampok Sadis Ditembak Mati

Deg – degan saat Pengumuman

Artikel Terbaru


/